Wednesday, June 25, 2014
Mensiasati Menu Berbuka Puasa dan Sahur
Untuk contoh persiapan menu berbuka dan sahur sudah pernah posting, silahkan lihat di sana dan sini.
Selain itu ada juga makanan / lauk tambahan yang bisa disiapkan dari jauh-jauh hari. Seperti kering kentang, kering tempe, balado teri kacang, rolade, nugget dan abon. Makanan tersebut bisa disediakan dalam jumlah banyak dan tahan lama. Jadi saat kepepet tinggal tambah sayuran aja.
Selama bulan puasa saya sering mensiasati menu supaya tidak berlama-lama di dapur. Caranya dengan membuat porsi lebih banyak untuk makanan yang bisa disimpan di kulkas. Tapi tentu saja tidak dikonsumsi untuk hari yang berurutan ya?! Biar tidak bosan :D
Contohnya seperti menu ayam goreng. Biasanya saya mengungkep ayam untuk porsi 2-3 hari. Setelah diungkep sampai bumbu meresap, pisahkan menjadi 3 bagian menggunakan wadah tertutup (bisa juga dibungkus plastik). Lalu simpan di dalam freezer, kecuali bagian yang mau dikonsumsi saat itu. Nanti tinggal dikeluarkan kurleb 1 jam dari freezer (kalo ada microwave tinggal defrost aja), siap untuk digoreng. O iya, bumbu ungkepnya jangan dibiarkan mengering ya?! Sisakan sedikit, pisahkan juga dari potongan ayam trus simpan juga di freezer. Buat apa sih ?? Sisa bumbu itu nanti bisa dicemplungin ke dalam rebusan air, ditambah daun salam, daun jeruk, lengkuas dan sereh nanti bisa jadi kuah soto. Tinggal tambahin daging ayam goreng yang disuwir-suwir, plus pelengkap menu soto ayam seperti soun, irisan kubis, toge, jeruk nipis, sambal dll.
Masakan lain yang bisa diperlakukan seperti itu adalah :
Rendang, simpan di freezer.
Bacem tempe/tahu, simpan di chiller aja, ga udah masuk freezer.
Telur pindang, simpan di chiller.
Empal gepuk sebelum digoreng, simpan di chiller.
Rolade ayam / tahu, simpan di freezer.
Untuk sayuran agak susah untuk disiasati seperti itu. Kalaupun ada, ya terbatas. Kalo di rumah saya, senangnya sayur bening sih (biar tenggorokan nyaman saat berpuasa). Bumbunya simple dan prosesnya juga cepat.
Semoga bermanfaat ya. Dan Dapur Mungil mengucapkan, Selamat Menjalani Shaum Ramadhan.
Monday, November 25, 2013
Apa Ciri Telur yang Segar?
Untuk membuat kue atau cake, telur seringkali menjadi faktor penting dalam mendapatkan hasil yang baik. Kesegaran telur yang digunakan akan mempengaruhi hasil kuenya. Terlihat dari proses pengocokan telur. Bila telur kurang segar, kocokan lambat naik ataupun malah bisa tidak mengembang seperti yang diinginkan. Namun banyak orang yang belum bisa membedakan mana telur yang segar dan mana yang sudah lama.Telur yang segar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Terasa berat saat dipegang.
- Kulit atau cangkangnya mulus, tidak terasa kasar.
- Saat dikeluarkan dari kulitnya, permukaan kuning telur membulat dan tidak mudah buyar atau bercampur dengan bagian putihnya.
Warna kuning telur, tidak berpengaruh terhadap kesegaran. Tingkat warna yang berbeda dipengaruhi oleh jenis pakan yang diberikan.
Untuk mempertahankan kesegaran telur, kita perlu memperhatikan cara penyimpanannya. Sebelum disimpan di dalam kulkas, cuci dan bersihkan dulu dari kotoran yang menempel pada kulitnya. Setelah itu letakkan pada rak telur yang ada di dalam kulkas dengan ujung yang lebih lancip berada di bawah. Janganlah membiasakan membeli telur retak karena rentan terkontaminasi bakteri/kuman.
Selamat memilih telur. Dan semoga bermanfaat :)
Sunday, June 30, 2013
Menu Berbuka Puasa & Sahur
Susunan menu puasa kali ini, hampir sama dengan yang tahun lalu. Hanya ada sebagian perubahan saja. Yang sama adalah menghindari santan. Karena suami saya belum bisa menikmati masakan bersantan, kecuali santan encer. Bagi yang suka menu bersantan, silahkan disesuaikan. Dan tentu saja, hampir semua menu tersebut posted di dapur ini. Sehingga bila ada yang belum tahu resepnya, silahkan 'search recipe' ya.... :)
Ada beberapa masakan yang bisa dicicil dari beberapa hari sebelumnya. Seperti empal gepuk bisa dibumbui 2 hari sebelumnya lalu simpan di kulkas, jadi tinggal digeprek dan digoreng sebelum disajikan. Rolade tahu biasanya tahan 2-3 hari di dalam kulkas asalkan masih terbungkus. Begitu pula dengan bacem yang sudah dibumbui, masukin kulkas dengan wadah tertutup rapat lalu digoreng saat mau disajikan. Dengan begitu, kita bisa menghemat waktu di dapur.
Semoga bermanfaat dan silahkan mengutak-atik menu bila dirasa kurang pas dengan selera.
Dan saat sahur, usahakanlah untuk mengurangi makanan yang berminyak agar tenggorokan tidak terlalu kering di waktu siang.
Dapur mungil mengucapkan, Selamat menunaikan shaum Ramadhan.
Note : klik pada gambar untuk lebih jelas.
Monday, July 23, 2012
Menu Berbuka & Sahur
Berikut ini susunan menu berbuka dan sahur dari dapur saya. Sebagian besar resepnya sudah pernah ditayangkan.Yang mau nyontek, silahkan masukin kata kunci ke "search recipe" ya... Menunya disusun untuk 10 hari, hari ke-11 tinggal ngikuti menu pertama aja atau dengan bahan dasar yang sama tapi diganti bumbunya. Misalnya ayam goreng diubah jadi ayam bakar. Bistik jawa bisa diubah jadi semur daging atau rawon. Pepes ikan bisa diganti ikan rica-rica ataupun balado. Just be creative!
Menu ini memang sengaja tidak memasukkan masakan yang memakai santan. Untuk takjil yg seharusnya memakai santan, saya ganti susu kental manis atau pake santan encer. Karena suami saya, sedang menghindari santan. Harap dimaklumi ya..
Terus khusus untuk menu sahur, sesuai request penikmat masakan saya, harus ada kuah-kuah / bening. Biar segar dan tidak membuat tenggorokan cepat kering saat berpuasa. Ok, here we go.
Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan.
Note : klik tabel untuk lebih jelas.
Monday, April 16, 2012
Chiffon Cake : Tips & Trik
Dari referensi yang saya baca, kunci sukses membuat chiffon cake ada pada kocokan putih telur.Untuk adonan kuning telur ga terlalu berpengaruh, asalkan takarannya tepat dan wadah pengaduknya bebas air dan lemak serta adonan dikocok sampai rata dan gula larut. Nah pada tips ini saya akan lebih banyak menekankan pada putih telurnya.
1. Pastikan wadah dan alat pengocok putih telur kering, bebas dari air dan lemak/minyak.
2. Loyang tidak perlu dioles dengan margarin.
3. Saat mengocok putih telur, jangan mencampur gula pasir sekaligus tetapi masukkan sedikit demi sedikit. Kalo sekaligus, adonan jadi berat saat dikocok dan susah naik. Saat putih telur mulai berbusa baru masukkan air jeruk nipis / lemon (pengganti cream of tartar).
4. Gunakan mixer dengan kecepatan rendah, kocok sampai mengembang kaku. Kalo skala kecepatannya ada 5, pake kecepatan skala 3 atau 2 aja. Ini supaya terbentuk soft peak, kalo kecepatan tinggi hasilnya cenderung hard peak. Pengalaman saya, kalo hard peak ntar hasil setelah cake dipanggang, permukaannya agak cekung. Kalo pake soft peak, permukaannya datar.
Putih telur yang soft ataupun hard peak, sama-sama mengembang kaku dan bila wadahnya dimiringkan, adonan tidak bergerak. Bedanya kalo soft peak, warna adonan putih mengkilap /shiny/glossy. Kalo hard peak, ga mengkilap.
5. Kocokan putih telur dimasukkan sedikit demi sedikit (kira-kira 4-5x masuk) ke dalam adonan terigu. Tiap kali dimasukkan sambil diaduk rata dengan sendok kayu atau whisker, jangan pake mixer listrik ya... Ambil busanya saja pake sendok jangan dituang langsung. Soalnya kocokan putih telur sering berair di dasar wadah. Air ini kalo tercampur dengan adonan terigu bikin bantat. Jadi cukup ambil adonan busanya aja.
6.Chiffon cake tidak perlu dipanggang pada suhu tinggi seperti sponge atau butter cake. Kalo suhu terlalu panas, cake cepat naik tapi permukaannya akan pecah. Sebaliknya kalo suhu agak direndahkan, cake naik perlahan-lahan dan permukaannya akan rata dan mulus.
Waktu masih tinggal di Jepang saya pake oven listrik 2 in 1 dengan microwave, untuk chiffon cake pake suhu 170 derajat Celcius selama 20 menit trus dilanjutkan suhu 160 derajat selama 10-15 menit. Di Cibinong saya masih pake oven tangkring (otang) merk Mickey Mouse yang ga ada pengatur suhunya. Tapi tetap bisa bikin chiffon cake loh.. :) Caranya dengan mengontrol api kompor (saya pake kompor gas). Di kompor saya, untuk cake lain (yang perlu suhu oven 180 derajat Celcius) pake skala api 3/4 dari api maksimum. Nah untuk chiffon, pakenya kurang dari 3/4 skala maksimum tetapi lebih dari 1/2 (medium). Smoga bisa dimengerti ya maksudnya. Memang butuh waktu pemanggangan sedikit lebih lama. Untuk loyang diameter 17 cm, kurleb 40 menit, tapi tetap suhunya saya turunkan pada 15 menit terakhir. Atau saat cake sudah naik sampai batas atas loyang, walaupun belum 25 menit kecilkan sedikit api kompornya. Ini biar adonan ga tumpah/luber saat dipanggang.
7. Setelah cake matang, biarkan dingin dengan meletakkan secara terbalik. Biasanya loyang chiffon dilengkapi kaki untuk menyangga secara terbalik. Bila loyang tidak ada kakinya, bantu dengan botol sebagai penyangga. Atau cara lainnya, diletakkan terbalik di atas rak kawat. Prinsipnya, diltakkan terbalik namun tetap ada aliran udara dan cake bisa turun sendiri. Biasanya saya dinginkan kurleb 4 jam. Bila cake belum bisa lepas sendiri, lepaskan dengan menyelipkan pisau tipis di bagian pinggirnya sambil diputar mengelilingi cake dan loyang bisa dilepaskan.
Wednesday, October 28, 2009
Japanese Cheesecake (JCC)
Dan hasilnya, taraaaaa... Ringan dan lembut membelai lidah. Pokoknya ga cukup sepotong! Apalagi cheesecake-nya ada satu loyang di depan mata, wooaa... betul-betul menggoda buat dihabisin dah! Kalo ikutan tergoda buat nyicipin, boleh pesan lho... ;)
Bahan A :
50 gr terigu
50 gr maizena
Bahan B :
250 gr cream cheese
60 gr mentega tawar / unsalted butter
120 ml whipped cream
5 kuning telur
2 sdt parutan kulit lemon
1/8 sdt garam halus
Bahan C :
5 putih telur
125 gr gula pasir berbutir halus
1 sdt air lemon
Topping : 5 sdm (munjung) selai strawberry dilarutkan dgn 5 sdm air hangat. Aduk rata lalu dinginkan.
Cara membuat :
1. Campur bahan A, diayak lalu sisihkan.
2. Campur butter, cream cheese dan whipped cream. Tim hingga semua bahan leleh dan tercampur rata.
3. Masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk /dikocok dengan speed paling rendah.
4. Tambahkan kuning telur satu persatu, aduk hingga rata. Lalu masukkan kulit lemon dan garam, aduk rata.
5. Kocok putih telor bahan C, masukkan gula sedikit demi sedikit. Selingi dengan menambahkan air lemon. Kocok hingga terbentuk soft peak, cirinya saat mixer diangkat terbentuk kerucut tumpul. Dan bila wadahnya dimiringkan, putih telurnya tidak bergerak.
6. Masukkan 1/3 bagian bahan C ke adonan cream cheese, aduk rata dengan spatula. Lalu tuang ke dalam sisa bahan C (putih telur). Aduk hingga tercampur rata.
7. Siapkan loyang bulat diameter 22 cm, alasi dengan kertas roti. Tuang adonan, lalu panggang dengan cara au bain marie (steam bake), pada suhu 150 C selama 50-60 menit.
8. Setelah matang, dinginkan di dalam kulkas minimal 2 jam. Biar bisa rapi saat dipotong.
9. Sajikan dengan topping-nya.
Note : Topping kalo di resep pake apricot glaze, yang ini pake strawberry glaze.
Tips :
- Sebaiknya pakai loyang oval atau loaf, teksturnya menjadi lebih soft dibanding loyang bulat dan lebih mudah saat dipotong. Kalo pake loyang bulat, gampang protol-protol saat dipotong, harus ekstra hati-hati memotongnya.
- Cara memanggang au bain marie (steam bake), loyang yang berisi adonan (L1) diletakkan pada loyang lain yang lebih besar (L2), tapi tingginya tidak lebih dari setengah tinggi L1. Ke dalam L2 diisi sedikit air panas.
Tuesday, May 19, 2009
Homemade : Tempe
Berdasarkan pengalaman, suhu yang baik untuk proses fermentasi tempe berkisar antara 20 - 35 derajat Celcius. Untuk Tsukuba ( dan kota lainnya yang masih berada di area Kanto), mulai pertengahan bulan Mei - awal Juli dan pertengahan Agustus - awal Oktober, bila hanya mengandalkan suhu kamar. Kalau suhu terlalu panas, hasilnya tidak begitu bagus. Sedangkan di musim dingin, harus setting suhu kamar pada 20-35 derajat secara stabil.
Ada berbagai cara membuat tempe. Berikut ini cara yang cukup simpel menurut saya, hasil uji coba dari berbagai cara yang dikombinasikan. Selain itu saya baru bereksperimen membuat tempe tanpa ragi, tapi menggunakan irisan tempe segar. Eksperimennya berhasil lho... ga beda dengan yang menggunakan ragi. Tapi perlu modal beli tempe segar dulu. Kalo pake frozen tempe, kurang tahu ya. Barangkali ada yang mau bereksperimen? Ntar sharing pengalamannya ya...
Silahkan disimak cara berikut ini bagi yang mau nyoba bikin tempe. Smoga bisa dimengerti walaupun tanpa foto step by step.
Bahan :
500 gr kedele (baiknya pakai kedele kecil)
1 gr (1/2 sdt) ragi tempe atau kurleb 20 x 20 x 0,5 cm irisan tempe segar.
1,5 sdm asam cuka
Plastik atau daun pisang untuk membungkus, secukupnya.
Tusuk gigi
Cara membuat :
1. Masukkan kedele ke dalam panci, beri air secukupnya (banyak juga gpp). Rebus hingga 5 menit setelah mendidih, matikan api kompor, tutup panci dengan rapat. Biarkan kurleb 30 menit atau hingga kedele membesar dan airnya menjadi hangat-hangat kuku.
2. Remas-remas kedele agar kulitnya banyak mengelupas. Pisahkan kedele dan kulitnya, bilas dengan air sekali saja.
3. Tambahkan lagi air, rebus kembali hingga empuk.
4. Kira-kira 5 menit sebelum api kompor dimatikan, tambahkan asam cuka sambil diaduk hingga rata. Matikan api, angkat dan tiriskan. Cuka berfungsi untuk memberi suasana asam pada kedele sehingga saat proses fermentasi, hanya jamur tempe yang tumbuh tanpa kontaminan lain.
5. Tempatkan kedele pada nampan/tempat yang lebar, biarkan hingga dingin tapi jangan dingin seperti es. Kalau masih panas, jamur tempe tidak akan tumbuh.
6. -Taburkan ragi secara merata. Lalu bungkus dengan plastik/daun, rekatkan plastik dengan nyala lilin, kalo daun pake lidi. Tusuki dengan tusuk gigi tiap jarak 2-3 cm.
- Kalau ga punya ragi, bisa diganti dengan irisan tempe segar yang dicincang halus. Lalu dicampur secara merata dengan kedele, dan proses seterusnya sama.
7. Letakkan bungkusan tempe yang belum jadi itu di dalam kardus tertutup. Diamkan selama 24 jam atau hingga bungkus plastik berkeringat lalu buka tutup kardusnya. Balikkan posisinya, yang sebelumnya di atas jadi di bawah. Kalau sebelum 24 jam sudah berkeringat, tutup kardus langsung dibuka ya. Biarkan hingga jamurnya tumbuh memutih.
Biasanya 2 hari 2 malam (48 jam), tempe sudah jadi. Tapi kadang bisa lebih lama, perhatikan aja warna jamur dan baunya. Kalau jamurnya tetap putih dan tidak berbau busuk, sepertinya tidak masalah kok. Selamat mencoba!
Tips :
a. Meletakkan bungkusan tempe di dalam kardus bersih, jangan ditumpuk-tumpuk, cukup sebaris saja. Kalau bikinnya banyak berarti gunakan kardus lebih banyak atau yang lebih lebar. Supaya jamur tempe mendapatkan aerasi yang cukup.
b. Selain pake kardus, bisa juga pake rak kawat jadi posisi atas-bawah ga perlu dibalik.
b. Untuk mendapatkan tempe yang tidak gampang patah saat diiris/dipotong, isi dengan padat saat proses pembungkusan.
Thursday, December 4, 2008
Tulip Hana Makizushi
Sushi itu makanan Jepang yang sudah terkenal dimana-mana. Sushi berarti nasi yang dicampur dengan asam cuka. Ada beberapa tipe sushi, lebih jelasnya baca di sini ya.
Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman sempat belajar membuat hana makizushi bersama Kiyono sensei. Baru sempat posting sekarang karena baru selesai mengedit foto-fotonya. Dalam bahasa Jepang, hana berarti bunga. Makizushi terdiri dari gabungan kata maki yang berarti gulung/menggulung dan kata sushi. Menurit kaidah bahasa Jepang, kata "sushi" bila bergabung dengan kata lain yang mengawalinya, spelling-nya menjadi "zushi". Sehingga hana makizushi berarti sushi gulung yang berbentuk bunga.
Waktu itu kita belajar beberapa bentuk hana makizushi dan yang paling sulit untuk dibayangkan yang berbentuk bunga tulip ini, tapi setelah melihat langsung cara pembuatannya ternyata tak sesulit yang dibayangkan. Yang lainnya cukup mudah, kalo menurut saya. Hehehe... Nanti deh, bentuk bunga lainnya kalo pas bikin sendiri akan saya coba membuat foto step by step pembuatannya. Just wait and see... :D
Timun hijau, diiris sehingga menjadi 1/2 lingkaran tanpa menyertakan bijinya
Saturday, November 22, 2008
Kering Kentang
Bahan:
1 kg kentang tes (timbang udah dikupas)
250 gr kacang tanah kupas
½ butir jeruk nipis, ambil airnya >> saya pake 2 sdm air lemon
150 ml santan yang rada kental >>pokoke jangan santan encer
100 gr gula pasir
2 sdt garam atau secukupnya
4 lembar daun salam
4 sdm minyak sayur
Bumbu halus:
3 buah cabe merah
5 siung bawang putih
4 cm lengkuas
¼ sdt terasi (optional)
Cara membuat:
1. Kentang: potong2, iris tipis (pake serutan), cuci 3-4 kali sampe gak keruh lagi, lalu rendam air dingin. Goreng dalam minyak banyak sampe kering kuning keemasan, tiriskan dan angin2kan sampe dingin, masukin toples.
2. Kacang tanah: goreng matang, tiriskan, angin2 sampe dingin, masukin toples.
Campur kentang dan kacang goreng, aduk merata, sisihkan.
3. Panasin minyak, tumis bumbu halus dan daun salam sampe wangi dan mulei pekat.
Tuangi santan, tambahkan gula, garam dan air jeruk.
4. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk hingga kental (JANGAN SAMPE BERAMBUT). 5. Matikan api, masukin campuran kentang kacang sekaligus sambil diaduk2 dengan cepat (pake sendok kayu dan spatula) hingga bumbu merata.
6. Tebarkan di nampan plastik, angin2kan hingga dingin, simpan di toples.
Tips:
Penggunaan santan membuat kering kentang lebih gurih, renyah, lembut dan gak mudah mengkristal.
Pemasakan bumbu gula jangan sampe berambut, akan mengakibatkan mudah berkristal dan keras saat disimpan.
Biasanya kering kentang pake air asam. Aku lebih suka pake air jeruk, nurut aku menambah efek warna yang cantik. Kalo pake air asam warnanya jadi gelap dan rada suram, selain itu juga gampang basah gak awet renyah.
Sebisa mungkin buat kripik kentang tanpa “usaha2” untuk merenyahkan seperti merendam air garam ato dengan kapur sirih. Kripik kentang yang digoreng langsung ini efek renyahnya lembut di mulut sementara kalo direndam air garam mopun air kapur hasilnya renyah yang keras dan tajam/menusuk di mulut.
Wednesday, November 5, 2008
Homemade : Mie Telor
Penasaran pengen nyoba bikin mie telor sendiri, lagi pula sudah punya mesin pasta jadi apalagi yang ditunggu ;) Karena masih coba-coba, jadi bikin dalam porsi kecil dulu. Biar kalo ga berhasil, ga rugi bahan-bahannya. Resepnya saya pake resep NCC, tapi ditambah margarin sedikit biar lebih yummy. Yang tertera di bawah ini, resep dengan takaran versi saya.
Bahan :
200 gr terigu protein tinggi
2 butir telur (M size)
1 sdm margarin
Air untuk merebus secukupnya
Cara membuat :
Campur terigu dan telur, aduk rata. Lalu masukkan margarin, uleni sampai kalis dan elastis. Siapkan mesin pasta, ambil sekepal adonan lalu tipiskan (saya pake yang no.4). Lalu potong dengan pemotong mie yang berukuran 2 atau 3 mm. Lakukan hingga adonan habis. Supaya tidak lengket, taburi sedikit terigu. Kalau belum mau digunakan, masukkan mie ke dalam wadah tertutup rapat simpan di lemari pendingin. Bila mau langsung digunakan, didihkan air dalam panci, rebus mie sampai terapung lalu angkat dan tiriskan. Beri sedikit minyak goreng sambil diaduk-aduk. Mie telor siap digunakan.Tips :
Kalau sewaktu ditipiskan adonan menjadi robek, tambahkan sedikit terigu (1 sdm) uleni lagi hingga kalis. Sebaliknya bila adonan masih kaku, beri sedikit air lalu diuleni kembali.
Tuesday, October 21, 2008
Cheese Orange Cake
200 ml (1 kotak) whipped cream (kalo sekalian buat filling, baiknya pake 2 kotak)
30 gr gula pasir
4. Masukkan margarin secara bertahap, aduk rata. Bisa pake mixer atau spatula.
* saya ga pake, soalnya lagi ga punya kulitnya. Namanya juga persipan buru-buru :D
Tips : untuk menghindari cake bantat, campur orange juice dengan margarin cair aduk rata baru kemudian dimasukkan ke adonan. Aduk balik hingga margarin tercampur rata dengan adonan.
Wednesday, July 30, 2008
Masak Bareng : Lontong Lodeh
Resep lodeh sudah pernah saya posting. Untuk event ini saya ga nemu labu siam, jadi pake buncis dan rebung aja ditambah telur puyuh supaya lebih yummy, trus sebagian cabenya dihaluskan ;) Lontongnya saya buat dengan menggunakan aluminium foil. Mau tahu caranya??
Bahan : 2 cup beras Thailand (beras Jepang ga bisa padat kalo dibikin lontong). Aluminium foil secukupnya.
Cara membuat : beras dicuci bersih, lalu dimasak sampai menjadi nasi (seperti memasak nasi biasa, pake rice cooker juga ok). Setelah itu, ambil selembar aluminium foil dan buat gulungan seperti tabung, rapatkan sala
h satu ujungnya sehingga tertutup. Pada ujung lainnya yang masih terbuka, masukkan nasi sampai 2/3 volume tabung aluminium foil. Rapatkan kembali ujung yang terbuka tadi. Lakukan hal yang sama sampai seluruh nasi habis. Siapkan panci besar, masukkan lontong dan penuhi panci dengan air. Masak sekurangnya selama 1,5 jam (lebih lama juga gpp). Bila belum 1,5 jam airnya banyak berkurang, tambahkan dengan air hangat lalu teruskan memasak. Setelah matang, angkat dan tiriskan lontong. Usahakan lontong diletakkan dalam posisi tegak. Biarkan hingga dingin dalam suhu kamar.
Tips :gulungan aluminium foil usahakan berlapis ganda agar nasi tidak keluar saat dimasak. Gunakan beras Thai yang hasil nasinya lebih lunak/agak lengket untuk mendapatkan hasil lontong yang lebih baik.
Penyelesaian : Potong lontong, tata di piring saji. Beri sayur lodeh secukupnya. Lengkapi dengan kerupuk, bawang goreng dan sambal. Siap dinikmati.
Thursday, June 19, 2008
Putu Ayu
Bahan :
2 butir telur
80 gr gula
130 gr terigu
125 ml santan kental hangat
1 sdt pandan pasta
50 gr kelapa parut + sedikit garam
Minyak goreng untuk mengoles cetakan
Cara membuat :
Kocok telur dan gula sampai mengembang, tambahkan terigu sedikit demi sedikit. Selingi dengan menambahkan santan lalu masukkan pandan pasta. Aduk rata dengan spatula. Sementara itu panaskan kukusan dan beri alas serbet pada tutupnya. Isi dasar cetakan yang telah diolesi minyak dengan kelapa parut, tekan-tekan sedikit supaya padat. Selanjutnya tuang 2-3 sdm adonan. Kukus kurleb 10-15 menit.
Recipe source : Dapur Bunda
Tips mengolah kelapa kering
1. Bila parutan kelapa cukup kasar, blender sebentar untuk mendapatkan parutan yang lebih halus. Untuk kue biasanya perlu yang agak halus.
2. Basahi kelapa kering dengan air hangat. Kalo saya, 50 gr kelapa memakai kurleb 50 ml air hangat. Aduk-aduk, hingga menjadi lebih lunak. Supaya ga cepat basi, bisa dikukus selama 10 menit. Cara ini bisa digunakan untuk membuat kelepon, isi dadar gulung dan bumbu urap.
3. Untuk putu ayu, kelapa yang telah dibasahi air hangat tadi ditambahkan 5 sdm tepung maizena. Aduk-aduk hingga rata, tambahkan sedikit air hangat lagi bila perlu lalu kukus selama 10 menit. Setelah diangkat dari kukusan jangan diaduk-aduk lagi. Ambil secukupnya dengan menggunakan sendok teh, kemudian ratakan di dasar cetakan putu ayu.
Tuesday, April 29, 2008
Pandan Chiffon Cake
Duluuu... pertama kali nyoba, pake resep chocolate chiffon cake. Mau tahu hasilnya?? Bantat dengan sempurna. Penampakannya seperti brownies yang pake loyang tulban. Trus sebelum ini, nyoba bikin pandan chiffon cake (pake resep Ibu Fatmah Bahalwan NCC). Hasilnya udah seperti chiffon tapiii.... kapasitas loyang tidak sesuai dengan kuantitas bahan-bahan pada resep. Loyang yang saya punya, diameter 17 cm. Waktu itu pake setengah resep, adonan dituang sampai 3/4 tinggi loyang masih bersisa dan sisanya saya tuang ke loyang muffin, dipanggang pada suhu 180 derajat C selama 40 menit. Hasilnya mengembang dengan sukses sampe keluar dari loyang alias tumpah dan gosong permukaannya.
Dari kejadian itu dapat pelajaran berharga, khususnya buat saya yang masih beginner dalam dunia per-baking-an. Penting sekali membaca resep dengan teliti. Lalu pergauli dan kenali loyang serta oven yang kita punya (maaf, kalo bahasanya kurang pas) dengan baik. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Apa hubungannya ya??? Cari sendiri deh hubungannya. Trus yang ga kalah penting, usahakan untuk menyebutkan ukuran loyang pada saat posting resep, terutama resep cake.
Berikut ini resep pandan chiffon cake yang sudah disesuaikan dengan ukuran loyang dan kondisi oven saya. Untuk loyang diameter 20-22 cm, gunakan 1,5 resep dibawah ini.
Bahan A :
100 ml putih telur (3 putih telur M size)
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam halus
1/2 sdt air lemon
Bahan B :
3 butir kuning telur
20 gr gula pasir
5 gr susu bubuk (saya pake creamer powder)
5 gr tepung maizena
55 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
40 ml salad oil
40 ml santan kekentalan sedang /susu cair
1 sdt pandan pasta
Cara membuat :
2. Campur dan ayak terigu, maizena, susu bubuk dan baking powder. Sisihkan.
3. Kocok kuning telur dan gula (bahan B) sampai kental. Lalu turunkan kecepatan mixer, masukkan campuran terigu dan santan/susu cair secara berseling. Tambahkan pandan pasta, kocok sampai rata.
4. Masukkan salad oil sambil diaduk dengan spatula hingga rata.
5. Tambahkan kocokan bahan A sedikit demi sedikit, aduk rata dengan spatula. Bila kocokan bahan A berair pada bagian bawahnya, cukup ambil busanya saja.
6. Tuang adonan ke dalam loyang chiffon diameter 17 cm.
7. Panggang pada suhu 170 C selama 20 menit, kemudian lanjutkan dengan suhu 160 C selama 10-15 menit.
Aannddd..... beginilah hasilnya!



