Foodie blogger lainnya sudah sejak dulu posting zebra cake tapi saya baru sekarang. Hehehe...lama banget pending-nya ya?! Padahal cake ini cukup populer dan banyak disukai orang. Tapi ada aja halangan kalo mau membuatnya. Salah satunya proses membuat motif zebra yang cukup memakan waktu. Nah, kemarin agak senggang jadi saya coba praktek membuatnya.
Resep zebra cake di bawah ini merupakan hasil modifikasi marmer cake. Sebenarnya ini termasuk butter type cake (margarine/butter dikocok bersama gula) tapi saya ingin tekstur cake yang moist dan lembut (tanpa emulsifier) sehingga kuning dan putih telurnya dikocok terpisah.
O iya, untuk yang jarang sukses membuat sponge cake bisa mencoba cara ini (butter cake tapi putih telur dikocok hingga mengembang kaku dalam wadah terpisah). Hasilnya bertekstur seperti sponge cake lho... Ringan, tidak seperti butter cake yang padat.
Untuk zebra cake, sebagian besar resep menggunakan pasta cokelat. Adonan setelah dimasukkan terigu dibagi menjadi 2, lalu satu bagian ditambahkan dengan 1 sdm pasta cokelat. Kali ini saya memilih jalan yang agak ribet *wink* Saya menggunakan coklat bubuk. Soalnya suami saya pernah protes sewaktu membuat cake menggunakan pasta cokelat. Katanya, warnanya aja yang cokelat tapi rasanya kurang mantap. Hhah.... Demi memuaskan pelanggan setia, saya ambillah jalan yang agak ribet :D
Bahan :
4 putih telur
4 kuning telur
150 gr gula kastor
120 gr margarine / butter
75 ml susu cair
150 gr terigu ( nanti dibagi menjadi 80 gr dan 70 gr)
10 gr cokelat bubuk
1 sdt vanili
10 gr baking powder
Cara membuat :
1. Kocok putih telur dengan setengah bagian gula sampai mengembang kaku. Sisihkan.
2. Ayak terigu dengan baking powder. Bagi menjadi 2 bagian (80 gr dan 70 gr). Yang 70 gr dicampur dengan cokelat bubuk, lalu diayak lagi biar rata. Sisihkan.
3. Kocok margarine dang sisa gula sampai lembut dan tercampur rata.
4. Masukkan kuning telur dan vanili, kocok terus hingga rata lalu tambahkan susu cair. Kocok lagi sebentar, matikan mixer. Bagi menjadi 2 bagian sama banyak.
5. Campur masing-masing adonan margarin tersebut dengan terigu (polos) dan cokelat. Aduk rata dengan spatula.
6. Masukkan setengah bagian adonan putih telur ke dalam adonan polos, aduk rata dengan spatula. Lalu masukkan sisa putih telur ke dalam adonan cokelat, aduk rata kembali.
7. Siapkan loyang bulat diameter 20 cm, olesi sedikit margarin dan alasi dasarnya dengan kertas roti.
8. Tuang 1 sendok sayur adonan polos tepat di tengah loyang, lalu tuang lagi 1 sendok sayur adonan cokelat tepat di tengah loyang juga. Lakukan berselang-seling antara polos-cokelat hingga kedua adonan habis.
9. Panggang pada suhu 180 derajat C selama 40-45 menit, atau sampai matang.
Showing posts with label Cake. Show all posts
Showing posts with label Cake. Show all posts
Thursday, May 1, 2014
Tuesday, April 1, 2014
Banana Chiffon Cake
Baru nyoba variasi lain dari chiffon cake. Pisang berpadu dengan aroma rempah (bumbu spekoek). Sekilas terasa seperti cake beraroma cappuchino. Yang jelas yummy. Apalagi bagi penyuka aroma rempah, cake ini wajib dicoba.
Btw, pada resep asli menggunakan gula palem. Bahan tersebut saya ganti dengan gula aren yang disisir halus dengan jumlah yang sama. Soalnya saya jarang membuat kue yang memakai gula palem. Daripada beli gula palem mending diganti aja sama yang ada di rumah.
Kalau diperhatikan, foto di atas hampir identik dengan chiffon cake ini. Soalnya saya mati gaya saat setting untuk memotret. Ya udah, akhirnya pake style lama aja deh. Hehehe....
Bahan A :
3 putih telur
60 gr gula pasir
1 sdt air jeruk nipis / lemon
Bahan B :
3 kuning telur
60 gr gula palem (diganti gula aren)
1/2 sdt garam halus
90 gr terigu
1 sdt baking powder
1 sdt bumbu spekoek
50 gr pisang matang, dihaluskan dengan garpu
50 ml minyak sayur / salad oil
Cara membuat :
1. Ayak terigu, baking powder dan bumbu spekoek hingga tercampur rata. Sisihkan.
2. Bahan A : kocok putih telur dengan menambahkan gula secara bertahap, dengan kecepatan sedang. Tambahkan air jeruk. Kocok hingga mengembang kaku dan terbentuk soft peak. Sisihkan.
3. Bahan B : kocok kuning telur, gula palem/aren dan garam hingga semua gula larut.
4. Masukkan pisang halus dan minyak, kocok hingga rata. Lalu masukkan campuran terigu, aduk rata dengan spatula.
5. Campur bahan A ke dalam bahan B secara bertahap. Aduk rata dengan spatula.
6. Siapkan loyang chiffon diameter 18 cm. Tuang adonan ke dalam loyang lalu panggang pada suhu 170 derajat C selama 15 menit, lalu turunkan suhu oven dan lanjutkan selama 25-30 menit. Atau hingga cake tidak lengket saat test tusuk.
7. Keluarkan dari oven, letakkan loyang dengan posisi terbalik dan tunggu hingga dingin. Kemudian lepaskan cake dari loyang.
Supaya sukses membuat chiifon cake, silahkan baca Tips & trik.
Recipe source : Fatmah Bahalwan (NCC)
Thursday, February 27, 2014
Bolu Kukus
Anda pernah gagal membuat bolu kukus (bolkus) mekar? Kalau iya, sama saya juga. Bolkus mengembang tapi mingkem ga tertawa :D Berkali-kali mencoba, baru beberapa hari yang lalu hasilnya mekar. Itu pun, hasil pengukusan yang kedua tidak semekar yang pertama (foto di bawah). Tapi lumayan deh, ga mingkem lagi.
Awalnya saya berusaha tidak menambahkan emulsifier di dalam adonan. Karena saya pikir itu kan bahan tambahan yang tidak akan berpengaruh pada hasilnya. Ternyata ada pengaruhnya, dan harus menggunakan emulsifier SP bukan yang lain. Pernah pakai ovalet, hasilnya ngembang tapi tidak pecah.
Selain itu, faktor uap kukusan juga berpengaruh. Adonan dikukus harus pada saat kukusan sudah panas dan beruap banyak. Kalau saya, pakai api kompor yang paling besar. Saat mengukus, beri jarak antara loyang sehingga bolkus bisa mekar sempurna.
Bahan :
2 butir telur
200 gr gula kastor (bisa gula pasir diblender)
1 sdt emulsifier SP
200 gr terigu
200 ml air soda / susu / santan (saya pakai susu)
1 sdt pasta / pewarna makanan
Cara membuat :
1. Kocok telur, gula pasir dan SP sampai mengembang.
2. Masukkan sebagian terigu, kocok dengan kecepatan rendah.
3. Masukkan susu lalu sisa terigu. Kocok hingga rata.
4. Pisahkan sedikit adonan, beri pasta/pewarna
5. Panaskan kukusan hingga beruap banyak, alasi tutupnya dengan serbet bersih. Siapkan loyang yang sudah dialasi kertas.
6. Tuang adonan polos lalu beri 1-2 sdm adonan berwarna. Setiap loyang diisi sampai penuh.
5. Kukus selama 20 menit.
Untuk 24 potong (loyang kecil)
Recipe by Fatmah B (NCC).
Friday, February 7, 2014
Bolu Suri Pandan
Pertama liat cake ini di facebook-IDFB. Awalnya saya kira bika ambon karena ada pori-porinya tapi ternyata berbeda. Trus langsung deh meluncur ke blog bunda Inong untuk melihat resepnya. Makasih ya bunda... :)
Kalau bika ambon memakai tepung sagu/tapioka dan kuning telur dalam jumlah banyak. Nah bolu suri ini pakai tepung terigu, dan hemat telur. Sengaja saya modifikasi resepnya, karena ingin ada rasa dan wangi pandan. Dan agar tidak terlalu berminyak, takaran terigu saya tambah juga. Hasilnya taraaaa.... jadilah bolu suri pandan. Saya pake loyang tulban diameter 20 cm, jadi buat setengah resep aja. Dan memang butuh waktu agak lama dibanding membuat cake biasa. Tapi jangan khawatir, semua itu terbayar saat menikmatinya. Sepotong nggak akan cukup! Percaya deh, yummy...;)
Bahan :
75 gr terigu
1 sdm ragi instant
100 gr gula pasir
75 ml santan kental
4 butir telur
25 ml air pandan + daun suji
100 ml susu kental manis (SKM)
35 gr margarin dilelehkan
1/2 sdt vaili bubuk
Cara membuat :
1. Campur santan dan air pandan-suji. Panaskan sambil diaduk sampai mendidih. Lalu angkat, diamkan sampai hangat kuku.
2. Canpur terigu, ragi dan sepertiga bagian gula. Aduk rata dengan whisker atau sendok. Tambahkan santan hangat, aduk kembali hingga rata. Tutup dan diamkan 30 menit.
3. Siapkan loyang tulban, olesi dengan margarin dan beri taburan terigu. Atau kalo memakai loyang persegi/bulat, alasi dengan kertas roti. Sisihkan.
4. Dalam wadah terpisah, kocok telur, sisa gula dan vanili, cukup hingga semua gula larut. Bisa memakai whisker atau mixer.
5. Masukkan kocokan telur ke dalam adonan terigu. Aduk rata.
6. Tambahkan SKM dan margarin, aduk hingga rata dan larutan menjadi homogen. Lalu tuang ke dalam loyang.
7. Masukkan adonan ke dalam oven (tanpa dinyalakan), biarkan selama 30 menit. Lalu nyalakan oven, panggang pada suhu 170 derajat C, selama 50-60 menit. Atau hingga tidak menempel saat dilakukan tes tusuk. Angkat, biarkan dingin lalu lepaskan dari loyang.
Saturday, November 9, 2013
Brownies Kukus Mocaf
Masih menggunakan tepung mocaf, kali ini dibuat brownies kukus. Kesan saya, brownies-nya enak dan moist seperti brownies asal Bandung itu. Tapi memang harus lebih manis supaya aroma singkongnya tersamarkan. Biasanya kalau membuat brownies, takaran gula saya kurangi sedikit supaya tidak giung. Kali ini, saya buat sesuai takaran resep.
Bikin satu resep, dapatnya 2 loyang ukuran 24x10 cm. Trus diberi toping coklat putih dan sprinkle (foto bawah), siap dibawa untuk ibu manager...;) Buat sajian di rumah, ga pakai toping cukup garnish buah saja (foto atas). Kebetulan punya stok jeruk sunkist dan strawberry di kulkas.
Bahan :
200 gr gula pasir
6 butir telur
125 gr tepung mocaf
50 gr coklat bubuk (saya pake 35 gr saja)
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt garam halus
100 gr DCC
150 ml minyak sayur
100 ml susu kental manis (SKM) putih/coklat (saya pake 2 sachet)
Cara membuat :
1. Panaskan kukusan. Siapkan loyang 30x10 cm, alasi dengan kertas roti. Sisihkan.
2. Ayak tepung mocaf, coklat bubuk dan baking powder. Sisihkan.
3. Cairkan DCC bersama minyak goreng. Lalu sisihkan.
4. Kocok telur, gula dan garam hingga mengembang, matikan mixer. Tambahkan campuran tepung sedikit demi sedikit, aduk dengan spatula hingga rata.
5. Masukkan DCC cair, aduk hingga rata dengan cara aduk balik.
6. Pisahkan kurleb 5 sendok sayur adonan, campur dengan SKM. Aduk rata, sisihkan.
7. Tuang setengah bagian adonan ke dalam loyang, kukus selama 10 menit dengan api besar.
8. Tuang adonan yang dicampur SKM, kukus selama 5 menit.
9. Tuang sisa adonan, kukus selama 20 menit. Angkat, biarkan dingin.
Recipe source : Browkus Mocaf - Catatan Nina.
Thursday, October 24, 2013
Topo Map Pink
![]() |
| guegaprekmasakan |
Yang mau coba bikin sendiri, bisa liat resepnya di sini. Kalo ga sempat bikin, boleh order lho..... :D
Monday, September 9, 2013
Cake Ultah Najwa
Bukannya saya tidak mencoba menu baru tapi percobaannya belum berhasil. Beberapa hari yang lalu mencoba membuat roti yang ditambahkan adonan tanzhong / water roux supaya matangnya jadi empuk dan moist. Tapi adonannya malah jadi lembek sampai susah dibentuk. Akhirnya terpaksa ditambahin terigu. Setelah matang, ternyata tekstur rotinya kering banget! ya udah, gagal posting.
Posting pertama di bulan September ini cake ulang tahun pesanan Bunda Najwa untuk dibawa ke sekolah.
Base cake adalah brownies kukus 2 lapis, yang diselingi filling whip cream dan irisan cherry. Setelah sekian lama vakum mendekor-dekor cake, ternyata tangan saya masih cukup luwes memainkan piping bag dan spuit decor. Liat deh cake di atas, cakep kan?! Hehehe....sesekali memuji diri sendiri, boleh kan ?! ;)
Alhamdulillah, dapat testimoni kalo Najwa dan teman-teman di kelasnya senang sama cake-nya. Selamat ulang tahun ya Najwa sayang, semoga tambah sholehah. And Thanks for order ya Bunda ..:)
Saturday, September 15, 2012
Topo Map Love Cake
Beberapa waktu lalu, cake ini sempat heboh di facebook. Gara-gara itu, saya jadi penasaran pengen nyobain.
Saya bikin setengah resep aja, pake loyang (brownies) ukuran 10 x 24 cm. Resepnya nurun dari dapur teh Syantie . Dan hasilnya, hmm.... I love it! And my husband loves it too. Beneran deh kayak peta topografi, ada garis konturnya. Yang biasa bekerja dengan peta, pasti nyambung deh.
Bahan :
250 gr butter
250 gr gula halus (saya, gula pasir diblender aja)
5 butir telur
300 gr terigu
1 sdt baking powder
125 ml susu cair
1/2 sdt vanila bubuk
Coklat bubuk secukupnya
Pandan pasta secukupnya (bisa diganti rasa lain)
Cara membuat :
1. Panaskan oven pada suhu 180 C. Siapkan loyang dan alasi dengan kertas roti.
2. Kocok butter dan gula sampai pucat mengembang. Tambahkan telur satu-persatu sambil dikocok terus.
3. Masukkan sebagian terigu dan baking powder yang sudah diayak, kocok dengan kecepatan rendah. Selingi dengan menambahkan susu, lalu masukkan lagi sisa terigu. Kocok hingga rata.
4. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian tambahkan vanila, bagian lainnya diberi pandan pasta.
5. Tuang setengah adonan vanila ke loyang, taburi atasnya dengan coklat bubuk hingga tertutup rata.
6. Tuang setengah adonan pandan di atasnya, tutup lagi dengan taburan coklat bubuk.
7. Lanjutkan dengan sisa adonan vanila, taburi coklat bubuk dan terakhir tuang sisa adonan pandan.
8. Hentakkan loyang sebentar agar udaranya keluar. Lalu panggang selama kurleb 40 menit.
Saya bikin setengah resep aja, pake loyang (brownies) ukuran 10 x 24 cm. Resepnya nurun dari dapur teh Syantie . Dan hasilnya, hmm.... I love it! And my husband loves it too. Beneran deh kayak peta topografi, ada garis konturnya. Yang biasa bekerja dengan peta, pasti nyambung deh.
Bahan :
250 gr butter
250 gr gula halus (saya, gula pasir diblender aja)
5 butir telur
300 gr terigu
1 sdt baking powder
125 ml susu cair
1/2 sdt vanila bubuk
Coklat bubuk secukupnya
Pandan pasta secukupnya (bisa diganti rasa lain)
Cara membuat :
1. Panaskan oven pada suhu 180 C. Siapkan loyang dan alasi dengan kertas roti.
2. Kocok butter dan gula sampai pucat mengembang. Tambahkan telur satu-persatu sambil dikocok terus.
3. Masukkan sebagian terigu dan baking powder yang sudah diayak, kocok dengan kecepatan rendah. Selingi dengan menambahkan susu, lalu masukkan lagi sisa terigu. Kocok hingga rata.
4. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian tambahkan vanila, bagian lainnya diberi pandan pasta.
5. Tuang setengah adonan vanila ke loyang, taburi atasnya dengan coklat bubuk hingga tertutup rata.
6. Tuang setengah adonan pandan di atasnya, tutup lagi dengan taburan coklat bubuk.
7. Lanjutkan dengan sisa adonan vanila, taburi coklat bubuk dan terakhir tuang sisa adonan pandan.
8. Hentakkan loyang sebentar agar udaranya keluar. Lalu panggang selama kurleb 40 menit.
Saturday, June 30, 2012
Chocolate Chiffon Cake
Dapur ini sudah menghadirkan chiffon pandan, orange dan ketan hitam. Rasanya belum lengkap kalo belum menghadirkan chiffon coklat.
Menurut suami saya, ini cake coklat paling yummy yang pernah saya buat. Gimana ga, dia bisa menghabiskan setengah loyang sendiri dalam sekali duduk. Alasannya, karena empuk jadi ga terasa dah habis banyak. :D
Resepnya masih dari ibu Fatmah Bahalwan (NCC), tapi saya hilangkan beberapa bahan dan saya tambahkan dark cooking chocolate (DCC) biar lebih mantap rasa coklatnya.
Bahan / Ingredients A :
3 putih telur / egg whites
60 gr gula pasir /castor sugar
1/4 sdt garam halus / tsp salt
1 sdt air lemon / tsp lemon juice (pengganti cream of tartar)
Bahan / ingredients B :
3 kuning telur / yolk
20 gr gula pasir / castor sugar
1/4 sdt vanila / tsp vanila
5 gr tepung maizena / corn starch
10 gr coklat bubuk /cacao powder
45 gr tepung terigu / all purpose fluor
1/2 sdt / tsp baking powder
40 ml salad oil
25 gr dark cooking chocolate (DCC)
40 ml susu cair / milk
Directions :
1. Campur dan ayak tepung terigu, maizena, coklat bubuk dan baking powder. Sisihkan.
2. Cairkan DCC dan salad oil dengan cara ditim.
3. Kocok bahan A sampai mengembang dan terbentuk soft peak. Sisihkan.
4. Bahan B, kocok kuning telur, gula pasir dan vanila sampai semua gula larut.
5. Masukkan susu cair, kocok hingga rata.
6. Masukkan campuran DCC dan salad oil, kocok hingga rata lalu matikan mixer.
7. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula.
8. Tambahkan adonan putih telur secara bertahap (4-5x masuk) dengan menggunakan sendok. Aduk rata dengan spatula. Jika putih telur berair, ambil busanya saja dan usahakan airnya tidak terbawa.
9. Siapkan loyang chiffon diameter 17-18 cm. Tuang adonan ke dalam loyang.
10. Panggang pada suhu 180 C selama 20 menit, lanjutkan dengan suhu 170 C selama 20 menit lagi.
11. Keluarkan cake dari oven, lalu balikkan loyangnya. Biarkan dingin selama beberapa jam agar cake bisa terlepas sendiri dari loyang atau bantu dengan menyelipkan pisau panjang tipis.
Resepnya masih dari ibu Fatmah Bahalwan (NCC), tapi saya hilangkan beberapa bahan dan saya tambahkan dark cooking chocolate (DCC) biar lebih mantap rasa coklatnya.
Bahan / Ingredients A :
3 putih telur / egg whites
60 gr gula pasir /castor sugar
1/4 sdt garam halus / tsp salt
1 sdt air lemon / tsp lemon juice (pengganti cream of tartar)
Bahan / ingredients B :
3 kuning telur / yolk
20 gr gula pasir / castor sugar
1/4 sdt vanila / tsp vanila
5 gr tepung maizena / corn starch
10 gr coklat bubuk /cacao powder
45 gr tepung terigu / all purpose fluor
1/2 sdt / tsp baking powder
40 ml salad oil
25 gr dark cooking chocolate (DCC)
40 ml susu cair / milk
Directions :
1. Campur dan ayak tepung terigu, maizena, coklat bubuk dan baking powder. Sisihkan.
2. Cairkan DCC dan salad oil dengan cara ditim.
3. Kocok bahan A sampai mengembang dan terbentuk soft peak. Sisihkan.
4. Bahan B, kocok kuning telur, gula pasir dan vanila sampai semua gula larut.
5. Masukkan susu cair, kocok hingga rata.
6. Masukkan campuran DCC dan salad oil, kocok hingga rata lalu matikan mixer.
7. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula.
8. Tambahkan adonan putih telur secara bertahap (4-5x masuk) dengan menggunakan sendok. Aduk rata dengan spatula. Jika putih telur berair, ambil busanya saja dan usahakan airnya tidak terbawa.
9. Siapkan loyang chiffon diameter 17-18 cm. Tuang adonan ke dalam loyang.
10. Panggang pada suhu 180 C selama 20 menit, lanjutkan dengan suhu 170 C selama 20 menit lagi.
11. Keluarkan cake dari oven, lalu balikkan loyangnya. Biarkan dingin selama beberapa jam agar cake bisa terlepas sendiri dari loyang atau bantu dengan menyelipkan pisau panjang tipis.
Saturday, June 16, 2012
Brownies Kukus Coklat Pandan
Sebelumnya kan pernah posting brownies kukus juga, nah yang ini ada lapisan pandannya. Membuat cake ini memang agak ribet. Apalagi kalo kerja sendiri. Kalo saya, semua bahan (baik lapisan coklat ataupun pandan) disiapkan bersamaan. Jadi selesai mengocok adonan coklat, tinggal cuci kocokan trus dilap sampai kering, lanjut ngocok adonan pandan. Jadi kukusannya ga lama-lama nungguin adonan pandan.
Pada resep, lapisan pandan pake coklat putih. Karena saya ga punya stok, lagipula pakenya cuma sedikit, mau beli juga tanggung soalnya jarang dipake. Jadi di-skip aja. Karena ga pake coklat putih jadi ada perbedaan rasa dan tekstur. Lapisan coklat, pake dark cooking chocolate (DCC), teksturnya agak padat. Nah, yang lapisan pandan, tanpa white cooking coklat (WCC), lebih spongie atau lebih ringan.
Menurut saya, aroma pandan yang membaur dengan coklat membuat rasa cake ini jadi legit. Over all, it's still moist and yummy.
Bahan coklat :
4 butir telur
130 gr gula pasir
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
100 gr terigu,diayak
25 gr coklat bubuk, diayak
100 gr margarin, dilelehkan
75 gr DCC, dilelehkan
Cara membuat :
1. Kocok telur, gula, gram dan vanili sampai mengembang.
2. Turunkan kecepatan mixer, masukkan campuran terigu dan coklat bubuk sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
3. Masukkan campuran margarin dan DCC, aduk rata sambil dibalik.
4. Panaskan kukusan hingga beruap banyak, alasi tutupnya dengan serbet. Siapkan loyang 22 x 22 cm, alasi dengan kertas roti.
5. Tuang adonan ke dalam loyang. Kukus selama 15 menit.
Bahan pandan :
4 butir telur
130 gr gula pasir
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
125 gr terigu, diayak
100 gr margarin, dilelehkan
75 gr WCC, dilelehkan
2 sdm pandan pasta
Cara membuat :
Step 1 sampai 3, sama dengan di atas. Berikutnya langsung tuang adonan pandan ke loyang yang berisi lapisan coklat tadi. Kukus selama 20 menit. Angkat lalu dinginkan.
Note : saya bikin 1/2 resep pake loyang 18 x 18 cm.
Recipe source : Fatmah Bahalwan (NCC)
Thursday, May 17, 2012
Brownies Kukus
Punya resep brownies kukus ini sejak jaman di Tsukuba dulu, sampe lupa sumbernya dari mana. Kalo ga salah, judulnya brownies kukus ala Amanda. Itu lho... brownies kukus yang asalnya dari Bandung. Berhubung resepnya udah dimodifikasi, jadi ini brownies kukus ala Shinta :D
Coba deh perhatikan foto-foto di atas, kelihatan ada bolong-bolong ya?! Hehehe... Itu karena setelah adonan dituang ke dalam loyang, langsung dikukus. Setelah browniesnya matang, dipotong-potong baru kelihatan kalo banyak bolong (rongga udara). Trus saya baca lagi cara pembuatannya, baru 'ngeh' kalo ini seperti membuat sponge cake. Seharusnya setelah dituang ke dalam loyang, dibanting-banting sedikit supaya rongga udaranya pecah (proses 'banting' ini yang ga ada di resep aslinya).
Soal rasa, mirip sama brownies kukus Bandung itu tapi kurang moist. Jadi saya basahi dengan simpel syrup yang ga terlalu manis. Soalnya brownies udah manis, kalo syrupnya manis juga, ntar blenger deh. Lagipula saya lebih suka kalo dominan rasa coklat dengan manis yang penasaran.
Bahan :
6 butir telur
225 gr gula kastor (saya 200 gr aja)
1/2 sdt vanili
1/2 sdt garam halus
125 gr terigu
50 gr coklat bubuk
75 ml salad oil
100 gr Dark cooking chocolate /DCC
75 ml susu kental manis/SKM (saya pake 50 ml)
Simpel syrup : 3 sdm gula/madu dilarutkan dengan 100 ml air panas, ditambah 1 sdm air lemon biar wangi.
Cara membuat :
1. Siapkanloyang, beri alas kertas roti dan panaskan kukusan, alasi tutupnya dengan serbet.
2. Lelehkan DCC dan salad oil dengan cara ditim. sisihkan.
3. Ayak terigu dan coklat bubuk , sisihkan.
4. Kocok telur dan gula sampai mengembang lalu matikan mixer.
5. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan spatula.
6. Ambil kurleb 5 sdm adonan, campurkan dengan coklat dan salad oil. Aduk rata lalu masukkan lagi ke dalam adonan terigu. Aduk dengan spatula hingga benar-benar rata dan pastikan tidak ada adoan coklat yang mengendap di dasar wadah.
7. Bagi adonan menjadi 3 bagian yaitu A, B dan C.
8. Adonan B dicampur dengan SKM, aduk rata.
9. Tuang adonan A ke dalam loyang, kukus selama 10 menit dengan api besar. Lalu tuang lagi adonan B, kukus 10 menit. Terakhir baru tuang adonan C, dan dikukus selama 20 menit.
10. Dinginkan brownies lalu keluarkan dari loyangnya. Siram dengan simpel syrup sambil diratakan. Biarkan selama beberapa saat, baru dipotong-potong.
Monday, April 16, 2012
Chiffon Cake : Tips & Trik
Ada beberapa komentar yang mampir ke inbox saya tentang cake ini. Sebagian besar, meminta tips agar tidak gagal dalam pembuatannya. Padahal saya juga masih sama-sama belajar dalam dunia baking terutama cake. Ya udah, saya kasih tips berdasarkan pengalaman aja ya...
Dari referensi yang saya baca, kunci sukses membuat chiffon cake ada pada kocokan putih telur.Untuk adonan kuning telur ga terlalu berpengaruh, asalkan takarannya tepat dan wadah pengaduknya bebas air dan lemak serta adonan dikocok sampai rata dan gula larut. Nah pada tips ini saya akan lebih banyak menekankan pada putih telurnya.
1. Pastikan wadah dan alat pengocok putih telur kering, bebas dari air dan lemak/minyak.
2. Loyang tidak perlu dioles dengan margarin.
3. Saat mengocok putih telur, jangan mencampur gula pasir sekaligus tetapi masukkan sedikit demi sedikit. Kalo sekaligus, adonan jadi berat saat dikocok dan susah naik. Saat putih telur mulai berbusa baru masukkan air jeruk nipis / lemon (pengganti cream of tartar).
4. Gunakan mixer dengan kecepatan rendah, kocok sampai mengembang kaku. Kalo skala kecepatannya ada 5, pake kecepatan skala 3 atau 2 aja. Ini supaya terbentuk soft peak, kalo kecepatan tinggi hasilnya cenderung hard peak. Pengalaman saya, kalo hard peak ntar hasil setelah cake dipanggang, permukaannya agak cekung. Kalo pake soft peak, permukaannya datar.
Putih telur yang soft ataupun hard peak, sama-sama mengembang kaku dan bila wadahnya dimiringkan, adonan tidak bergerak. Bedanya kalo soft peak, warna adonan putih mengkilap /shiny/glossy. Kalo hard peak, ga mengkilap.
5. Kocokan putih telur dimasukkan sedikit demi sedikit (kira-kira 4-5x masuk) ke dalam adonan terigu. Tiap kali dimasukkan sambil diaduk rata dengan sendok kayu atau whisker, jangan pake mixer listrik ya... Ambil busanya saja pake sendok jangan dituang langsung. Soalnya kocokan putih telur sering berair di dasar wadah. Air ini kalo tercampur dengan adonan terigu bikin bantat. Jadi cukup ambil adonan busanya aja.
6.Chiffon cake tidak perlu dipanggang pada suhu tinggi seperti sponge atau butter cake. Kalo suhu terlalu panas, cake cepat naik tapi permukaannya akan pecah. Sebaliknya kalo suhu agak direndahkan, cake naik perlahan-lahan dan permukaannya akan rata dan mulus.
Waktu masih tinggal di Jepang saya pake oven listrik 2 in 1 dengan microwave, untuk chiffon cake pake suhu 170 derajat Celcius selama 20 menit trus dilanjutkan suhu 160 derajat selama 10-15 menit. Di Cibinong saya masih pake oven tangkring (otang) merk Mickey Mouse yang ga ada pengatur suhunya. Tapi tetap bisa bikin chiffon cake loh.. :) Caranya dengan mengontrol api kompor (saya pake kompor gas). Di kompor saya, untuk cake lain (yang perlu suhu oven 180 derajat Celcius) pake skala api 3/4 dari api maksimum. Nah untuk chiffon, pakenya kurang dari 3/4 skala maksimum tetapi lebih dari 1/2 (medium). Smoga bisa dimengerti ya maksudnya. Memang butuh waktu pemanggangan sedikit lebih lama. Untuk loyang diameter 17 cm, kurleb 40 menit, tapi tetap suhunya saya turunkan pada 15 menit terakhir. Atau saat cake sudah naik sampai batas atas loyang, walaupun belum 25 menit kecilkan sedikit api kompornya. Ini biar adonan ga tumpah/luber saat dipanggang.
7. Setelah cake matang, biarkan dingin dengan meletakkan secara terbalik. Biasanya loyang chiffon dilengkapi kaki untuk menyangga secara terbalik. Bila loyang tidak ada kakinya, bantu dengan botol sebagai penyangga. Atau cara lainnya, diletakkan terbalik di atas rak kawat. Prinsipnya, diltakkan terbalik namun tetap ada aliran udara dan cake bisa turun sendiri. Biasanya saya dinginkan kurleb 4 jam. Bila cake belum bisa lepas sendiri, lepaskan dengan menyelipkan pisau tipis di bagian pinggirnya sambil diputar mengelilingi cake dan loyang bisa dilepaskan.
Dari referensi yang saya baca, kunci sukses membuat chiffon cake ada pada kocokan putih telur.Untuk adonan kuning telur ga terlalu berpengaruh, asalkan takarannya tepat dan wadah pengaduknya bebas air dan lemak serta adonan dikocok sampai rata dan gula larut. Nah pada tips ini saya akan lebih banyak menekankan pada putih telurnya.
1. Pastikan wadah dan alat pengocok putih telur kering, bebas dari air dan lemak/minyak.
2. Loyang tidak perlu dioles dengan margarin.
3. Saat mengocok putih telur, jangan mencampur gula pasir sekaligus tetapi masukkan sedikit demi sedikit. Kalo sekaligus, adonan jadi berat saat dikocok dan susah naik. Saat putih telur mulai berbusa baru masukkan air jeruk nipis / lemon (pengganti cream of tartar).
4. Gunakan mixer dengan kecepatan rendah, kocok sampai mengembang kaku. Kalo skala kecepatannya ada 5, pake kecepatan skala 3 atau 2 aja. Ini supaya terbentuk soft peak, kalo kecepatan tinggi hasilnya cenderung hard peak. Pengalaman saya, kalo hard peak ntar hasil setelah cake dipanggang, permukaannya agak cekung. Kalo pake soft peak, permukaannya datar.
Putih telur yang soft ataupun hard peak, sama-sama mengembang kaku dan bila wadahnya dimiringkan, adonan tidak bergerak. Bedanya kalo soft peak, warna adonan putih mengkilap /shiny/glossy. Kalo hard peak, ga mengkilap.
5. Kocokan putih telur dimasukkan sedikit demi sedikit (kira-kira 4-5x masuk) ke dalam adonan terigu. Tiap kali dimasukkan sambil diaduk rata dengan sendok kayu atau whisker, jangan pake mixer listrik ya... Ambil busanya saja pake sendok jangan dituang langsung. Soalnya kocokan putih telur sering berair di dasar wadah. Air ini kalo tercampur dengan adonan terigu bikin bantat. Jadi cukup ambil adonan busanya aja.
6.Chiffon cake tidak perlu dipanggang pada suhu tinggi seperti sponge atau butter cake. Kalo suhu terlalu panas, cake cepat naik tapi permukaannya akan pecah. Sebaliknya kalo suhu agak direndahkan, cake naik perlahan-lahan dan permukaannya akan rata dan mulus.
Waktu masih tinggal di Jepang saya pake oven listrik 2 in 1 dengan microwave, untuk chiffon cake pake suhu 170 derajat Celcius selama 20 menit trus dilanjutkan suhu 160 derajat selama 10-15 menit. Di Cibinong saya masih pake oven tangkring (otang) merk Mickey Mouse yang ga ada pengatur suhunya. Tapi tetap bisa bikin chiffon cake loh.. :) Caranya dengan mengontrol api kompor (saya pake kompor gas). Di kompor saya, untuk cake lain (yang perlu suhu oven 180 derajat Celcius) pake skala api 3/4 dari api maksimum. Nah untuk chiffon, pakenya kurang dari 3/4 skala maksimum tetapi lebih dari 1/2 (medium). Smoga bisa dimengerti ya maksudnya. Memang butuh waktu pemanggangan sedikit lebih lama. Untuk loyang diameter 17 cm, kurleb 40 menit, tapi tetap suhunya saya turunkan pada 15 menit terakhir. Atau saat cake sudah naik sampai batas atas loyang, walaupun belum 25 menit kecilkan sedikit api kompornya. Ini biar adonan ga tumpah/luber saat dipanggang.
7. Setelah cake matang, biarkan dingin dengan meletakkan secara terbalik. Biasanya loyang chiffon dilengkapi kaki untuk menyangga secara terbalik. Bila loyang tidak ada kakinya, bantu dengan botol sebagai penyangga. Atau cara lainnya, diletakkan terbalik di atas rak kawat. Prinsipnya, diltakkan terbalik namun tetap ada aliran udara dan cake bisa turun sendiri. Biasanya saya dinginkan kurleb 4 jam. Bila cake belum bisa lepas sendiri, lepaskan dengan menyelipkan pisau tipis di bagian pinggirnya sambil diputar mengelilingi cake dan loyang bisa dilepaskan.
Tuesday, November 1, 2011
Peanut Butter Muffin
Karena masih punya peanut butter (selai kacang), akhirnya cari-cari resep dan nyantol sama yang ini. Dengan rating bintang empat. Nyari yang bintang lima ternyata susah ya?! So far, soal rasa pas buat saya karena tidak terlalu manis. Kalo suka manis gulanya silahkan ditambah.
Trus cara membuatnya saya terjemahkan secara bebas, sesuai cara kerja yang saya bayangkan sendiri. Hehehe...
Bahan :
250 gr terigu
100 gr gula kastor (bisa juga gula pasir yang diblender)
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
130 gr peanut butter
45 gr butter / margarin
2 butir telur
230 ml susu cair
50 gr chocolate chip (optional)
Cara membuat :
1. Campur terigu dan baking powder, ayak lalu sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai kental, masukkan susu cair lalu sisihkan.
3. Kocok margarin dan peanut butter sampai tercampur rata. Lalu campurkan dengan kocokan telur, kocok sebentar hingga tercampur rata.
4. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula. Lalu tambahkan chocolate chip, aduk rata.
5. Siapkan loyang muffin, alasi dengan paper cup.
6. Tuang adonan ke dalam loyang hingga 7/8 tinggi paper cup. Panggang pada suhu 180 C selama 20 - 25 menit (sesuaikan dengan oven masing-masing ya...).
Trus cara membuatnya saya terjemahkan secara bebas, sesuai cara kerja yang saya bayangkan sendiri. Hehehe...
Bahan :
250 gr terigu
100 gr gula kastor (bisa juga gula pasir yang diblender)
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
130 gr peanut butter
45 gr butter / margarin
2 butir telur
230 ml susu cair
50 gr chocolate chip (optional)
Cara membuat :
1. Campur terigu dan baking powder, ayak lalu sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai kental, masukkan susu cair lalu sisihkan.
3. Kocok margarin dan peanut butter sampai tercampur rata. Lalu campurkan dengan kocokan telur, kocok sebentar hingga tercampur rata.
4. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula. Lalu tambahkan chocolate chip, aduk rata.
5. Siapkan loyang muffin, alasi dengan paper cup.
6. Tuang adonan ke dalam loyang hingga 7/8 tinggi paper cup. Panggang pada suhu 180 C selama 20 - 25 menit (sesuaikan dengan oven masing-masing ya...).
Tuesday, June 7, 2011
Cake Tape Keju
Hohoho.... beginilah kalau mengabaikan instruksi resep. Udah jelas-jelas pada resep tertulis "siapkan loyang tulban diameter 20 cm atau loyang loaf", masih nekat pake loyang tulban diameter 24 cm (karena itu satu-satunya loyang tulban yang saya punya). Mau pake loyang loaf, kapasitasnya untuk adonan 3 telur. Ya udah nekat pake loyang tulban, pantas aja cake-nya jadi pendek :D
Cake tape keju ini termasuk jenis butter type cake. Resepnya dapat dari majalah Sedap Sekejap jadul (kalo ga salah tahun 2002). Sebelumnya saya pernah bikin yang kuning dan putih telurnya dikocok terpisah dan pake minyak sayur, tapi hasilnya kurang lembut. Nyoba yang butter type cake, alhamdulillah hasilnya lebih lembut. Ntar kapan-kapan pengen nyobain resep cake tape lain, soalnya banyak variasi resep dan tentu saja akan menghasilkan tekstur yang berbeda.
So far, resep yang ini recommended buat dicoba.
Bahan :
200 gr tape singkong, buang serat kasarnya dan haluskan
100 ml santan kental
100 gr margarin
120 gr gula kastor (gula pasir yang diblender halus)
120 gr terigu, diayak
4 butir telur
50 gr keju parut
Cara membuat :
1. Campur tape dan santan, sisihkan.
2. Kocok margarin dan gula sampai lembut, masukkan telur satu persatu, kocok hingga tercampur rata.
3. Masukkan campuran tape dan santan secara bertahap. Kocok dengan kecepatan rendah hingga rata.
4. Tambahkan terigu sedikit demi sedikit. Aduk rata dengan spatula.
5. Siapkan loyang tulban diameter 20 cm atau loyang loaf yang telah disemir sedikit margarin dan ditaburi terigu. Tuang adonan ke dalam loyang, taburi dengan keju parut.
6. Panggang pada suhu 180 C selama 40-45 menit.
Cake tape keju ini termasuk jenis butter type cake. Resepnya dapat dari majalah Sedap Sekejap jadul (kalo ga salah tahun 2002). Sebelumnya saya pernah bikin yang kuning dan putih telurnya dikocok terpisah dan pake minyak sayur, tapi hasilnya kurang lembut. Nyoba yang butter type cake, alhamdulillah hasilnya lebih lembut. Ntar kapan-kapan pengen nyobain resep cake tape lain, soalnya banyak variasi resep dan tentu saja akan menghasilkan tekstur yang berbeda.
So far, resep yang ini recommended buat dicoba.
Bahan :
200 gr tape singkong, buang serat kasarnya dan haluskan
100 ml santan kental
100 gr margarin
120 gr gula kastor (gula pasir yang diblender halus)
120 gr terigu, diayak
4 butir telur
50 gr keju parut
Cara membuat :
1. Campur tape dan santan, sisihkan.
2. Kocok margarin dan gula sampai lembut, masukkan telur satu persatu, kocok hingga tercampur rata.
3. Masukkan campuran tape dan santan secara bertahap. Kocok dengan kecepatan rendah hingga rata.
4. Tambahkan terigu sedikit demi sedikit. Aduk rata dengan spatula.
5. Siapkan loyang tulban diameter 20 cm atau loyang loaf yang telah disemir sedikit margarin dan ditaburi terigu. Tuang adonan ke dalam loyang, taburi dengan keju parut.
6. Panggang pada suhu 180 C selama 40-45 menit.
Tuesday, March 30, 2010
Caramel Cake
Sebenarnya sudah sering bikin cake ini tapi selalu lupa untuk dijepret. Soalnya cake ini salah satu kesukaan suami, seringnya dah keburu habis sebelum dijepret.
Mungkin ini posting terakhir Dapur Mungil dari Tsukuba. Mulai April, Dapur Mungil akan pindah ke Cibinong, Bogor. Update menu dapur insyaAllah akan dilanjutin dari sana. Tapi tentu butuh waktu untuk bisa tune in di Dapur Mungil ini lagi. Selama masa adaptasi nanti, supaya yang mampir tidak terlalu kecewa, ada sedikit menu yang sudah dijadwalkan untuk naik tayang.
Harapan saya, semoga isi dapur ini (baik itu resep, tips ataupun trik memasak) bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para pemula di dunia dapur, food lover, home maker, foodie blogger, serta siapa saja yang memiliki curious about food.
Ok, balik ke caramel cake lagi ya.... :)
Bahan :
215 gr gula pasir
225 ml air panas
90 gr terigu
25 gr maizena
4 butir telur
75 gr margarin
125 ml susu kental manis (SKM)
1 sdt baking soda
Cara membuat :
1. Panaskan gula (dibuat caramel) dengan api sedang, tanpa diaduk, hingga semua gula menjadi coklat gelap. Kecilkan api lalu tuang air panas sedikit demi sedikit.
Hati-hati, terkena cipratannya.
2. Biarkan caramel mendidih dan mengental, matikan api lalu biarkan dingin.
3. Campur terigu, maizena dan baking soda. Ayak lalu sisihkan.
4. Kocok ( bisa pakai whisker) margarin dan SKM sampai tercampur rata.
5. Masukkan telur satu persatu, kocok hingga rata. Tidak perlu sampai mengembang.
6. Masukkan caramel dingin, aduk rata.
7. Masukkan campuran terigu sambil diaduk rata.
8. Tuang adonan ke dalam loyang tulban (atau loyang lainnya) diameter 20 cm, yang telah diolesi sedikit margarin.
9. Panggang dengan panas sedang (160-170 C) selama 40-45 menit.
Recipe source : Fatmah B (NCC).
Wednesday, February 24, 2010
Cake Potong Coklat
Cake potong begini, cukup praktis untuk snack ataupun dessert. Disajikan dalam potongan kecil, beralaskan allue foil ataupun paper cup, bisa langsung dinikmati walaupun tanpa sendok. Praktis bukan?! Membuatnya juga ga perlu waktu lama karena satu loyang persegi bisa dapat beberapa potong. Lalu untuk mempercantik tampilannya, oleskan dengan whipped/butter cream tipis, taburi coklat serut dan beri topping buah. Tuh lihat, cantik kan?!
Sunday, January 3, 2010
Masak Bareng : Chocolate Cake
"ga ada fireworks ataupun suara petasan. yg ada suara mixer dan tahun tetap berganti. Happy new year! (smoga tetangga ga tertanggu dgn suara mixer, hihihihi...)"
Ya begitulah acara malam tahun baru saya kemarin. Memberdayakan mixer dan peralatan baking demi cake request suami serta untuk dibawa ke rumah salah satu teman yang mengundang saya makan siang pada tanggal 2 Januari.Saya bikin 2 loyang chocolate sponge cake, satu loyang didekor yang satunya cuma dioles cream sisa-sisa ngedekor aja. Cake dibawah ini, yang saya bawa ya.. Yang untuk di rumah, ga masuk tayang. Hehehe...
Resepnya sabar ya.... bakal diposting kok ;)
Bahan :
3 butir telur utuh
4 kuning telur
120 gr gula pasir
85 gr terigu
35 gr coklat bubuk
10 gr baking powder
1/2 sdt vanili bubuk
80 gr margarin/butter, dicairkan
2 sdm susu cair
Cara membuat :
1. Campur terigu, coklat bubuk dan baking powder. Ayak lalu sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai mengembang dan kental berjejak. Tambahkan vanili.
3. Turunkan speed mixer, masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga rata.
4. Masukkan margarin dan susu cair. Aduk dengan mixer speed paling rendah ataupun spatula. Aduk hingga benar-benar rata dengan cara aduk balik : gerakkan spatula dari pinggir hingga bagian tengah dasar wadah, lalu naikkan adonan dasar tersebut sampai ke permukaan adonan. Kalo belum tercampur rata, nanti akan terlihat margarin cair yg belum tercampur. Margarin yg masih terpisah inilah yang menyebabkan cake esring bantat.
*cara yang sering saya pakai untuk menghindari bantat : terigu dan margarin dimasukkan secara berseling sehingga saat mengaduk terigu, margarin pun ikut teraduk.
5. Siapkan loyang bulat diameter 18 cm (bisa juga loyang persegi 18 cm), alasi dasarnya dengan kertas roti. Tuang adonan ke loyang, banting sedikit loyangnya agar gelembung udara di dalam adonan menjadi pecah.
6. Panggang pada suhu 180 C selama 10 menit, lanjutkan dengan suhu 170 C selama 15-20 menit. Atau sesuaikan dengan kondisi oven.
Wednesday, October 28, 2009
Japanese Cheesecake (JCC)
Dan hasilnya, taraaaaa... Ringan dan lembut membelai lidah. Pokoknya ga cukup sepotong! Apalagi cheesecake-nya ada satu loyang di depan mata, wooaa... betul-betul menggoda buat dihabisin dah! Kalo ikutan tergoda buat nyicipin, boleh pesan lho... ;)
Bahan A :
50 gr terigu
50 gr maizena
Bahan B :
250 gr cream cheese
60 gr mentega tawar / unsalted butter
120 ml whipped cream
5 kuning telur
2 sdt parutan kulit lemon
1/8 sdt garam halus
Bahan C :
5 putih telur
125 gr gula pasir berbutir halus
1 sdt air lemon
Topping : 5 sdm (munjung) selai strawberry dilarutkan dgn 5 sdm air hangat. Aduk rata lalu dinginkan.
Cara membuat :
1. Campur bahan A, diayak lalu sisihkan.
2. Campur butter, cream cheese dan whipped cream. Tim hingga semua bahan leleh dan tercampur rata.
3. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk /dikocok dengan speed paling rendah.
4. Tambahkan kuning telur satu persatu, aduk hingga rata. Lalu masukkan kulit lemon dan garam, aduk rata.
5. Kocok putih telor bahan C, masukkan gula sedikit demi sedikit. Selingi dengan menambahkan air lemon. Kocok hingga terbentuk soft peak, cirinya saat mixer diangkat terbentuk kerucut tumpul. Dan bila wadahnya dimiringkan, putih telurnya tidak bergerak.
6. Masukkan 1/3 bagian bahan C ke adonan cream cheese, aduk rata dengan spatula. Lalu tuang ke dalam sisa bahan C (putih telur). Aduk hingga tercampur rata.
7. Siapkan loyang bulat diameter 22 cm, alasi dengan kertas roti. Tuang adonan, lalu panggang dengan cara au bain marie (steam bake), pada suhu 150 C selama 50-60 menit.
8. Setelah matang, dinginkan di dalam kulkas minimal 2 jam. Biar bisa rapi saat dipotong.
9. Sajikan dengan topping-nya.
Note : Topping kalo di resep pake apricot glaze, yang ini pake strawberry glaze.
Tips :
- Sebaiknya pakai loyang oval atau loaf, teksturnya menjadi lebih soft dibanding loyang bulat dan lebih mudah saat dipotong. Kalo pake loyang bulat, gampang protol-protol saat dipotong, harus ekstra hati-hati memotongnya.
- Cara memanggang au bain marie (steam bake), loyang yang berisi adonan (L1) diletakkan pada loyang lain yang lebih besar (L2), tapi tingginya tidak lebih dari setengah tinggi L1. Ke dalam L2 diisi sedikit air panas.
Wednesday, May 6, 2009
Apple Pie
Pie ini pake filling apple yang direbus campur gula, kayu manis dan sedikit air lemon, hmmm...wangi, asem, manis, segeeer deh. Yang mau nyobain, silahkan. Yakin deh, makan sepotong ga bakalan cukup!!
Bahan kulit :
150 gr terigu all purpose
50 gr terigu protein tinggi
150 gr butter (saya campur margarin dengan perbandingan 50:50)
50 gr gula halus
1/4 sdt garam
4-5 sdm air es
Bahan filling:
1 buah apple ukuran besar, kupas lalu diiris sesuai selera
30 gr gula pasir
1 sdt cinnamon powder (ga punya, saya ganti 4 cm cinnamon stick)
80 ml air
Bahan olesan : kuning telur(saya ga pake, hemat telor hehehe...)
Cara membuat :
1. Campur kedua tepung, gula halus, garam dan butter yang telah dipotong-potong. Aduk dengan pastry knife, food processor atau 2 buah garpu besar. Yang penting jangan pake tangan langsung ya... Biar kulitnya jadi renyah. Aduk sampai berbintil-bintil kasar.
2. Masukkan air es sedikit demi sedikit. Aduk lagi sampai tercampur rata.
3. Bungkus adonan dengan plastik lalu istirahatkan 30 menit di dalam kulkas.
4. Sementara itu buat filling. Campur semua bahan filling dalam panci, lalu panaskan hingga airnya habis. Sisihkan.
5. Ambil adonan kulit pie. Pipihkan dengan rolling pin sampai setebal 8 mm - 1 cm. Kira-kira 1/3 bagian ruas jari. Lalu gulung dengan rolling pin, letakkan pada loyang pie berdiameter 22 cm. Rapikan pinggirnya, kalau perlu digunting. Sisa adonannya dipotong selebar 1-1,5 cm untuk penutup di atas filling.
6. Tusuk-tusuk dasarnya dengan garpu. Lalu beri atasnya kertas roti, isi dengan pemberat (bisa biji/kacang).
7. Panggang pada suhu 180 C selama 10 menit. Lalu keluarkan dari oven, angkat biji-bijian pemberatnya. Isi dengan filling, lalu susun sisa adonan kulit menyerupai jaring di atasnya.
8. Panggang lagi pada suhu yang sama selama 10 menit.
Recipe source : Book of Basic Cake & Cookie
Friday, January 2, 2009
Chiffon Cake Ketan Hitam
Resepnya pake dari blog alm. mbak Ruri, dan saya tambahkan sedikit tepung maizena supaya tambah lembut. O iya, resepnya disesuaikan dengan ukuran loyang chiffon dan kondisi oven yang saya punya ya...
Bahan A :
4 putih telur
75 gr gula pasir
1/2 sdt garam halus
1 sdt air lemon/jeruk nipis
Bahan B :
25 gr gula pasir
4 kuning telur
70 gr tepung ketan hitam
5 gr tepung maizena
50 ml salad oil
50 ml santan (kekentalan sedang)
Cara membuat :
1. Kocok bahan A : kocok putih telur dengan menambahkan gula sedikit demi sedikit , tambahkan pula air lemon. Kocok sampai mengembang dan terbentuk soft peak. Sisihkan
2. Kocok bahan B : telur dan gula sampai kental dan gula larut. Tambahkan tepung ketan hitam yang dicampur maizena dan diayak. Tambahkan santan, kocok rata. Lalu masukkan minyak, kocok rata dengan speed paling rendah.
3. Masukkan kocokan putih telur (bahan A) sedikit demi sedikit ke bahan B. Aduk rata dengan spatula. Kalau kocokan putih telurnya berair, cukup ambil busanya saja.
4. Tuang adonan ke loyang chiffon diameter 17 cm (tanpa dioles margarin/minyak). Panggang pada suhu 170 derajat C selama 20 menit, lanjutkan dengan suhu 160 C selama 10-15 menit.
5. Keluarkan cake dari oven, balikkan loyang (bisa juga disanggah dengan botol) dan biarkan dingin. Lalu keluarkan dari loyang dengan menyelipkan spatula/pisau panjang di antara cake dan loyang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















