Saturday, June 16, 2012

Brownies Kukus Coklat Pandan


Sebelumnya kan pernah posting brownies kukus juga, nah yang ini ada lapisan pandannya. Membuat cake ini memang agak ribet. Apalagi kalo kerja sendiri. Kalo saya, semua bahan (baik lapisan coklat ataupun pandan) disiapkan bersamaan. Jadi selesai mengocok adonan coklat, tinggal cuci kocokan trus dilap sampai kering, lanjut ngocok adonan pandan. Jadi kukusannya ga lama-lama nungguin adonan pandan.

Pada resep, lapisan pandan pake coklat putih. Karena saya ga punya stok, lagipula pakenya cuma sedikit, mau beli juga tanggung soalnya jarang dipake. Jadi di-skip aja. Karena ga pake coklat putih jadi ada perbedaan rasa dan tekstur. Lapisan coklat, pake dark cooking  chocolate (DCC), teksturnya agak padat. Nah, yang lapisan pandan, tanpa white cooking coklat (WCC), lebih spongie atau lebih ringan.

Menurut saya, aroma pandan yang membaur dengan coklat membuat rasa cake ini jadi legit. Over all, it's still moist and yummy.

Bahan coklat :
4 butir telur
130 gr gula pasir
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
100 gr terigu,diayak
25 gr coklat bubuk, diayak
100 gr margarin, dilelehkan
75 gr DCC, dilelehkan

Cara membuat :
1. Kocok telur, gula, gram dan vanili sampai mengembang.
2. Turunkan kecepatan mixer, masukkan campuran terigu dan coklat bubuk sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
3. Masukkan campuran margarin dan DCC, aduk rata sambil dibalik.
4. Panaskan kukusan hingga beruap banyak, alasi tutupnya dengan serbet. Siapkan loyang 22 x 22 cm, alasi dengan kertas roti.
5. Tuang adonan ke dalam loyang. Kukus selama 15 menit.

Bahan pandan :
4 butir telur
130 gr gula pasir
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili
125 gr terigu, diayak
100 gr margarin, dilelehkan
75 gr WCC, dilelehkan
2 sdm pandan pasta

Cara membuat :
Step 1 sampai 3, sama dengan di atas. Berikutnya langsung tuang adonan pandan ke loyang yang berisi lapisan coklat tadi. Kukus selama 20 menit. Angkat lalu dinginkan.

Note : saya bikin 1/2 resep pake loyang 18 x 18 cm.
Recipe source : Fatmah Bahalwan (NCC)

Thursday, June 7, 2012

Schotel Kentang

Ga cuma macaroni yang bisa dijadiin schotel. Yang satu ini bahannya memakai kentang. Resepnya dari Umi Rina (trims ya mbak), dibuat untuk bekal reuni di kebun raya Bogor minggu lalu. Makanan ini cukup mengeyangkan. Dinikmati dengan saos sambal jadi tambah sedap. Saya bikinnya sengaja di cup allue foil kecil, biar praktis ga perlu dipotong-potong.

Selain buat bekal, schotel kentang ini juga cocok untuk sarapan ataupun sajian arisan. Cobain yuuk...!
Bahan :
500 gr kentang, dipotong dadu
100 gr kacang polong (bisa diganti sayuran lain)
3 buah sosis, diiris tipis (bisa diganti daging giling / smoked beef / kornet)
500 ml susu cair
4 butir telur, dikocok lepas
3 sdm margarin untuk menumis
100 gr keju cheddar, diparut

Bumbu :
1 buah bawang bombay, dicincang halus
2 siung bawang putih, dicincang halus
1/4 sdt pala bubuk
1 sdm merica bubuk
1/2 sdt oregano bubuk (optional)
Gula dan garam secukupnya

Cara membuat :
1. Kukus kentang hingga setengah matang, kurleb 10 menit.
2. Panaskan margarin, tumis bumbu sampai wangi, masukkan irisan sosis / daging. Aduk-aduk, masak hingga sosis / daging berubah warna.
3.Campur susu dan kocokan telur. Masukkan bumbu yang telah ditumis tadi.
4. Siapkan pinggan tahan panas/pyrex (yang diolesi margarin) ataupun cup allue foil. Tata kentang di dasarnya, masukkan kacang polong / sayuran. Siram dengan campuran susu dan taburi keju parut.
5. Panggang pada suhu 180 C selama 45 menit, atau sampai tidak nempel bila dicek pakai tusuk gigi .

Friday, June 1, 2012

Lupis

Harus saya akui, tinggal di kampung sendiri itu kadang membuat terlena dan memanjakan. Salah satunya, saya merasakan curious yang menurun pada makanan. Maksudnya, karena tinggal beli dan banyak variasi jadinya tantangan untuk membuat makanan sendiri (homemade) jauh berkurang dibanding sewaktu merantau di negeri orang. Ini pengalaman saya pribadi lhoo...

Sampai ada kejadian suami saya sakit, dan menu makanannya jadi terbatas. Saya seakan disadarkan kembali bahwa homemade foods are better! Makanan enak banyak jualnya tapi yang enak, aman dan menyehatkan tetaplah buatan rumah. Setidaknya, makanan buatan rumah menggunakan bahan-bahan pilihan terbaik dari semua bahan yang ada. Maksudnya buatan rumah sendiri, bukan orang lain yang tidak kita kenal dengan baik.

Begitu pula ketika orang tua saya berkunjung beberapa waktu lalu. Mama cerita kalo papa sejak pensiun lebih sering ngemil dibanding sebelumnya. Mau beli khawatir, soalnya sudah berumur gini harus lebih menjaga makanan. Jadi mama berusaha bikin cemilan sendiri. Kalo tentang masakan/lauk, sejak dulu mama selalu memasak sendiri. Karena papa termasuk pemilih, dan kayaknya terlanjur addict sama masakan mama :D Kebetulan juga, mama memang senang masak dan selalu belajar menu-menu baru. Buat kami, masakan mama paling top deh.

Mama juga yang menyarankan saya, buat nyediain cemilan bikinan sendiri di rumah. Kata mama, jangan bikin roti aja tapi divariasiin, usahakan juga cemilan yang mengenyangkan. Hehehe...ketahuan deh, kalo seringnya bikin roti. Soalnya roti yang aman dan disukai suami saya. Dari ngobrol-ngobrol, akhirnya saya belajar bikin lupis. Mama cukup sering bikin lupis di rumah karena itu salah satu kesukaan papa. Kelapanya bisa diabaikan kalo takut kolesterol. Lagi pula, kalo merebusnya pake panci presto ga perlu lama-lama.
Thanks for the recipe, mom.

Bahan :
2 gelas beras ketan
1 sdt air kapur sirih (optional)
Daun pisang secukupnya
Lidi secukupnya

Kuah : 150 gr gula merah dipanaskan dengan 300 ml air + 1/2 sdt garam
Pelengkap : kelapa parut + sedikit garam dikukus sebentar.

Cara membuat :
1. Rendam beras ketan selama 1 jam lalu tiriskan.
2. Percikkan air kapur sirih pada beras ketan, aduk-aduk.
3. Siapkan selembar daun pisang dengan lebar kurleb 3 ruas jari. Salah satu ujungnya bentuk menjadi kerucut. Isi dengan 2-3 sdm beras ketan. Tutup hingga membentuk segitiga, sematkan dengan lidi. Usahakan tidak ada lubang di setiap ujungnya, kalau perlu ujungnya diikat dengan benang supaya ketannya tidak keluar. Lakukan terus hingga beras ketan habis.
4. Siapkan panci presto, beri air yang banyak atau hingga semua lupis tenggelam di dasar panci. Rebus selama 45 menit sejak panci berbunyi. Lalu angkat, dan tiriskan.
5. Nikmati setelah lupis dingin dan memadat. Dilengkapi dengan kuah gula merah dan taburan kelapa parut.

Note : kalo pakai panci biasa, butuh waktu sekurangnya 2 jam untuk merebus lupis.

Friday, May 25, 2012

Puding Bolu Koja

Bolu koja adalah salah satu kue dari Palembang. Jaman saya kecil, kue ini ditunggu-tunggu kalo mama saya pulang dari arisan. Karena sering banget jadi isi snack box acara-acara seperti arisan atau pertemuan lainnya.

Beberapa waktu yang lalu ada tetangga yang membawa kue mirip bolu koja ke pengajian. Saat dicicip, rasanya mirip banget sama bolu koja tetapi kok tekstur bagian dalamnya halus seperti baked puding (puding yang dipanggang), pinggir/luarnya tetap padat. Seingat saya, bolu koja tidak sehalus itu. Saya tanya deh resepnya, ternyata pake agar-agar dan dipanggangnya lama (bisa sampai 3 jam) pada kompor minyak tanah. Pantas saja dalamnya halus karena pake agar-agar. Pas ditanya nama kue, ibu itu lupa tapi katanya ini kue dari Palembang (dia dapat resep dari teman lamanya yang berasal dari Palembang).

Untuk lama memanggang, saya ubah menjadi 6o menit saja, trus lanjut dengan dikukus. Sayang gas-nya boo... Hemat energi, hemat biaya :D Trus karena mirip puding, ya sudah namanya saya ganti seperti judul di atas. Resepnya juga sudah dimodifikasi, telur dan gulanya saya kurangi biar tidak eneg.

Penasaran ama rasanya? Cobain yuuk! Dan kelebihannya, ga ada kata gagal atau bantat untuk kue ini.

Bahan :
3 butir telur
1 bungkus agar-agar hijau/bening
140 gr gula
165 gr terigu, diayak
750 ml santan + air pandan & suji
2 sdm susu bubuk
1/2 sdt vanili
1/2 sdt garam halus

Cara membuat :
1. Panaskan santan hingga mendidih, jaga jangan sampai pecah lalu diamkan agar menjadi hangat. Sisihkan.
2. Kocok telur, gula, garam halus dan vanili hingga mengembang.
3. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan kecepetan rendah, selingi dengan dengan menambahkan santan hangat.
4. Masukkan susu bubuk dan agar-agar, aduk rata dengan spatula.
5. Siapkan loyang tulban diameter 22 cm, olesi margarin dan taburi dengan terigu. Tuang adonan ke dalam loyang.
6. Panggang pada suhu 170 derajat C selama 60 menit atau hingga permukaannya mengering, lalu angkat.
7. Kemudian kukus selama 30 menit, agar matang sempurna dan tidak cepat basi.
8. Dinginkan di dalam lemari es sekurangnya selama 1 jam, setelah itu baru dipotong-potong.

Thursday, May 17, 2012

Brownies Kukus


Punya resep brownies kukus ini sejak jaman di Tsukuba dulu, sampe lupa sumbernya dari mana. Kalo ga salah, judulnya brownies kukus ala Amanda. Itu lho... brownies kukus yang asalnya dari Bandung. Berhubung resepnya udah dimodifikasi, jadi ini brownies kukus ala Shinta :D

Coba deh perhatikan foto-foto di atas, kelihatan ada bolong-bolong ya?! Hehehe... Itu karena setelah adonan dituang ke dalam loyang, langsung dikukus. Setelah browniesnya matang, dipotong-potong baru kelihatan kalo banyak bolong (rongga udara). Trus saya baca lagi cara pembuatannya, baru 'ngeh' kalo ini seperti membuat sponge cake. Seharusnya setelah dituang ke dalam loyang, dibanting-banting sedikit supaya rongga udaranya pecah (proses 'banting' ini yang ga ada di resep aslinya).

Soal rasa, mirip sama brownies kukus Bandung itu tapi kurang moist. Jadi saya basahi dengan simpel syrup yang ga terlalu manis. Soalnya brownies udah manis, kalo syrupnya manis juga, ntar blenger deh. Lagipula saya lebih suka kalo dominan rasa coklat dengan manis yang penasaran.

Bahan :
6 butir telur
225 gr gula kastor (saya 200 gr aja)
1/2 sdt vanili
1/2 sdt garam halus
125 gr terigu
50 gr coklat bubuk
75 ml salad oil
100 gr Dark cooking chocolate /DCC
75 ml susu kental manis/SKM (saya pake 50 ml)

Simpel syrup : 3 sdm gula/madu dilarutkan dengan 100 ml air panas, ditambah 1 sdm air lemon biar wangi.

Cara membuat :
1. Siapkanloyang, beri alas kertas roti dan panaskan kukusan, alasi tutupnya dengan serbet.
2. Lelehkan DCC dan salad oil dengan cara ditim. sisihkan.
3. Ayak terigu dan coklat bubuk , sisihkan.
4. Kocok telur dan gula sampai mengembang lalu matikan mixer.
5. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan spatula.
6. Ambil kurleb 5 sdm adonan, campurkan dengan coklat dan salad oil. Aduk rata lalu masukkan lagi ke dalam adonan terigu. Aduk dengan spatula hingga benar-benar rata dan pastikan tidak ada adoan coklat yang mengendap di dasar wadah.
7. Bagi adonan menjadi 3 bagian yaitu A, B dan C.
8. Adonan B dicampur dengan SKM, aduk rata.
9. Tuang adonan A ke dalam loyang, kukus selama 10 menit dengan api besar. Lalu tuang lagi adonan B, kukus 10 menit. Terakhir baru tuang adonan C, dan dikukus selama 20 menit.
10. Dinginkan brownies lalu keluarkan dari loyangnya. Siram dengan simpel syrup sambil diratakan. Biarkan selama beberapa saat, baru dipotong-potong.

Wednesday, May 9, 2012

Asam Padeh Tempe


Masakan ini memang tidak sepopuler rendang, walaupun sama-sama berasal dari tanah Minang. Perbedaannya dengan masakan Padang lainnya adalah tidak menggunakan santan. Jarang-jarang kan masakan Padang tanpa santan?! Tapi tetap memakai banyak cabe merah. Untuk mengimbangi rasa pedas, diperbanyak asamnya. Kalo saya, ditambah gula sedikit karena udah kebiasaan masak pake gula. Aslinya, masakan ini ga pake gula ya.

Biasanya yang dimasak dengan bumbu asam padeh ini, ikan laut (seperti tongkol) dan tetelan/daging bergajih. Tapi ada yang bilang pake tempe juga enak, makanya saya coba pake tempe. Ternyata emang sedap, apalagi dinikmati bersama nasi hangat, hmm.... nikmat sampe keringatan :D

Bahan :
1 papan tempe, potong 5x5 cm atau sesuai selera
6 buah tahu goreng (optional)
700 ml air
1 tangkai daun ruku-ruku/kemangi
1 lembar daun kunyit
1 biji asam kandis / 2 sdm air asam
Gula dan garam secukupnya

Bumbu halus :
6-8 butir cabe merah (kalo suka pedas, boleh ditambah)
3 siung bawang merah

Cara membuat :
1. Campur bumbu halus dengan air. Masak sampai mendidih.
2. Masukkan potongan tempe dan tahu. Masukkan pula daun-daun serta asam.
3. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap, lalu angkat.

Thursday, May 3, 2012

Pisang Aroma

Melihat pisang aroma yang dijual di pinggir jalan kok rasanya pengen banget nyicipin. Apalagi pas sedang digoreng, wanginya benar-benar menggugah selera.  Tapi pas didekati, jadi ga selera gara-gara melihat minyak gorengnya yang berwarana gelap. Mungkin minyaknya dah dipake berhari-hari. Apalagi menggoreng pisang kan harus pake minyak banyak, pasti selalu ada sisa jadinya dipake berkali-kali deh. Untuk alasan ekonomis sih cocok, tapi kalo untuk kesehatan, wuaa... itu sumber penyakit. Ya udah deh, mending bikin sendiri. Bikinnya sedikit aja, jadi minyaknya juga ga sisa banyak. Lagipula, bikinnya gampang kok.

Karena ga terlalu suka manis, di dalamnya tidak saya taburi gula pasir ataupun meises. Tapi atasnya saya beri keju parut dengan sedikit susu kental manis. Jadi ada rasa gurih dan creamy dari keju.

Bahan :
10 lembar kulit lumpia
5 buah pisang raja / uli / kepok (sesuai selera)
gula pasir secukupnya (optional)
Minyak untuk menggoreng

Bahan tambahan (optional) : meises coklat, keju parut, susu kental manis

Cara membuat :
1. Belah pisang menjadi dua.
2. Ambil selembar kulit lumpia, letakkan sepotong pisang. Taburi gula pasir secukupnya. Kalo suka rasa coklat, taburi meises secukupnya.
3. Lipat kulit lumpia sehingga pisang tertutup semua. Bisa juga dilipat seperti risoles. Rekatkan kulit dengan sedikit air. Lakukan juga untuk sisa pisang lainnya.
4. Panaskan minyak, goreng pisang hingga kuning kecoklatan. Angkat lalu tiriskan.
5. Buat yang suka gurih, taburi keju parut dan sedikit susu kental manis saat disajikan.



lowongan investasi kerja di internet