Showing posts with label hilangnya keperawanan. Show all posts
Showing posts with label hilangnya keperawanan. Show all posts

Monday, July 15, 2013

Diperkosa sepupu pacarku

Diperkosa sepupu pacarku

Diperkosa sepupu pacarku

Kejadian Cerita Seks Remaja : ini tepatnya beberapa tahun yg silam saat itu aku masih kuliah di kota m di pulau jawa, oh ya namaku mulev (bkn nm sebenarnya) aku ga ganteng-ganteng amat ya termasuk ukuran biasa-biasa aja lah, Cerita Seks Remaja : aku seorang anak laki-laki dari 4 bersaudara, semua saudaraku perempuan, aku anak ke-3. aku seorang mahasiswa perantau dari kalimantan dan menuntut ilmu sampai ke pulau jawa.

Cerita Seks Remaja : Di Perkosa Sepupu Pacarku | www.novelremaja.com

Pada saat liburan lebaran, sudah jadi kebiasaan para mahasiswa pasti balik kekampung halamannya tak terkecuali aku, saat itu ketika lebaran sudah berakhir dan aku kembali berangkat ke jawa menggunakan kapal motor tidar, saat itu harga tiket pesawat lg mahal-mahalnya makanya untuk mengirit biaya aku menggunakan angkutan laut. saat di atas kapal aku berangkat bertiga bersama teman-temanku, maklum mereka juga kuliah tapi di kota J. saat itu kami tidur di dek kapal sambil bercengkrama dan bermain kartu tiba-tiba ada seorang gadis melintas dan biasanya tahu sendiri apa yg dilakukan anak muda, ya menggomballah!!

Akhirnya kami berkenalan namanya yati katanya sih dia bekerja di kota sidoarjo dan ke kalimantan lg menengok kakak kandungnya. "kamu sendirian aja naik kapal ini" temanku deden bertanya, "engga" yati menjawab! "aku bersama temanku, dia lagi dikamar" . "bawa sini donk" aku menimpali. akhirnya beberapa menit kemudian yati tiba bersama temannya. "woow ini mah lumayan" indra nyeletuk. “Oh yah kenalkan ini temanku yg kuceritakan tadi namanya Gina” (bkn nm sbnrnya).
Gina pun bercerita tentang dirinya kalaupun dia mahasiswi dari kota m tempat aku kuliah. wah kebetulan nih pikirku. setelah tiba di pelabuhan lalu aku berpisah dgn ke-2 temanku dan aku bersama yati dan gina meneruskan perjalanan karena satu jalur.

Akhirnya setelah pendekatan tak begitu lama akhirnya gina pun jadi pacarku. ketika malam minggu kedua aku coba beranikan diri mengajaknya jalan2 keliling kota dengan sepeda motor bututku, pas di tengah jalan tiba-tiba motorku ngadat dan akhirnya mogok. ginapun kusuruh naik taxi tapi dia menolak katanya nunggu sampai hidup motorku. wah sudah jam 10.30 malam ketika aku melihat arloji, motorku jg belum hidup. ginapun ngomong kalau jam 10.00 kostnya sudah tutup akhirnya diapun mencari wartel untuk menelpon kekost kalau dia tidur tempat sepupunya. Gina berkata kalau tidak jauh lagi ada tempat sepupunya kira-kira 250 meter lagi. pantesan dia nyantai banget pikirku.

setelah menggandeng motorku bersama gina menuju tempat sepupunya akupun merasa kelelahan dan diapun mengambilkan air minum dan mengenalkan sepupunya Lia namanya umurnya sekitar 26 tahun, montok, kelihatan masih seger dan belum menikah serta ke-2 orang tua lia. rumahnya tidak begitu besar ukuran type 36 dan memiliki 2 kamar satu kamar untuk orang tuanya lia, satunya untuk lia dan saudaranya, berhubung saudara lia sudah menikah dan ikut suaminya maka penghuni kamar itupun hanya lia seorang.
Lia meminta ijin kepada kedua orang tuanya kalau kami tidur dikamarnya saja, dan aku ditempatkan di kasur bawah sedangkan gina bersama lia tidur di atas. yah aku manut aja namanya aja numpang tidur tempat orang. tapi itu akal-akalan lia saja akupun disuruh tidur diranjang bersama mereka bertiga dengan syarat aku tidur paling ujung dan gina ditengah.

Ketika sudah larut malam kamipun tertidur tapi mataku belum bisa terpejam dan aku beranikan menjamah tubuh gina yang membelakangi tubuhku kujamah pundaknya lalu turun kedaerah pantat, kemudian gina bergerak berbalik kearahku sambil menggeliat akupun spontan terkejut, lalu dia membukakan matanya dan berbisik kepadaku kalau dia belum bisa tidur juga. lalu aku melihat ke arah lia tampaknya dia sudah tertidur lelap lalu gina berbisik kearahku kalau dia juga pengen di sayang dan dikasih kenikmatan lebih, wah bagaikan kejatuhan durian runtuh akupun langsung menyerang mulutnya secara perlahan, tampaknya permainan mulut dan lidah gina sudah mahir banget kemudian tanganku menyusup ke balik bajunya, tampaknya gina tidak memakai BH lalu akupun semakin lancar menggerayangi tubuh gina. "Lev aku pengen kamu telanjangi aku sekarang" gina berkata. "tapi nanti lia bangun" jawabku berbisik dalam beberapa menit ginapun sudah polos tanpa benang sehelaipun setelah aku comot semua pakaiannya. Lalu aku mencoba mengulum puting susunya diapun mendesah kenikmatan "Lev lebih keras lagi kau kulum" gina berbisik lirih. memang susunya gina termasuk ukuran lumayan besar yaitu 34 B dan didukung dgn tubuhnya 160 cm/50 kg. bulunya gina agak jarang ketika aku melihat di keremangan lampu tampak indah sekali lalu kepalaku mencoba turun kedaerah s*****kangannya kucoba usap dengan tanganku klitorisnya gina melenguh kenikmatan lalu kumainkan vaginanya dengan jariku dan sekali-kali dengan lidahku tampak kulihat gina lagi memeluk bantal dan menggigitnya supaya tidak didengar oleh lia kucoba kumasukan lidahku lebih dalam lagi ke liang kenikmatan gina dan kumainkan lidahku diantara dinding rahimnya kuciumin bau kewanitaannya tampak harum dan terlihat terawat lalu aku merasakan ada cairan mampir kemulutku terasa gurih dan kental, apakah gina sudah klimaks pikirku, ah persetan yang penting aku ingin menikmati isi vaginanya ini terlebih dahulu lalu tangan gina menarikku keatas, "Lev sini aku buka celanamu" gina berbisik sambil tidur. langsung dia buka kancing dan resleting celanaku tampak batang kemaluanku membesar setelah keluar dari celana dalamku. memang batang kemaluanku agak lain kepalanya lebih besar dari batangnya dgn panjang 16,5 cm tampak gina tertegun memandang!

Cerita Seks Remaja : lalu diambilnya batang kemaluanku lalu dikulumnya akupun dalam posisi terlentang dan gina diatasku sambil memainkan batang dan biji kemaluanku. gila baru kali ini aku merasakan kenikmatan luar biasa batangku di kulum oleh perempuan. gina semakin liar menjilati dan mengulum batang kemaluanku entah sadar atau tidak posisi badannya sudah menindih tubuhku dengan posisi 69 tampak didepan mataku terpampang kembali liang vagina dan pantatnya gina tanpa dikomando akupun lansung mengangkang pantatnya gin a kujilati sampai keliang kenikmatannya, ketika asyik-asyiknya bergumul tiba-tiba lia menggeliat ke arah kami tapi dia masih dalam keadaan tertidur, tapi aku curiga dia mengetahuinya dan tidak ingin mengganggu kegiatan kami. kemudian gina berbisik kepadaku kalau lubangnya ingin segera ditusuk oleh batangku. "oke tapi dibawah ranjang aja yah entar getar ranjangnya" jawabku berbisik. maka kamipun menuju ke bawah ranjang dan meneruskan pergumulan tadi, gina lalu memasang posisi doogy style karena aku yang memintanya lalu kumasukan secara berlahan batangku kekemaluannya gina tapi selalu meleset akhirnya ditangkapnya batangku dan dibimbingnya perlahan menuju lubang miliknya setelah aku coba beberapa saat akhirnya bleees.. masuklah batang kemaluanku separuh tampak wajah gina mengaduh kesakitan, kutanyakan kenapa? dia hanya menjawab enaaak... teruskan dan sesaat kemudian masuklah seluruh batang kemaluanku dan kupompa maju mundur, sungguh nikmat rasanya dan hangatnya vaginanya sigina tapi aku masih saja khawatir karena tampak matanya terbuka sedikit memperhatikan kami makanya konsentrasiku terbagi dua antara menikmati si gina dan memperhatikan mata silia namun lia tidak bergerak sama sekali seakan-akan menikmati tidurnya.

sudah 45 menit tapi aku belum ejekulasi dan si gina sudah klimaks 2 kali dan berganti posisi sebanyak 4 kali itu karena pikiranku terbagi. akhirnya pada posisi terakhir kuangkat kedua pahanya dalam keadaan gina terbaring dan kugenjot dgn kencang batangku lalu aku berbisik ke gina kalau aku sudah sampai... dan akhh.....kutumpahkan spermaku ke dalam vaginannya, akhirnya gina bisa bernapas lega dan bilang padaku kalau aku mainnya gila lama banget. Lalu kusuruh dia mencuci vaginannya di kamar mandi, lalu diapun pergi kekamar mandi untuk membersihkan cairan lelakiku. kemudian akupun kembali merebahkan diri diranjang dan kututupi tubuhku dengan selimut tanpa memakai pakaian terlebih dahulu. sesaat kemudian aku lihat Lia bangun dari ranjang dan mengunci pintu dari dalam dan mendatangi aku, 'eh apa yang kamu lakukan sama gina tadi"lia menyerangku akupun kelabakan "ga apa-apa kok" jawabku lalu diapun menarik selimutku dan tampak batang kemaluanku yang belum bangun dihadapannya dan lia berkata" kamu ga pengen kan hal ini diketahui oleh kedua orangtuaku dan orangtuanya gina", "i...iya" aku menjawab. " oke kalau begitu" lalu didekatinya kemaluanku yang belum bangun dan masih belepotan sperma diraihnya dan dikulumnya sampai habis kemulutnya, "mba, sudah mba geli" aku berkata. tidak lama kemudian batangku kembali bangkit dan aku hanya bisa pasrah tampaknya mba lia sudah piawai memainkan nafsu dan alat milik lelaki, tidak lama kemudian dia dalam keadaan sudah polos karena dia cuma memakai daster tanpa BH dan CD, ketika aku melihat susunya wih gila lebih besar daripada susunya gina kira-kira 36 B di dukung dengan pantatnya yang montok dan kulitnya yang putih. lalu diapun merayap ke puting susuku dan mengulumnya, dan kurasakan kenikmatan yang luar biasa tanpa sadar akupun berkata"terus mba, enakkk.." lalu diapun menuju kemulutku, semula aku bersikap biasa saja tapi akhirnya aku menyerah juga oleh permainan mulutnya dan melayani mba lia. Lalu diapun duduk di atas mukaku dan disuruhnya aku memainkan klirotis dan vaginannya aku pun menikmatinya, ketika lubang kewanitaannya sudah membanjir diapun berpindah posisi duduk diatasku mengambil batang kemaluanku dan memasukannya ke lubang vaginnya. gila... Batangku seakan-akan diremas-remas oleh vaginanya dan goyangannya mengalahkan miliknya gina, tiba-tiba g****g pintu bergerak hendak dibuka dan kami terdiam tapi tadi sudah dikunci sama mbak lia dari dalam dengan menekan tombol g****g pintu yang berbentuk bulat. tidak lama kemudian gerakan g****g pintu berhenti dan kami meneruskan permainan yang tertunda tadi.

"aku pengen seperti posisi kamu dan gina tadi" lia memohon. "yang mana mbak" aku bingung, "yang itu si gina nungging tadi"lia tidak sabar, "ooohh dogie style" aku mengangguk. lalu mba lia pun nungging dan aku mulai memasukan batangku bless... kenikmatan yang kedua dari wanita yang berbeda pada malam itu. "terus sayang,terus sayang, genjot lagi" pinta mba lia. akupun mulai lancar menggenjot pantat mba lia karena aku sangat menyukai type pantat yang montok. "sayang,sayang aku mau keluar....nih" mba lia berkata, "tahan mbak, sebentar lagi" aku menjawab, "ga bisa udah nanggung haaaaaaahhhhhhh............"teriakan berbisik mba lia. "yah mba, aku belum keluar nih" pintaku. "Ok sayang aku jg masih pengen kok" mba lia merespon. dia memintaku jongkok dan dia duduk diatas pangkuannya sambil diriku menahan berat badannya. "loh mba lia kok ngasih gerakan ini sih" aku sempat protes, "udah diem, mau enak kan!! aku taunya dari nonton kamasutra" mba lia cuek menjawabnya. akhirnya akupun cuma manut menuruti kemauannya. ketika aku sambil jongkok dan memeluk tubuhnya serta bermain mulut dengan mba lia, aku berkata"mba, punya mba enak daripada punya gina". "masa sih, ok deh lain kali kalau ada waktu kamu bisa main kesini atau kita janjian ditempat lain, eh tapi nanti catat no.telponmu yah" mba lia meminta. gerakan kami semakin gencar naik turun dan ini merupakan gerakan yang lain daripada yang lain yang pernah aku alam. "mba, aku mau keluar " aku berkata, "iya sayang aku juga mau keluar" mba lia merespon. dan akhirnya gerakan kami semakin kencang, "sayang keluarkan di dalam spermamu, sayang aku pengen memekku hangat" mba lia meminta. akhirnya kami klimaks secara bersamaan."Enak...sayanggggggggggg!!!! mba lia meraung pelan.

Setelah itu mba lia terkulai lemas dan akupun demikian pahaku terasa gemetar susah berdiri. "sayang lain kali aku boleh minta lagi kan" pinta mba lia. "Iya mba dengan senang hati" jawabku. setelah itu mba lia memakai dasternya dan kembali pura-pura tidur, akupun menuju kekamar kecil untuk membersihkan barangku dan aku cukup terkejut melihat gina tidur di sofa ruang tamu, sekembalinya dari kamar kecil aku menjemput gina untuk kembali ke kamar mba lia, dan kutanyakan kenapa tidur di sofa? dia menjawab kalau pintu yang tadi ditutupnya terkunci,oooohhh jawabku kenapa tidak diketuk saja, gina tidak mau membangunkan mba lia jawabnya.

Setelah peristiwa itu kami pun bersama gina lebih sering melakukan ML ditempat lain, di hotel, villa dan kontrakkanku dan untuk mencari variasi lain aku selalu menghubungi mba lia atau mba lia selalu menghubungi aku dan kami pun lebih sering bermain dirumahnya ketika ibu & bapaknya lagi tidak ada di rumah atau di villa puncak.

Cerita Seks Remaja : Sekarang aku dan gina sudah putus tapi aku masih berhubungan dengan mba lia dan sekarang sudah menikah dan mempunyai anak laki-laki 1 orang, dan aku berpikir serta merasakan kalau anak itu juga darah dagingku, terakhir aku berhubungan dengan mba lia bulan maret 2005, dan aku kembali ke kalimantan bulan april 2005 karena tugas kuliahku sudah berakhir.

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Wednesday, July 3, 2013

Gairah Pertamaku

Kesan pertama melakukan sesuatu bagi orang yang belum pernah dialamainya, sungguh sangat mengasyikkan. Begitu pula dengan kesan pada pengalaman pertamaku merasakan hangatnya tubuh wanita, yang mana terjadi pada waktu aku kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Walau sekarang aku bekerja di bidang travelling di kota Jakarta dan menjabat sebagai eksekutif di perusahaan tersebut, namun pengalaman pertama mencicipi nikmatnya cinta sungguh sulit dilupakan.

Waktu itu aku lagi suntuk, baru masuk kuliah 5 bulan. Selesai mengikuti ujian semester yang melelahkan, aku menghabiskan waktu bermain billyard di diskotik Crazy Horse Jl. Magelang Km 4 Yogyakarta. Mungkin dari para pembaca ada yang pernah kuliah atau pernah tinggal di Yogyakarta pasti tahu diskotik tersebut. Aku dengan dua teman kostku bermain sampai 10 game, dan waktu sudah
menunjukkan pukul 11:30 malam. Kami sepakat untuk mengakhiri main billyard dan bersiap untuk pulang. Namun sewaktu aku akan membayar di kasir, sempat kulihat ada seorang wanita muda masuk ke tempat billyard tersebut dan langsung menghampiri salah satu meja yang ada di sana. Aku hanya berpikir mungkin salah satu score girl yang bekerja di tempat itu, lalu aku pun acuh saja dan berjalan menuju pintu keluar bersama kedua temanku.

Tidak sampai semenit, terdengar ada kegaduhan di salah satu meja billyard, serempak kami menoleh ke arah situ dan kulihat wanita muda yang baru masuk tadi sedang memaki-maki seorang laki-laki yang saat itu sedang memangku salah satu score girl. Kami bertiga jadi tercengang melihat keributan itu, apalagi sewaktu perempuan muda yang ternyata cantik itu menampar pipi pria yang sedang dimaki-maki tersebut. Kemudian si wanita langsung berlari menuju pintu keluar sambil menangis, melewati kami yang masih terperangah. Kami pun akhirnya juga keluar menuju tempat parkir motor. Aku mengendarai sendirian, sedang kedua teman kostku itu berboncengan.

Baru 500 meter dari tempat billyard tersebut, kami yang tadinya berkendara motor sambil mengobrol terkejut begitu melihat wanita muda yang menampar seorang pria di tempat billyard tadi, terpaku berdiri di pinggir jalan sambil terisak menangis.
Salah satu temanku menegur si wanita, "Mbak udah malam begini mau kemana..?"Tapi si wanita itu hanya menutup wajahnya dan tangisannya terdengar semakin keras. Kami saling bertatapan. Melihat gelagat begitu, aku meberanikan diri untuk menghampirinya.
"Maaf Mbak, kami bertiga nggak ada niat jahat, cuma mau menawarkan bantuan, kalau memang Mbak mau kami bisa mengantar Mbak pulang." ujarku sungguh-sungguh.
Melihat tetap tidak ada komentar dari si wanita, aku pun kembali menyambung, "Bagaimana Mbak..? Saya serius, tapi kalau memang Mbak nggak mau ya sudah kami nggak bisa memaksa. Lagian apa Mbak nggak khawatir sudah larut malam begini masih di tengah jalan, kalau kelihatan orang Mbak lagi menangis, bagaimana nanti..?"

Kami bertiga saling pandang menunggu jawaban dari dia, lalu si wanita itu pun mengangguk tanpa satu patah pun kata keluar dari mulutnya. Karena yang mengendarai motor sendirian itu aku, dia pun membonceng naik ke motorku.
"Pram, aku tak pulang dulu ya? Udah malam nih, berani kan kamu sendiri?" salah satu temanku bertanya kepadaku.
"Ya udah nggak apa-apa kok, kalian pulang duluan saja..!" jawabku.
Lalu kami berpisah, kedua temanku langsung meluncur pulang ke kost, sedang aku akan mengantar pulang si wanita muda itu.
"Rumah Mbak dimana..?" aku bertanya memecah kebisuan di antara kami.
"Terus saja ke arah selatan." jawabnya singkat dan terdengar sengau karena sambil menangis.

Jalan-jalan di kota yang terkenal dengan kota gudegnya itu pada waktu malam sudah sepi, aku mengendarai motorku perlahan menunggu petunjuk dari wanita di belakangku ke arah mana dia pulangnya. Kurang lebih 10 menit dia diam saja.
Aku kembali bertanya, "Maaf Mbak, di daerah mana sih rumahnya..?"
Si wanita hanya terdengar menghela nafas, "Taulah Mas, aku malas pulang, terserah Mas mau mengajak kemana." jawab si wanita sekenanya.
Terus terang aku jadi bingung dengan jawabannya itu. Maksudku benar-benar ingin mengantar dia pulang malah jawabannya begitu. Jujur saja dahulu aku masih polos dan lugu, belum mengerti dan bodoh untuk jawaban seorang wanita seperti itu. Kalau sekarang sih justru aku yang menawari menginap di hotel atau motel.

Setelah 15 menit berputar-putar, aku bingung mau diajak kemana nih orang..?
Akhirnya aku hanya bilang, "Mbak, sudah semakin malam nih, bagaimana..? Aku musti pulang, soalnya besok pagi aku harus kuliah."
Setelah terdengar terbatuk kecil, dia menukas, "Mas kost kan..? Kalau nggak keberatan, aku ikut Mas ke kost aja, tapi kalau nggak mau ya aku turun disini saja deh, nggak apa-apa kok."
Aku jadi semakin bingung dengan jawabannya itu.
"Ah gimana ya..? Nggak apa-apa nih kamu ke kostku..?" tanyaku setengah tidak percaya.
Sebagai jawabannya, si wanita yang duduk membonceng di belakang motorku itu malah melingkarkan tangannya memeluk pinggangku. Mimpi apa aku semalam sampai ketemu wanita macam begini.

Aku menjalankan motorku ke arah kost sambil tubuhku merinding, karena dua bola daging di dada si wanita itu menyentuh punggungku begitu dia merapatkan tubuhnya memeluk tubuhku. Sesampainya di kost, kulihat kamar kedua teman kostku sudah gelap, menandakan mereka sudah terlelap. Rumah kostku memang hanya dihuni bertiga, pemilik rumah tidak tinggal disitu, jadi kalau ada teman atau saudaraku yang menginap disitu, mau tidak mau ya tidur di kamarku. Begitu juga yang kualami sekarang, aku jadi bingung, masak sih aku tidur satu kamar dengan perempuan yang belum kukenal?

Setelah membersihkan badan dan mengganti baju, aku menawari dia minum, "Mau minum apa Mbak..?"
Sambil tersenyum manis dia hanya menyahut, "Air putih saja lah, tapi ngomong-ngomong maaf ya aku jadi merepotkan."
"Allaa .. nggak apa-apa." ujarku, namun di dalam hati aku berdebar bagaimana ya nanti aku tidur satu kamar dengan wanita yang baru 2 jam kukenal.
Setelah bisa menenangkan hati, aku menyambung, "Oh iya Mbak, mau ganti baju..? Pakai saja kaosku, sebentar ya kuambilkan, oh iya kalau Mbak mau mandi, biar aku ambilkan handuk sekalian ya..?"
"Aduh Mas, sudahlah jadi ngerepotin nih, sebenarnya sih kalau bisa aku juga mau pinjam celana pendek saja, boleh..?" si wanita berkata dengan wajah masih sembab.
"Nggak apa-apa kok, sekalian aja ya? tapi kalau baju dalam cewek aku nggak punya." ujarku sambil tersenyum memberanikan diri menggodanya.

Si wanita tertawa geli mendengar perkataanku tadi.
"Aduuh.., cantik sekali jika dia tertawa.." kataku dalam hati.
Sambil tersenyum, si wanita mengulurkan tangannya dan berjabat tangan denganku, "Widya." dia memperkenalkan diri.
"Namaku Pram, nama kamu bagus Mbak." jawabku sekaligus memuji namanya sunguh-sungguh.
Dia hanya tersenyum menanggapinya, lalu diambilnya celana, kaos dan handuk dari tanganku dan langsung menuju kamar mandi.

Sambil menunggu Widya mandi, aku menata kamar, kuambil bantalan sofa di teras dan kuatur sedemikian rupa berjejer di lantai membentuk tempat tidur. Beberapa saat kemudian Widya keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos dan celana pendekku yang terlihat kebesaran, jadi terlihat lucu di mataku, namun bagiku tetap terlihat cantik dan manis. Kemudian kami pun terlibat obrolan hangat di serambi depan kamarku, sambil menikmati minuman hangat yangkusodori.

Kuperhatikan Widya memang cantik, putih dengan rambut sebahu diikat dengan karet gelang, dadanya membusung penuh, bibirnya merah segar walau tanpa polesan lipstik maupun kosmetik lainnya. Tingginya sekitar 165 cm, dengan body yang bagiku sangat proposional. Kutaksir umurnya walau lebih tua dariku tapi tidak lebih dari 25 tahun. Dia menceritakan bagaimana tadi dia sakit hati dengan pacarnya yang sedang memangku wanita lain, bagaimana sikap pacarnya itu akhir-akhir ini. Pokoknya dia mencurahkan semua isi hatinya kepadaku, dengan rokok yang tidak berhenti mengepul dari bibir seksinya, sedang aku hanya termangu mendengarnya.

Tidak terasa 1 jam lamanya kami mengobrol dan mataku semakin terasa berat.
Lalu aku memotong pembicaraanya, "Mbak, aku mau tidur dulu ya..?" kataku dan Widya masih asyik dengan sebatang rokoknya.
"Oh ya, silahkan Mas, nggak apa-apa, kan aku masih mau menikmati malam ini..!" jawabnya.
Kemudian aku masuk ke kamar, kutinggalkan Widya yang masih duduk di teras depan kamarku, langsung kurebahkan tubuhku di bantalan sofa yang kuatur sedemikian rupa di lantai membentuk tempat tidur.

Entah berapa lama aku terlelap, tiba-tiba aku terbangun karena merasakan geli di sekitar selangkanganku. Masih setengah sadar kurasakan ada sesuatu yang membuat kelakianku berdenyut-denyut bercampur geli. Begitu kubuka mataku, bagai disambar geledek rasa terkejutku, di keremangan lampu tidur, aku melihat Widya menindih pangkal pahaku dan jari di tangannyayang mungil itu tengah mengelus-elus batang kejantananku yang sudah terbuka lepas dari celanadalamku, sedang sarung yang biasa kupakai kalau aku tidur itu sudah terbuka seluruhnya. Sedang bibir dan mulutnya tengah asyik menciumi pangkal dari kemaluanku.

"Mbak..! Kk.. kkhh.. kamu lagi.. lagi.. ngapain..?" kata-kataku tercekat di kerongkongan menyadari semua ulahnya.
Sungguh kupikir aku sedang bermimpi, namun begitu kucubit pipiku sendiri terasa sakit, baru aku sadar itu memang nyata. Ya Tuhan! terus terang aku benar-benar memang belum pernah diperlakukan demikian oleh wanita, walau sudah 2 kali pacaran.

Begitu tahu aku sudah terbangun dan sadar sepenuhnya, Widya melirik ke arah bola mataku, dia tersenyum sambil tangannya tetap mengelus batang kemaluanku.
"Hmm.., boleh kan aku memberi sesuatu sekedar membalas kebaikan kamu..?"
Tubuhku gemetar dan keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitku. Perlahan aku berusaha melepaskan diri dari tindihan tubuhnya.
Masih tergagap aku menanggapinya, "Ta.. tt.. tapi, eeng.. Mbak.. ee.. kamu.., eh, Mbak nggak perlu begini.."
Perlahan Widya beringsut ke atas dan berbisik pelan di telingaku, "Mbok jangan panggil aku Mbak dong..?" sambil jemari di tangannya masih tetap mengelus rudalku.

Usahaku untuk melepaskan diri sepertinya semakin sulit, karena tubuh Widya sekarang sudah menindih tubuhku."Lalu..? Aku.. ee.., musti panggil apa..? Kan umur Mbak lebih tua..?" tanyaku terbata-bata.
Tangan Widya sekarang mulai mengurut kemaluanku perlahan dari atas terus ke bawah, demikian berulang-ulang. Sontak aku kelojotan menerima perlakuannya.
"Terserah deh.., mau panggil apa, yang penting aku sekarang mau memberi hadiah spesial buat kamu sayang, pasti kamu akan sangat menikmati."
Suaranya terdengar sangat seksi di telingaku, karena memang saat itu mulutnya sedang menciumi daerah belakang telinga kiriku. Mataku terpejam menikmati buaian gairah dan hembusan kenikmatan yang diberikan Widya melalui remasan tangan di batang kemaluanku.

"Mbak.., oohh.. akhh.. aa.. aku.. belum pernah.. eengg.. belum pernah dii.. ee.. begini.. sama.. ee.. perempuan.., Mbak.." masih tergagap aku dengan polosnya terus terang ke padanya.
Sementara batang kejantananku tambah berdenyut keras diremas-remas dan diurut oleh tangan Widya yang bagiku sangat terampil.
Kuperhatikan Widya tersenyum, "Aku tau sayang, kamu memang baik, sangat baik malah, dan kamu sangat polos, aku sangat.. hmm.. aku senang jika aku bisa merasakan keperjakan laki-laki yang masih lugu seperti kamu.." kata-kata terakhir Widya terdengar malu-malu.
"Tapi Mbak, eengg.. apa Mbak.. ee.. nggak merasa bersalah..? Kan Mbak sudah punya pacar..?" sahutku.
Kembali dia tersenyum dengan manisnya, lantas Widya menjawab, "Sudahlah Pram sayang, jangan omongin dia lagi ya..? Pokoknya aku malam ini milik kamu, titik..! Lagian kan aku tadi bilang kalau.. eeng.. terus terang saja, aku ingiinn banget mencicipi keperjakaan.. hhmm.. jangan marah ya..?"

Mendengar perkataan Widya tadi, aku jadi senang, "Kenapa mesti marah..?" kataku dalam hati.
Selesai Widya berkata begitu, mulutnya mulai mendarat di bibirku, dilumatnya bibirku dengan lembut, kubalas lumatan bibirnya dengan penuh gairah, sementara jemari tangannya semakin keras mengayunkan batang kemaluanku naik turun. Perlahan dilepaskan lumatan mulutnya pada mulutku, bibirnya menelusur perlahan ke arah leherku, terus ke bawah bermain di sekitar dadaku, dijilatinya puting di dadaku. Aku kegelian.

Setelah puas bermain di dadaku, mulut Widya terasa menjalar ke bawah melewati perut langsung ke pusat kemaluan di selangkanganku. Kulirik ke bawah bertepatan dengan saat itu matanya sedang menatapku, lalu dia tersenyum, membuka mulutnya dan sedetik kemudian, "Aaahh.. God..!" jeritku dalam hati, karena mendapati bibir mungilnya yang terbuka tadi sudah mencaplok kepala di batang rudalku. Diturunkan kepalanya dan otomatis batang kemaluanku terus tenggelam di dalam mulutnya. Demikan terus mulut Widya menghisap kemaluanku.
Di sela hisapan dan jilatan mulutnya, Widya memuji kemaluanku, "Pram.., hmm.. aku sudah menduga.., hhmm.. punya kamu ini paling nggak ada 16 cm, lumayan sih.. tapi eengg.., lingkarannya ini lho, wahh..! Bisa dibayangin.., tanganku aja nggak muat megangnya, apalagi.. enngg.., masuk ke memekku yah..?" malu-malu Widya mengatakan begitu dengan wajahnya yang bersemu merah.

"Mbak.., oouuhh.., Mbak.. enak Mbak, mulut kamu bikin punyaku kayak mau meledak nih..!" desahanku keluar karena tidak tahan dengan mulut dan bibirnya yang menggarap sekujur rudalku.
"Jangan Pram! Jangan meledak sekarang! Ntar aja ya.., di dalam punyaku..?"
Kontan Widya menyudahi aksinya, lantas dia menyambung perkataannya, "Ngomong-ngomong, kamu belum pernah kan mencicipi kemaluan cewek..? Mau nggak..?"
"Glek!" aku hanya menelan ludah membayangkan tawaran yang selama ini hanya dalam mimpiku.
"Eee.., kayak apa sih rasanya..? Di film BF kayaknya nikmat banget menjilat memek cewek.."
Widya tertawa geli mendengar kepolosanku, "Memang kok, makanya dicobain deh, sebentar ya..?"

Widya bangkit dari tubuhku, dia berdiri di atasku dan tanpa malu-malu lagi Widya melorotkan sendiri celana pendek yang dikenakannya sekaligus celana dalamnya, namun kaosnya tidak ikut dilepas. Melihat aksi wanita cantik itu, aku hanya bengong dan berkali-kali menelan ludah menahan nafsu yang kian memburu. Lalu tanpa diduga, Widya berdiri tepat di atas wajahku yang masih tiduran di lantai, dikangkanginya kedua kaki jenjang milik Widya itu, hingga bulu-bulu lebat di sekitar selangkangannya jelas terlihat yang diantara bulu-bulu tersebut terlihat menyempil secuil daging kemerahan menutupi lubang kemaluan milik Widya yang sangat indah.Sepertinya Widya membiarkanku menikmati sesaat pemandangan indah yang baru kali ini kunikmati.

Sambil tersenyum, perlahan Widya menurunkan tubuhnya, berjongkok di atas dadaku. Sudah ratusan kali aku menelan ludahku sendiri menahan gejolak gairah yang benar-benar baru pertama kali sensasi yang diperlihatkan wanita seperti ini dalam hidupku. Dengan posisi dimana Widya duduk di atas dadaku, kemaluan Widya yang hangat dengan bulunya yang lebat dan sedikit kebasahan terasa menyentuh kulit di dadaku. Perlahan dibuka kedua paha Widya semakin melebar, memperlihatkan semakin jelas bentuk kemaluan seorang wanita, karena kemaluan Widya sekarang hanya berjarak sekitar 10 cm di depan wajahku.

Kuperhatikan dengan seksama, "Ooo, begini toh memek cewek itu..!" kataku dalam hati.
Tampak jelas sekarang secuil daging kemerahan yang tadi terlihat, yang ternyata adalah bentuk dari bibir luar kemaluan wanita. Terlihat sedikit terbuka, memperlihatkan bibir bagian dalam lubang kemaluan milik Widya tersebut. Sementara di bagian pucuk atas bibir kemaluan itu bertengger dengan indahnya secuil daging berwarna merah muda menonjol keluar. Aku menduga ini pasti klitoris atau kelentit wanita.

Ada sekitar 3 menit aku terpana memperhatikan semua pemandangan dahsyat yang baru kali ini kunikmati dalam hidupku.
"Aduuhh..!" aku menjerit kecil kaget ketika tangan Widya mencubit pipiku.
"Iiihh.., kamu ngeliatin apa sih Pram..?" Widya bertanya pura-pura tidak tahu.
Wajahku terasa panas menahan malu.
"Cuma mau dilihatin aja ya..?" kembali Widya membuatku sedikit kikuk.
"Eehh.. ohh.. nggak, habis punya kamu bagus sih..!" aku menjawab sekenanya, karena tidak tahu apa yang harus kukatakan.
"Ah masa sih..?" sahutnya, lalu seperti memancing gairah kelakianku, jari telunjuk di tangan Widya mengusap-usap bagian klitorisnya sendiri, dipelintir sedemikian rupa hingga sepertinya benda kecil di kemaluan Widya itu tambah mencuat keluar.

"Masa sih memekku bagus heh..? Bagus apanya..? Kalau bagus kok cuma diliatin aja..? Heh..?" Widya menyambung perkataannya yang terdengar suaranya sangat seksi.
Selesai berbicara, perlahan Widya menggerakkan pantatnya beringsut ke depan, menyodorkan kemaluannya seperti dipersembahkan kepada mulut dan bibirku. Sekarang jarak liang vagina Widya dengan wajahku hanya tinggal sekitar 5 cm. Dan kontan merebak aroma khas kemaluan seorang wanita menusuk hidungku. Sebuah aroma dan bau yang juga baru kali ini aku merasakannya. Begitu harum dan lembut seperti bau daun pandan. Sesaat aku memejamkan mata menikmati aroma yang tercium lembut, gurih menembus hidungku.

"Iiihh.., nih anak..! Ngapain sih..? Kayaknya kok dari tadi cuma ngeliatin aja, sekarang cuma mencium baunya aja..!" suara Widya sontak membuyarkan lamunanku.
Kulihat wajahnya terlihat cemberut. Aku tersenyum melihat ulahnya.
"Iya Mbak! Mosok nggak boleh sih aku menikmati dulu harumnya kemaluan Mbak..? Beneran kok Mbak, memek Mbak haruumm.. banget..!" aku mencoba merayu Widya.
Langsung ditanggapi olehnya, "Iya apa..?! Tapi katanya mau mencoba ngerasain memek cewek, kok didiamkan aja, lagian.. Ooouuhh Pram..! Ouuffsshh.. aduhh nakal kamu..! Yaahh.., gitu dong.. sshhtt..!" omongan Widya terputus begitu aku mulai mengangkat kepalaku guna menjulurkan lidahku dan menjilat bibir luar kemaluannya, karena aku sendiri sebenarnya sudah tidak sabar ingin segera merasakan dan mencicipi bagaimana sih rasa kemaluan wanita.

Lubang kemaluan Widya yang sudah setengah merekah itu begitu mengundang hasratku untuk menyusupkan lidahku ke dalamnya. Perlahan kusapu bibir kemaluan Widya bagian bawah, dan.. eehh ternyata ada sedikit kebasahan disitu, sejenak kukecap kebasahan berupa lendir bening yang dikeluarkan liang surga milik Widya itu.
"Hhmm.., lezat sekali..!" kataku dalam hati sambil meresapinya.
"Ehh Mbak, ee.. enak juga ya Mbak..?" ujarku sambil menikmati rasa gurih lendir itu.
Sambil merintih manja, Widya menyahut, "Ouuhh Pram.., itu baru lendir pelumas aja, coba dehnanti.. oohh.. sstt.. kamu akan tambah menikmati lendir yang keluar kalau aku orgasme nanti, makanya kamu harus berusaha membuatku puas, Pram..!"
Sementara pahanya dibuka semakin lebar memberi ruang gerak lebih leluasa buat lidah dan mulutku bergerak.

Kembali aku menjulurkan lidahku menyusup diantara belahan bibir kemaluan Widya sambil dibantu oleh jari-jarinya menguakkan belahan itu semakin lebar.
"Oouuhh.. oouuff.. sstt.., yah begitu sayangg.. terus masukkan lidah kamu lebih dalam..! Yaahh.. teruuss.. ooughh.." erangan Widya terdengar lembut dan bergairah menikmati sentuhan lidahku.
Apalagi petualangan lidahku mulai menyentuh secuil daging kelentit yang sudah terasa semakin keras mencuat keluar dan membuat Widya merintih keras.
"Pramm.., yahh.. betull..! Teruss.., yang lembut sayangg..! Oouff.. eesshhtt.. sstt.. edann..! Enak banget..! Aduuhh.., eesshh.. kamu ternyata.. uuff.. ternyata pintar juga.. eesshhtt.." desahnya tidak berhenti.
Sebenarnya aku hanya mempraktekkan apa yang selama ini kulihat di film BF, bagaimana cara perlakuan oral sex pada liang kemaluan wanita.

Kembali terasa di lidahku lendir yang keluar dari liang kemaluan Widya semakin banyak. Oohh Tuhan! Ternyata betapa nikmatnya rasa lendir kemaluan wanita itu. Aroma harum kemaluan milik Widya semakin tajam menusuk hidungku seiring semakin banyaknya lendir itu membanjir keluar dan membuatku semakin bernafsu terus menjilati seantero kemaluan Widya, terutama klitoris yang berwarna merah muda itu memang sangat membangkitkan hasratku untuk lebih bernafsu menjilatinya. Daging kelentit itu terus kusentil dengan lidahku dengan irama yang teratur, baik ke samping maupun ke atas dan ke bawah.
"Adduuhh.. Praamm.. eesshhtt.. pintar sekali kamu..! Yahh begitu.., teruuss.. duhh Gusti.. nikmat sekali..! Adduuhh.., kayaknya aku mau sampai nih..! Teruss..!" rintihan Widya terdengar semakin keras, dan malah sekarang seperti menjerit kecil, apalagi entah perintah dari siapa, aku yang tadi membuat gerakan menjilat, sekarang mulai memagut kelentit itu dan langsung kukulum layaknya mengulum permen.

Kukulum dan kuemut dengan mulutku daging kelentit milik Widya dengan gemas bercampur nafsu. Kontan tubuh Widya kelojotan, menggelinjang hebat merasakan nikmat yang amat sangat di pusat kenikmatan yang terletak pada kelentitnya. Bongkahan pantat milik Widya yang tadi mendudukidadaku, entah refleks atau apa, sekarang semakin maju dan aku yang tadi agak mengangkat kepala untuk menggarap kemaluannya dengan mulutku, sekarang bisa bersandar pada bantalan sofa di lantai, karena bongkahan pantat Widya sekarang tepat di atas kepalaku. Sekarang posisi tubuh Widya duduk bersimpuh yang mana kepalaku otomatis tenggelam di jepitan kedua pangkal pahanya.

Posisi demikian terus terang membuatku sulit bernafas, apalagi mulutku masih terus mengulum dengan buasnya daging kelentit milik Widya yang sepertinya terasa semakin tegang dan keras.Sementara dari sela-sela bulu kemaluannya, aku masih sempat melihat kedua tangan Widya meremas-remas kedua payudaranya seperti berusaha menambah rangsangan terhadap dirinya. Terlihat juga kepala Widya mendongak ke atas dan kedua bola matanya mendelik-delik serta pupil hitam di matanya sudah tidak terlihat, hanya terlihat warna putihnya saja.
"Pramm.. enngg.. oouukkhh.. esstthh.. Ya ampun Tuhann..! Adduuhh.. yyaahh.. sedikit lagi.. yahh.. uuff.. kkhh.. kk.. ka.. kamu ingin merasakan.., ouuhh.. ingin mencicipi lendirku kaann..? Yaahh.. sedikit lagi.. dikiit lagi sayaangg..! Makanya.., uughh.. emut terus..! Adduuhh.., lebih keras lagi. Yaahh.., terus hisap itilku.., teruuss.. emut yang kuat sayang, yaahh begitu..!" jeritan dan rintihan kenikmatan Widya terdengar putus-putus, sementara aku terus menghisap sambil menarik-narik kuat kelentit itu masuk ke dalam mulutku.

Dan tiba-tiba suara desahan itu berhenti. Sama sekali tidak terdengar jeritan maupun rintihan Widya, yang ada hanya tubuhnya bergetar hebat, kelojotan yang membuat pantat dan pinggulnya bergoyang kesana kemari, namun pagutan dan hisapan mulutku pada kelentitnya tetap tidak kulepaskan, mau tidak mau kepalaku ikut bergerak mengikuti gerakan liar bongkahan pantatnya, padahal tanganku yang dari tadi meremas-remas bongkahan pantat milik Widya itu sudah berusaha menahan gerakan liarnya itu. Aku tetap bertekad mempertahankan posisi mulutku menghisap dan memagut daging kelentit Widya.

Semenit kemudian kelojotan tubuh Widya terhenti, yang kurasakan tubuhnya meregang hebat, kedua pahanya kejat-kejat menghimpit kuat kepalaku yang membuatku sangat sulit untuk bernafas, namun aku rela menahan nafas hanya untuk menanti apa yang terjadi pada saat-saat dimana Widya akan menjemput puncak kenikmatan sejatinya.
Kembali Widya menjerit-jerit, "Aahh.., esshtt.. ituu..! Yahh.. ituu..! Aduuhh.. enakkhh.. enak banget..! Aahh.. esshhtt.. aduuhh.. ini sayangg..! Yaahh.., ini aku keluarin ya..? Oouuffsshhtt.. nikmatt sekalii.., yaahh..!"

Benar saja, beberapa detik setelah itu, terasa di lidahku semburan hangat cairan lendir itu keluar tertangkap di ujung lidahku, mengalir menerobos masuk ke dalam mulutku, terus menyerbu ke dalam kerongkonganku dan langsung kutelan. Benar seperti yang dikatakan Widya, lendir bening yang dikeluarkan lubang kemaluannya benar-benar sangat lezat, gurih dan ada sedikit rasa manis bercampur asin. Sungguh suatu sensasi yang baru pertama kali kualami dalam hidupku.

Entah mungkin ada 5 atau 6 kali mulutku menangkap semburan cairan lendir yang membanjir keluar dari lubang kemaluan Widya. Saking derasnya aliran lendir itu menyembur mulutku sampai tersedak. Dan semburan cairan itu semakin melemah sampai akhirnya berhenti sama sekali, hanya berupa tetesan-tetesan saja yang tentu tidak kulewati begitu saja. Jepitan kedua paha Widya di kepalaku terasa mengendur, hingga aku dapat mengambil nafas panjang. Kuhirup udara dalam-dalam karena ada lebih semenit aku menahan nafas sampai dadaku terasa sesak. Namun pengorbanan itu kuanggap sesuai dengan sensasi dasyat yang kudapatkan melalui hisapan dan jilatan mulut serta lidahku di setiap inchi pada lubang kemaluan Widya, hingga mimpiku bisa menjadi kenyataan untuk merasakan nimatnya, lezatnya, enaknya cairan lendir yang dikeluarkan liang vagina seorang wanita.

Detik berikutnya Widya merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, dengan posisi pinggulnya masih menindih dadaku, punggungnya menindih batang kemaluanku tapi kepalanya di atas kakiku dan kedua kakinya menjuntai lurus melewati atas kepalaku. Sementara tubuhku bagian atas mulai dari dada hingga wajah basah oleh cairan lendir yang hangat, terasa melekat pada pori-pori di permukaan kulitku. Dada Widya terlihat naik turun beriringan dengan nafasnya yang naik turun sisa dari kenikmatan yang baru saja dicapainya.

Selang beberapa menit kemudian setelah nafasnya mulai teratur, Widya bangkit dari tubuhku, dan dapat kulihat dengan jelas raut wajahnya yang memerah, dengan rambut yang berantakan, namun justru menambah keseksiannya.
Sambil tersenyum manis, dia berkata kepadaku, "Ouhh Pram.., aku benar-benar nggak menduga, kamu begitu lihai dengan permainan mulutmu, padahal kamu belum pernah selain dengan aku kan..? Apa kamu bohong ya..?"
Aku menyahutnya dengan serius, "Lho kok nggak percaya Mbak..? Memang aku sudah pernah punya pacar 2 kali, tapi demi Tuhan, pacaranku sebatas ciuman thok..! Nggak lebih, swear Mbak..!"
Widya tersenyum geli melihat kepolosanku, "Iya.. ya.. aku percaya..! Lagian seandainya kamu bohong pun, aku nggak keberatan kok, masa bodo..! Yang penting aku enak, habis mulut dan lidah kamu itu lho bikin aku terbang ke awang-awang, nggak tau deh kalau senjata kamu itu bisa bikin aku juga terbang melayang nggak.."

Widya menanggapi keseriusanku dengan kerlingan nakal matanya yang menggoda. Tetapi habis berkata begitu, tangannya meraih batang kemaluanku yang dari tadi berdenyut-denyut. Diusapkannya perlahan batang rudalku dengan jari-jarinya yang lembut. Aku berdebar menanti aksi Widya selanjutnya. Setelah puas mengurut dan meremas-remas kemaluanku, Widya memposisikan tubuhnya berjongkok di atas perutku. Aku masih menduga-duga apa yang akan dilakukannya. Sepertinya dia akan menyusupkan batang kemaluanku pada lubang vaginanya dengan posisi seperti itu. Dadaku semakin berdebar menanti saat-saat dimana aku akan merasakan pertama kali dalam hidupku bagaimana nikmatnya bersanggama dengan seorang wanita.

Seperti tahu akan perasaanku, Widya mencoba membuatku rileks, "Pram.., kok kamu tegang sih..? Santai saja, Mbak maklum kalau kamu tegang begitu, Mbak dulu juga seperti kamu, gelisah dan tegang, nih coba ya..? Kamu tutup mata kamu, tarik nafas dalam-dalam..!" kata-kata Widya terputus begitu ujung di kepala kemaluanku menyentuh sesuatu yang hangat, basah dan kenyal.
Tapi aku tahu itu pasti bibir luar kemaluan Widya. Dengan telaten tangan Widya membimbing batang rudalku untuk mendapatkan posisi yang tepat agar jalan batang kemaluanku menembus liang kemaluannya bisa pas. Begitupun dengan pinggul Widya sedikit digoyangkan, agar posisi ujung kepala kemaluanku bisa tepat dalam jepitan bibir kemaluannya.

Aku memejamkan mata mengikuti nasehat Widya sambil merasakan geli bercampur ngilu. karena menikmati gesekan kulit kepala kemaluanku dengan bibir kemaluannya. Kuatur nafasku, dan, "Bleess..!" begitu Widya menurunkan pinggulnya, terasa batang kemaluanku perlahan menerobos masuk ke dalam lubang vaginanya.
Ohh Tuhann..! terasa begitu lembut dan hangatnya bibir dan dinding kemaluan milik Widya ini mendekap sekujur batang kemaluanku.
"Oouhh.. Mbaakk..!" hanya itu rintihan yang keluar dari mulutku mewakili berjuta kenikmatan yang baru kali ini kurasakan di umurku yang ke 20 tahun.
"Oouuff.., gimana sayaangg.., heehh..? Enaakhh..? Aahh.. sstt.. aduuhh.. gilaa..! Punya kamu.., uuff.. adduhh.., benar kan dugaan Mbak tadi..? Oouugghh.. gila..! Punya kamu gede banget.. tau nggak sih..? Aasshhtt.. Menuh-menuhin bungkusnya, Edaann..! Uuff.. adduuhh.." rintihan Widya bersahutan dengan desahan nikmatku.
"Yahh.., ya Mbakk..! Pantesan ya Mbak.., oouusshh.. pantesan kk.. kata orang making love itu.., aduuhh.. sshh.. nikmat sekali..!"

Perlahan Widya mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, sedangkan aku hanya bisa menggigit bibirku merasakan desiran nikmat yang baru kali ini kurasakan. Desiran nikmat itu bertambah seiring dengan semakin cepatnya gerakan naik turun pinggul Widya di pusat selangkanganku. Apalagi begitu gerakan pinggul Widya bukan hanya naik turun, tetapi disertai dengan berputar-putar yang membuat batang rudalku seperti dipelintir. Seluruh sekujur tubuhku bergetar, perasaanku terbang melayang menjemput nikmat yang teramat sangat. Sementara kedua tangannyameremas-remas kedua payudaranya sendiri, seolah ingin menambah rangsangan untuk dirinya sendiri.

Sekitar 5 menit kemudian, gerakan Widya seperti orang kesurupan.
Dia mendesis panjang, matanya terbalik, "Praamm.., uugghh.. esshhtt.. akhh.. akkuu.. hampir.., yaahh.. yaahh.. yaahh.. Gilaa..! Enak bangett..! Oouuff.."
Dan rintihan itu tiba-tiba terhenti, tubuh Widya mengejang, sesaat kemudian Widya menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, memeluk leherku kencang dan mulutnya melumat bibirku dengan buas. Akusendiri terkejut, entah apa yang dirasakannya. Yang kurasakan bibirku nyeri dilumat oleh bibirnya, dan entah dari mana tiba-tiba pangkal pahaku terasa basah tersembur cairan hangat yang mungkin dikeluarkan oleh vagina Widya.

"Edan kamu Pram..! Hehh.. ssthh.. uuff.., baru kali ini dalam satu babak Mbak kalah dua kali..! Ntar dulu ya..? Oohh.."
Habis berkata begitu, Widya menciumi pipiku lembut dan mesra, sambil tangannya mengelus rambutku yang sudah acak-acakkan.
Widya menatapku dengan matanya yang sayu, "Kayaknya aku kok mulai sayang kamu ya..? Wah gawat nih Mbak nggak ingin kehilangan kamu.." Widya melanjutkan perkataannya.
Aku hanya menatap Widya dengan pandangan bingung, sementara rudalku masih tetap menancap dengan gagahnya di jepitan lubang kemaluan Widya yang sudah sangat becek itu.

"Mbak.., eengg.. Mbak akhh.. ak.. akuu.., ee..," belum tuntas ucapanku, Widya memotong, "Iya sayang, Mbak tau..! Kamu pingin dikeluarin kan..? Kerasa kok di memek mbak, kontol kamu berdenyut-denyut, hi.. hi.. kaciaann..!"
Habis berkata demikian, Widya kembali menciumi wajahku, lalu menjalar ke arah leher, terus ke belakang telingaku.
"Kasian kamu sayang..! Coba deh rasakan ini..?"
Aku hanya bertanya dalam hati, apa maksud dari perkataan Widya baru saja. Namun kebingunganku hanya beberapa detik, karena terjawab oleh remasan otot-otot di kemaluan Widya yang meremas-remas sekujur batang rudalku.

"Oohh.., Mbakk.. uuffss.. Mbak..! Aduhh.. nikmatnya.." desahku tidak menentu.
Kalau dibiarkan, bisa kacau nih, aku bisa keluar tanpa memberikan perlawanan yang berarti.Tanpa mengeluarkan kemaluanku pada vaginanya, tanpa di diduga oleh Widya, aku merubah posisiku, dimana sekarang aku yang di atas menindih tubuh Widya. Kulihat Widya sedikit terkejut, namun dia hanya tersenyum melihat ulahku.
"Gantian ya Mbak..? Sekarang Mbak istirahat aja menikmati semuanya."
Sambil berkata begitu, aku menaikkan kedua kaki Widya yang jenjang itu ke atas pundakku.
"Adduuhh.., kok kamu tau sih posisi gini..? Posisi kayak gini Mbak paling suka lho..! Ayoo..! Kok diam saja..? Mbak 'emut' lagi lho kontol kamu sama memek Mbak, nih rasain..!" ancamnya.
Benar saja, ancamannya betul-betul di buktikan, kembali kurasakan batang rudalku terasa diremas-remas dengan lembut oleh liang kemaluan Widya.

Memang aku kalah jauh pengalaman di bidang seks, namun dasar sifatku yang tidak mau kalah, aku mencoba mengimbangi permainan hisapan vagina Widya. Perlahan kumulai menggerakkan batang kemaluanku keluar masuk di jepitan bibir vagina Widya yang masih terus mengemut batang kemaluanku. Dari gerakan perlahan, aku mencoba menaikkan tempo, semakin cepat rudalku menggelosor maju mundur pada lubang kemaluan Widya. Semakin lama denyutan bibir kemaluan Widya terasa melemah, seiring desahan nafasnya semakin keras terdengar menebar nafsu birahi.
"Iyyaa..! Terus..! Yaahh gituu..! Aduuhh Pramm..! Enak banget..! Terus tambah kenceng..!"
Disela-sela rintihan Widya, aku mendengar kecipak air lendir di setiap hantaman batangkemaluanku yang merojok-rojok seisi relung-relung liang vagina Widya.

Posisi kaki Widya sekarang menjepit punggungku yang otomatis ikut naik turun seirama gerakan naik turunnya pinggulku.
"Oouuhh.., Mbakk..! Aku baru merasakan enaknya ML ya Mbak..? Aduuhh.. enakk.. tenan Mbak..!" aku yang memang baru merasakan nimatnya bersetubuh dengan seorang wanita, benar-benarmerasakan nikmatnya surga duniawi ini.
Detik demi detik tidak kulewatkan, kuresapi betul phenomena ini dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Pramm.., uuff.. sstt.. Pram.. oohh.., aduhh Gusti..! Adduuhh.. gawat..! Mbak mau.. uuffsshhtt.., Mbak mau keluarr.., yaahh.. teruss..! Dikit lagi.., yaahh.. yaahh.. eesshhtt.. esshh.. aahh..!" terlihat mata Widya membuka lebar, namun yang terlihat hanya putihnya saja, entah dimana pupil hitam di matanya itu, pelukannya tambah erat, dan jepitan kedua kakinya tambah kuat menjepit pinggulku yang semakin cepat menghantam selangkangannya.

Beberapa detik kemudian, kembali kemaluan Widya berdenyut-denyut yang menandakan dia kembali meraih orgasmenya yang ketiga kali. Sedang aku entah dikarenakan denyutan liang kemaluan Widya atau apa, sesaat lagi seperti akan memuntahkan semua isi dari batang rudalku. Benar saja, kenikmatan yang kurasakan itu seperti merambat naik ke puncak dan terpusat pada batang kemaluanku.
"Ooouuhh.., Mbak.., adduuhh.. Mbaakk..! Yaahh.. oouuhh Godd..!" terasa ada aliran pada batang rudalku menuju ujung di kepala kemaluanku, dan, "Sreett.. serr.. sseerr.." entah berapa kali air maniku menyembur dari pucuk kemaluanku menyerbu masuk dan membasahi setiap relung pada dinding kemaluan di seantero lubang kemaluan Widya.

Beberapa menit kemudian, "Mbaakk.., hilang deh perjakaku diambil Mbak Widya..!" aku pura-pura merengek di depannya, sementara batang kemaluanku masih menancap pada lubang vagina Widya.
"Iya deh maaf yaa..? Kamu menyesal..?" Widya menyahut sambil mengecup pipiku dengan perasaan sayang.
Aku hanya menggeleng, lalu disambungnya lagi, "Pram, Mbak serius lho, kayaknya Mbak ada perasaan sayang deh sama kamu. Kepolosan dan kejujuran kamu itu yang membuat Mbak suka kamu. Tadinya Mbak hanya mau membalas perlakuan pacar Mbak itu, tapi kok rasanya malah memang Mbak sayang kamu. Lagian kejantanan kamu jauh di atas dia, Mbak sampai kepayahan menahan gempuran kamu. Kamu tau kan Mbak tadi orgasme sampai tiga kali..?"

Aku mengangguk, "Iya Mbak, aku tahu, Mbak tadi keluarin lendir tiga kali, pertama pakai mulutku, yang kedua dan ketiga pakai si 'Adek'..!"
Aku mengibaratkan batang rudalku dengan sebutan 'Adek'. Mbak Widya tersenyum mendengar perkataanku tadi, "Hemm.., boleh juga tuh, nama kesayangan kontol kamu 'Adek' aja ya..? Iya nih, si 'Adek' bikin Mbak dehidrasi, kekurangan cairan tubuh..!"
Terasa batang rudalku berangsur lemas, dan tidak lama kemudian tercabut dengan sendirinya dari segala kehangatan dan kebasahan pada liang surga milik Mbak Widya ini. Kulihat cairan maniku tumpah kembali keluar bercampur dengan lendir milik Mbak Widya. Sekonyong-konyong Mbak Widya menempelkan telapak tangan kanannya di mulut kemaluannya sendiri.

Aku terbengong menyaksikan ulahnya, "Mau ngapain nih orang..?" batinku.
Seperti mengetahui akan kebingunganku, Widya hanya tersenyum, lalu dia berkata, "Pram, mani seorang perjaka konon rasanya sangat lezat, makanya Mbak ingin mencicipi mani kamu. Toh tadi kamu juga udah ngerasain cairan lendirku kan..? Apa salahnya kalau Mbak juga ingin merasakan dan mencicipi sperma kamu..?"
Setelah dirasa cukup, Widya menarik tangannya yang tadi menutupi selangkangannya, terlihat di telapak tangannya penuh dengan cairan spermaku. Tanpa ragu-ragu cairan sperma di telapak tangannya dibawa ke depan mulutnya dan langsung direguk perlahan, sambil dikecap terlebih dahulu dengan matanya sedikit terpejam, seolah Widya sedang menikmati sebuah minuman terlezat yang pernah dirasakannya.

Diseruput sedikit demi sedikit sampai akhirnya cairan sperma itu habis. Seperti tidak puas, telapak tangannya dijilat seolah tidak rela ada sisa spermaku yang tertinggal di telapak tangannya.
Aku tertegun dan meringis dengan semua ulah Widya, "Nggak jijik toh Mbak..? Apa sih rasanya, kayaknya kok sampai segitunya..?"
Widya langsung menyahut ucapanku, "Lho kamu sendiri tadi apa nggak jijik menghisap habis lendir Mbak..? Hayo..? Air mani kamu bener-bener lezat, gurih nggak seperti air mani pacar Mbak, bau..! Kalau lagi berkencan dengan dia terus sperma dia keluar, Mbak sampai muntah. Gimana ya..? Sperma kamu bener-bener putih dan bersih, Mbak suka banget dengan sperma kamu, bikin Mbak ketagihan deh kayaknya."
Kemudian kami membersihkan diri dan kulihat jam sudah menunjukkan pukul 05:00 dini hari. Sambil berpelukan, kami pun terlelap bersama.

Demikianlah, setelah itu kami masih sering mengulangi perbuatan itu pada beberapa kesempatan, sampai akhirnya Widya kembali ke pacarnya yang dulu dan kudengar mereka akhirnya menikah. Kalau diingat kembali, aku hanya tersenyum sendiri dengan pengalaman pertamaku bersetubuh dengan seorang wanita. Ya, dengan Widya lah pertama kali kurasakan nikmatnya tubuh wanita dan yang merenggut keperjakaanku.

TAMAT

Wednesday, June 5, 2013

Nikmatnya Perawani Anak Kos

Cerita Dewasa - Perawani Anak Kos - Tidak perna terbayang olehku, suatu ketika aku akan memperawani anak kos yang begitu cantik dengan bibir berwarna merah muda. Kisahnya terjadi dengan cepat sampai - sampai, aku sulit sekali melupakan kenangan indah itu.

Berikut Cerita Dewasa ketika aku perawani anak kos super cantik.

Pertama kali aku mengenalnya adalah saat pulang dari Jakarta, dia adalah siswa sekolah keguruan yang ada di kotaku pada saat itu,dia cantik,manis dan bertubuh mungil dengan kulit putih. Dasar nasibku lagi mujur tak lama berselang dia pindah kost kerumahku jadi mudah bagiku tuk lebih jauh mengenalnya.

Ternyata orangnya supel dan pandai bergaul, sehingga aku tambah berani tuk menyatakan perasaan hatiku, lagi-lagi aku beruntung dia menerima pernyataanku ,ukh bahagianya aku.

Suatu hari aku ada acara keluar kota ,iseng aku mengajaknya pergi,ternyata dia menyambut ajakanku. Sepanjang jalan menuju luar kota kami ngobrol sambil bercanda mesra,kadang tanganku iseng pura – pura tak disengaja menyentuh pahanya mulanya dia menepis tanganku tapi lama kelamaan membiarkan tanganku yang iseng mengelus pahanya yang putih dan gempal,aku memberanikan diri mengelus- elus pahanya sampai kepangkal pahanya . Dia tetap diam bahkan seperti menikmati elusan tanganku.

Aku tarik tanganku dari rok hitamya lalu bertanya padanya boleh nggak aku menyentuh payudaranya yang membukit dibalik baju berwarna pink.mulanya dia menolak ,aku coba merayunya bahwa aku ingin mengelus walau hanya sebentar.

Akhirnya dia mengangguk pelan,langsung aja tanganku menyusup kebalik bajunya dan mengusap,mengelus bahkan saat kuremas susunya yang mungil dan kenyal dia hanya mendesah dan menyandarkan kepalanya pada sandaran jok mobil yang kami kendarai.Kupermainkan putting susunya dengan dua jari dia semakin mendesah, sambil tetap menyetir aku tarik reslting celanaku dan aku keluarkan penisku yang telah menegang sejak tadi bak laras tank baja ,aku pegang tangannya dan kutarik kearah penisku, saat tangannya menyentuh penisku yang besar dan panjang dia tarik kembali tangannya mungkin kaget karena baru pertama kali.

Dengan sedikit basa basi kembali kutarik tangannya tuk memegang penisku akhinya dia menyerah kemudian mulai mengelus penisku perlahan.

“ Ang,punyamu besar sekali hampir sebesar pergelangan tanganku “ katanya
“ Hmm,susumu juga kenyal sekali “ kataku sambil menikmati elusan tangannya pada penisku

Tak lama kami sampai di kota tujuan,langsung aku cari tempat untuk menginap setelah itu pergi lagi tuk belanja keperluan selama di kota itu.

Malam kami ngobrol diberanda depan kamar tempat kami menginap sambil nonton tv ,kami duduk berdampingan sekali kali tanganku bergerilnya ditubuhnya ternyata dia dibalik baju tidurnya dia hanya memakai cd sehingga tanganku bisa bebas meremas remas susunya dan mempermainkan putingnya.

“ Akh,Ang jangan terlalu keras “ katanya kala kuremas dengan rasa gemas.
“ Maaf,habis susumu kenyal sekali “ kataku
“ Iya ,tapi sakit “ katanya
“ Iya pelan deh,kita pindah kedalam yuk “ kataku berbisik padanya dan mengangguk perlahan.

Sesampainya didalam aku peluk dia dari belakang,kuciumi tengkuknya yang putih dengan penuh nafsu dia bergelinjang kegelian sedangkan kedua tanganku bergerilya pada tubuhnya.
“ Akh,Ang ………..shhhhhhhh “ kata mendesah

Tanganku mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan kulepas bajunya hanya tinggal cd nya yang berwarna hitam.Kukulum bibirnya ,dia membalas kulumanku dengan penuh gairah.Tangannya mengusap-usap penisku sesekali meremasnya sehingga aku merasakan nikmat yang tak terhingga.

“Ukh,…teruskan yang “ kataku
“ Ikh besar sekali,panjang lagi “ katanya.
“ Ssssst ,”kataku sambil mengulum putting susunya yang makin menegang,tanganku kupergunakan untuk menurunkan cdnya .Kuusap perlahan gundukan daging empuk yang ditumbuhi bulu – bulu hitam halus ,dia menggelinjang kegelian dan kulanjutkan dengan menggelitik belahan memeknya hangat terasa.

“Akh,….teruskan pelan pelan “katanya sambil meremas penisku.Kemudian aku menurunka kulumanku pada susunya ke pusarnya ,dia mengangkat pinggangnya keenakan kuteruskan ciumanku pada memeknya dan menegang saat lidahku yang kasar menjilati memeknya yang merah merekah. Dia mengimbangi permainan lidahku dengan menggoyangkan pinggulnya bibirnya tak henti-henti mendesah .

“Sekarang giliranmu sayang “kataku padanya sambil menyodorkan penisku kemulutnya .Perlahan tapi pasti dia mulai menciumi batang kemaluanku yang sejak tadi menegang ,saat dia mulai mengulum penisku terbang rasanya menahan rasa nikmat .

Setelah itu kutelentangkan kekasihku yang putih,susunya yang mungil menggunung dengan memeknya yang merah merekah dibalik bulu- bulu hitam halus .Perlahan – lahan aku menaikinya ,kugosok-gosokkan penisku pada belahan memeknya dia meregang sambil mendesah tak karuan merasakan nikmatnya gosokkan penisku.Kemudian kutekan sedikit demi sedikit penisku pada memeknya ,pinggulnya naik seakan menyuruh agar penisku segera dimasukkan pada memeknya.

“Ayo,akh aaaaaaaakh teruskan sayangku” katanya sambil menarik pinggangku
“Baiklah ,sayang aku masukkan ya “ kataku sambil menekan penisku agar masuk lebih dalam lagi pada lubang memeknya perlahan karena takut dia kesakitan,sempit sekali.

“Aduh..,sakit Ang akh……..” katanya
“Sebentar juga hilang “ kataku,penisku keluar masuk memeknya yang terasa basah dan hangat.Rupanya ini pengalaman pertama baginya karena ada noda darah pada pangkal pahanya.

“Terus ….lebih cepat akh………ukh nikmat sekali kontolmu yang” katanya berani mungkin karena pengaruh rasa nikmat dari keluar masuknya penisku yang panjangnya 28 cm,penisku pun mulai merasakan nikmat dari gesekan dengan dinding dalam memeknya.

“Akh…….terus goyang pinggulmu “ kataku padanya,dan dia menuruti kataku menggoyangkan pinggulnya Tak lama dia mengerang sambil memelukku erat rupanya dia telah mencapai orgasme,dia berbaring lemas dibawaku sedangkan penisku masih menancap pada memeknya yang terasa basah.

Terlihat ada air mata pada ujung kelopak matanya ,melihat itu aku segera berbisik padanya bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini.Barulah dia berubah riang kembali dan aku mulai aktifitas kembali menaik turunkan penisku dan dia merespon gerakanku dengan bersemangat .Malam itu melakukannya sebanyak 6 kali sampai akhirnya tertidur pulas sampai pagi.

Mengapa Aku Kehilangan Perawan

Mengapa Aku Kehilangan Perawan - Saya ingin menceritakan pengalaman seks saya 8 tahun yang lalu, sekarang saya sudah berumur 22 tahun.

Cerita ini mengenai mengapa saya kehilangan perawan saya untuk pertama kali. Semenjak itu, saya menjadi kesal dengan semua laki-laki tapi bukan berarti saya menjadi lesbi. Saya bukan lesbi tapi saya juga tidak mau mengenal laki-laki. Tidak tahu lagi apa itu namanya.

Saya adalah cewek yang lumayan cantik karena saya memiliki hidung yang mancung dengan mata yang kecil dan lentik. Payudara saya cukup besar untuk cewek berumur 14 tahun saat itu. Saya tidak mempunyai pacar karena saya ingin belajar giat supaya saya bisa bersekolah di Philadelphia, United States setelah saya lulus SMA nanti.

Saya memiliki kakak laki-laki yang usianya 2 tahun di atas saya. Namanya adalah Herry Susanto (Nama belakangnya bukan nama keluarga saya karena nama belakangnya adalah karangan saya saja). Dia satu sekolah dengan saya sehingga tiap hari Herry selalu menemani saya di sekolah. Saya tidak pernah berpikir kenapa dia sampai melakukan perbuatan maksiat itu terhadap saya apalagi saya adalah adik perempuannya satu-satunya.

Saat itu kami berdua sedang libur setelah 2 minggu menjalankan ujian kenaikan kelas. Saya masih ingat sekali bahwa hari kejadian itu adalah hari senin. Saat itu saya sedang nonton VCD Donald Duck dan Mickey Mouse. Ketika saya sedang menonton film tersebut, tiba-tiba saya mau pipis sehingga saya meninggalkan TV untuk cepat-cepat pergi ke kamar mandi karena saya tidak mau ngompol di sofa di mana saya sedang tiduran karena saya bisa dimarahi mama nantinya.

Saya lari ke kamar mandi dan langsung pipis. Itulah kesalahan saya yang fatal karena saya lupa menutup pintu. Sewaktu saya sedang pipis, kakak saya Herry datang tergopoh-gopoh. Saya yakin sekali bahwa Herry pasti habis memakai putaw atau jenis drugs yang lain karena saya sering melihat dia teler kalau habis pakai obat.

Herry melihat saya sedang pipis dan saya membiarkan saja ketika dia masuk ke kamar mandi karena saya tidak ada perasaan curiga pada dia. Ketika dia masuk, tiba-tiba dia mengunci pintu kamar mandi dan tiba-tiba dia menyerang tubuh saya yang saat itu sedang pipis. Saya kaget dan hendak berteriak tetapi dengan cepat Herry menutup mulut saya dan mengancam mau membunuh saya kalau saya berteriak. Saya langsung menangis karena saya tidak mengerti kenapa kakak saya tega melakukan perbuatan bejad kepada saya.

Saya cuma menangis saja menyaksikan Herry membuka pakaian dan celana dalam yang saya kenakan. Setelah saya tidak memakai busana apa-apa lagi, Herry langsung menciumi puting susu saya dengan ganasnya sementara jari-jarinya memainkan klitoris saya.

Saya masih menangis karena saya masih tidak mengerti tetapi di lain pihak, saya mulai menikmati permainan kakak saya karena saya kadang-kadang mendesah di tengah tangisan saya, apalagi saya sempat merasakan pipis beberapa kali ketika Herry mulai menjilati liang kemaluan saya dan memainkan lidahnya di dalam lubang kemaluan saya. Saya yakin dia menelan semua cairan kewanitaan saya. Perasaan saya saat itu tidak karuan karena saya mulai menyenangi permainannya dan sekaligus benci dengan sikapnya yang telah memperkosa saya.

Herry terus menjilati kemaluan saya dan saya sudah 2 kali merasakan ingin pipis tetapi saya tidak mengerti kenapa saya ingin pipis ketika dia menjilati kemaluan saya, saya merasakan kenikmatan yang maha dasyat. Tiba-tiba saya melihat Herry mulai membuka pakaiannya dan mulai mempersiapkan batang kemaluannya yang sudah mengacung sempurna.

Herry langsung menciumi saya dan saya cuma bisa berkata, “Jangan.. jangan..”, tetapi Herry diam saja dan mulai memasukkan batang kemaluannya ke dalam liang kenikmatan saya. Saya tahu saya masih perawan makanya saya meronta-ronta ketika dia mau memasukkan batang kemaluannya. Saya menampar pipinya tetapi dia malah membalas tamparan saya sehingga saya menjadi sangat takut waktu itu.

Akhirnya saya cuma diam saja sambil menangis sementara Herry mulai mengarahkan batang kenikmatannya ke dalam liang kemaluan saya. Ketika batang kemaluan Herry mulai masuk ke dalam kemaluan saya, saya merasakan sakit yang amat sangat tetapi saya tidak bisa melakukan apa-apa karena saya sangat ketakutan apalagi saya tahu dia dalam pengaruh obat, jadinya dia tidak menyadari bahwa dia sedang menyetubuhi adiknya sendiri.

Di saat Herry mulai memainkan batangannya di dalam lubang kenikmatan saya, saya merasakan ada cairan darah perawan yang keluar dari liang senggama saya yang sudah dirobek oleh kakak saya sendiri. Saya tiba-tiba menjadi tidak mengerti karena saya mulai menyukai goyangan batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan saya karena secara otomatis saya mulai bergoyang-goyang mengikuti irama batang kemaluan Herry di dalam liang senggama saya walaupun saat itu saya masih menangis. Herry memeluk tubuh saya sambil terus menggenjot tubuh saya.

Selama 20 menit Herry tetap menggenjot tubuh saya dengan tubuhnya dan batang kenikmatannya yang tertanam di dalam liang kemaluan saya. Saya mulai merasakan bahwa saya ingin pipis tetapi kali ini saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya tetapi rasanya enak sekali dan saya sama sekali tidak mengerti apa itu tetapi ketika saya mengeluarkan cairan nikmat saya, saya berteriak dan memeluk kakak saya erat-erat dan ketika saya memeluknya erat-erat, rupanya batang kemaluan kakakku sepertinya tertanam lebih dalam lagi di liang kenikmatan saya sehingga dia sepertinya mengeluarkan cairan dari dalam batang kelaminnya dan membasahi lapisan kemaluan saya. Setelah itu, herry melepaskan pelukan saya serta mencabut batang kemaluannya dari dalam liang kenikmatan saya dan kemudian meninggalkan saya seorang diri.

Saya masih sempat melihat ada cairan bekas Herry yang masih menetes dari dalam lubang kemaluan saya. Saya hanya diam dan tiba-tiba saya menangis sedih karena harga diri saya telah dirusak oleh kakak saya sendiri. Sejak saat itu saya mulai membenci laki-laki, tetapi saya mulai mengenal seks karena ketika saya ingin sekali merasakan pipis nikmat, saya selalu melakukan masturbasi di kamar mandi atau bahkan di kamar tidur saya.

Tapi tentunya saya selalu melakukannya kalau tidak ada orang di rumah. Sejak saat itu saya membenci kakak saya dan setiap kali ada lelaki yang mencoba mendekati saya, saya selalu mengolok-oloknya dengan kata-kata yang kasar sehingga satu persatu dari mereka menjauhi saya.

Sekarang saya berada di Philadelphia dan banyak teman saya yang mengatakan bahwa saya ini termasuk cewek bodoh karena saya selalu menolak cowok baik-baik yang cakap dan pandai dan itu tidak terjadi sekali. Saya memang membenci laki-laki tetapi saya bukan lesbi karena ketika saya menghindari semua laki-laki di dalam hidup saya, ada seorang lesbi yang mendekati saya dan saya juga menghindarinya.

Akibatnya persahabatan kami menjadi renggang dan dia mulai meninggalkan saya. Saya hanya dapat mencapai orgasme ketika saya melakukan masturbasi ketika saya sedang mandi atau sebelum tidur. Jadinya itu membuat saya berpikir, kenapa saya perlu laki-laki kalau saya bisa memuaskan nafsu saya dengan swalayan.

Perawanin Anak Sekolah Di Warnet


Cerita sex perawanin anak sekolah di warnet ini merupakan cerita dewasa tentang petualangan sorang anak SMU yang sedang mencari tugas di internet! sekilas tentang diriku.

Namaku wawan,sekarang aku masih menyelesaikan kuliah di salah satu universita ternama di kotaku.

Kejadian ini kualami ketika aku masih duduk di bangku SMA,dan aku melakukannya dengan tetanggaku sendiri, yang bernama tiya.

Dari segi fisik dia memang cantik,dari raut wajahnya yang oriental, sampai ke lekuk tubuhnya tidak ada yang cacat apalagi payudaranya yang membuat semua laki laki yang melihatnya pasti menelan ludah.

Ceritanya sex dewasanya begini,Ketika itu aku bersama tiya pergi ke warnet untuk mencari tugas, kebetulan kami sekelompok jadi kami mengerjakan tugas harus bersama. Ketika kami sampai di warnet kami langsung mengambil tempat masing masing dan mulai searching di om google tugas yang diberikan oleh pak guru

Setelah beberapa jam tugas yg ku cari telah terkumpul.Untuk menghilangkan jenuh,dengan iseng aku membuka situs situs porno.Karena keasikan aku sampai ngak sadar kalo tiya meperhatikanku dari belakan

"Wahh lu ya di suruh cariin tugas malah nonton bokep "kata tiya.aku pun langsung nge respon" nona yg cantik tugasnya udah selesai jadi apa salahnya dong kalo gue nyantai dulu,klo lu mau ikut duduk ajah,ngak usah malu malu!!

Kataku padanya,dan iapun mau.setelah selesai satu video kulihat dari raut wajahnya ternyata ia mulai terangsan oleh video tadi.Muncullah pikiran usil di benaku.Mula mula aku bertaanya padanya

" Tiya video nya bagus ngak??"bagus jawabnya dengan santai.

Kalo gitu kita lanjutin aja videonya.tanpa ragu ragu ia pun mau.

Jurus pertama aku langsung mengangkat tanganku dan ku sandarkan di pundaknya,dia pun tidak ngerespon"bagus kataku dalam hati"

Jurus kedua aku langsung mendekatkan wajah ku dekat dengan wajahnya,dan menghembuskan nafas di telinganya,dia pun langsung meresponnya dengan langsung melumat bibirku.

kebetulan warnet tersebut biliknya berbentuk kamar kecil dng ukuran 150 X 150M,dan ada pintunya,jadi aku lebih leluasa untuk bermain di dalamnya pikirku dalam hati.

Beberapa lamanya ia melumat bibirku,aku pun memcoba membuka bajunya,dan ahha!!!

Ternyata ia tidak marah.kugunakan kesempatan ini untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.setelah kubuka bajunya kini branya yang kubuka,dan terlihat payudaranya yang montok,kencang,dengan puting berwarna merahmuda.

Akupun langsung menghisap payudara kanannya,sementara itu,tangan kiriku meremas remas yang sebelah kirinya.

Setelah puas bermain yang di atas,kini aku mulai membuka celananya,tapi dia menolak"pank gue masih virgin,lu mau bertanggung jawab dengan apa yg akan lu lakukan terhadap gue.

Dengan eteng ku jawab YA!.Akhirnya ia pun mau. wawan ,lo nggak adil,masa dari tadi lu saja yang main,katanya merasa tidak adil.

Oke lah kalo begitu lo pernah ngak mengoral kontol cowok.kataku padanya.belum,jawabnya,kalo begitu sekarang lu oralin kontol gue.

Tanpa ragu ragu ia pun langsum mengoral kontol ku yang sudah tegang.sekitar 6 menit ia mengoral kontolku,aku merasakan maniku akan keluar.

Rasasanya aku ingin berteriak,tapi aku takut akan kedengaran oleh orang lain,tapi aku pun berpikir ah tidah mungkin,kan disini musiknya kencang jadi jika aku berteriak tdak ada yang akan mendengar.

Akhirny aku menumpahkan hormonku di dalammulutnya,dan iya menelannya hinga tidak ada sisanya.anehnya setelah itu kontolku tidak langsung layu,tapi malah menantang tegangnya.

Aku pun langsung menyuru tiya untuk duduk di atas meja yang tidak begitu besar,dan akupun siap bertempur.

Mulamula aku menggesek gesekkan kepala kontolku di bibir vagina nya,kemudian aku mulai menyodoknya kedalam.terdengar teriakan kecilnya"uuuwwwh..."

Kusodokan lebih dalam lagi,dan"slop"begitu bunyi memek perawannya,dan dia pun ber desis"ahhh...."kemudian aku parkirkan kontolku di dalam memeknya,untuk membiasakan otot otot kontolku didalamnya.sekitar 1 menit,aku pun langsung menyodoknya secara berlahan tapi pasti.

Semakin lama semakin cepat,dia pun hanya bisa bertereriak"ooooohh....aaahhhhhh....uhhhh.setelah capek dengan gaya tersebut aku langsung duduk di kursi,dengan tanpa di perinta ia pun langsung duduk tepat di atas kontolku,dan dimasukannya kontolku di dalam memeknya,dan ia mulai memompanya.

"Awwwwwwhhhh owhhhhhhh uhhhhhh" shshsss Awwhwwwwhhh begitulah suarah yang di keluarkannya.setelah kurang lebih 15 menit ia berkta"say gue mau keluar "ok oke,tapi kita keluarnya barengan aja,gue juga udah mu keluar,dan crot crot crot, maniku tumpah di dalamnya,bersamaan dengan darah perawannya.

Setelah itu aku langsung berpakaian kembali,dan membersihan darah,dan mani yang tumpah di lantai.

Akhrnya sekitar pukul 06.30.malam aku pulang dengan hati gembira karena baru menikmati perawan cantik.

Dan mulai hari itulah aku jadian dengannya,dan sering melakukan hubungan tersebut,bahkan pernah di perpustakaan sekolah.

Itulah pengalaman sex pertamaku. semoga cerita sex perawanin anak sekolah di warnetini dapat membuat nafsu pemirsa setia blog cerita dewasa dan cerita sex 17 tahun ini semakin mengebu-gebu!

Cerita ML Pertama Dengan Pacarku

Namaku Anggi, umurku 22 tahun. Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogja. Saat ini aku sudah berada di tingkat akhir dan sedang dalam masa penyelesaian skripsi. Sebelum aku memulai kisah yang akan menjadi kisah indah bagiku, perkenankan aku mendeskripsikan diriku.

Seks

Tinggiku 160 cm dengan berat 45 kg. Rambutku hitam panjang sepinggul dan lurus. Kulitku putih bersih. Mataku bulat dengan bibir mungil dan penuh. Payudaraku tidak terlalu besar, dengan ukuran 34 B.

Sebulan yang lalu, seorang laki-laki berumur 28 tahun memintaku jadi pacarny. Permintaan yang tak mungkin aku tolak, karena dia adalah sosok yang selalu ku impikan. Dia seperti pangeran bagiku. Badannya yang tinggi dan atletis serta sorot matanya yang tajam selalu membuatku terpana.

Namanya adalah Rico, kekasih pertamaku. Rico sudah bekerja di perusahaan swasta di Jogja. Rico sangat romantis, dia selalu bisa membawaku terbang tinggi ke dunia mimpi. Ribuan rayuan yang mungkin terdengar gombal selalu bagai puisi di telingaku. Sejauh ini hubungan kami masih biasa saja.

Beberapa kali kami melakukan ciuman lembut di dalam mobil atau saat berada di tempat sepi. Tapi lebih dari itu kami belum pernah. Sejujurnya, aku kadang menginginkan lebih darinya. Membayangkannya saja sering membuatku masturbasi.

Hari ini (30 Maret 2010) tepat sebulan hari jadi kami. Rico dan aku ingin merayakan hari jadi tersebut. Setelah diskusi panjang, akhirnya diputuskan weekend kita berlibur ke kaliurang.

Sabtu yang ku tunggu datang juga. Rico berjanji akan menjemputku pukul 07.00 WIB. Sejak semalam rasanya aku tidak bisa tidur karena berdebar-debar. Untuk hari yang istimewa ini, aku juga memilih pakaian yang istimewa. Aku mengenakan kaos tanpa lengan berwarna biru dan celana jeans 3/4. Rambut panjangku hanya dijepit saja.

Karena takut nanti basah saat bermain di air terjun, aku membawa sepasang baju ganti dan baju dalam. Tak lama kemudia Rico datang dengan mobil honda jazz putihnya. Ahh,, Rico selalu tampak menawan di mataku. Padahal dia hanya memakai kaos hitam dan celana jeans panjang.

"Sudah siap berangkat, Nggi?" aku pun mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil. Perjalanan tidak memakan waktu lama karena jalanan masih cukup sepi. Sekitar 45 menit kemudian kita sampai di tempat wisata. Ternyata pintu masuk ke area wisata masih ditutup.

"Masih tutup, mas.. Kita jalan dulu aja ke tempat lain, gimana?" tanyaku
"Iya.. coba lebih ke atas. Siapa tau ada pemandangan bagus."

Rico segera menjalankan mobilnya. Tidak begitu banyak pemandangan menarik. Begitu sekeliling tampak sepi, Rico memarkir mobilnya.

"Kita nunggu di sini aja ya, sayang. Sambil makan roti coklat yang tadi aku beli. Kamu belum sarapan, kan?"
"iya, mas.. Anggi juga lapar"

Sambil makan roti, Rico dan aku berbincang-bincang mengenai tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Tiba-tiba...

"Aduh Anggi sayang, udah gede kok makannya belepotan kayak anak kecil,,," ucapnya sambil tertawa. Aku jadi malu dan mengambil tisue di dashboard. Belum sempat aku membersihkan mukaku, Rico mendekat, "Sini, biar mas bersihin." Aku tidak berpikir macam-macam.

Tapi Rico tidak mengambil tisue dari tanganku, namun mendekatkan bibirnya dan menjilat coklat di sekeliling bibirku. Oooh,, udara pagi yang dingin membuatku jantungku berdebar sangat kencang.

"Nah, sudah bersih." Ucap Rico sambil tersenyum. Tapi wajahnya masih begitu dekat, sangat dekat, hanya sekitar 1-2 cm di hadapanku. Sekuat tenaga aku mengucapkan terima kasih dengan suara sedikit bergetar.

Rico hanya tersenyum, kemudian dengan lembut tangan kirinya membelai pipiku, menengadahkan daguku. Bisa ku lihat matanya yang hitam memandangku, membuatku semakin bergetar. Aku benar-benar berusaha mengatur nafasku. Seketika, ciuman Rico mendarat di bibirku.

Aku pun membalas ciumannya. Ku lingkarkan kedua tanganku di lehernya. Ku rasakan tangan kanan Rico membelai rambutku dan tangan kirinya membelai lenganku. Tak berapa lama, ku rasakan ciuman kami berbeda, ada gairah di sana. Sesekali Rico menggigit bibirku dan membuatku mendesah, "uhhhh..." refleks aku memperat pelukanku, meminta lebih.

Tapi Rico justru mengakhirinya, "I love you, honey" Lalu mengecup bibirku dengan cepat dan melepaskan pelukannya. Aku berusaha tersenyum, "I love you, too". dalam hati aku benar-benar malu, karena mendesah. Mungkin kalau aku tidak mendesah, ciuman itu akan berlanjut lebih. Aaahh,,, bodohnya aku. Rico lalu menjalankan mobilnya menuju tempat wisata.

Kami bermain dari pagi hingga malam menjelang. Tak terasa sudah pukul 19.00 WIB. Sebelum kembali ke kota, kami makan malam dulu di salah satu restoran. Biasa, tidak ada makan malam hanya 1 jam. Selesai makan, ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.30

"Waduh, mas,,, sudah jam segini. Kos Anggi dah tutup, nih. Anggi lupa pesen maw pulang telat. Gimana, ini?"

"Aduuh,, gimana, ya?? Ga mungkin juga kamu tidur di kos mas."
"Uuuh,, gimana, dong??"
"Udah, jangan cemas. Kita cari jalan keluarnya sambil jalan aja."

Selama perjalanan aku benar-benar bingung. Di mana aku tidur malam ini??

"Sayang, kita tidur di penginapan aja, ya. Daerah sini kan banyak penginapan. Gimana?"
"Iya deh, mas.. dari pada Anggi tidur di luar"

Tak lama kemudia Rico berhenti di sebuah penginapan kecil dengan harga murah. Tapi ternyata kamar sudah penuh karena ini malam minggu dan banyak yang menginap. Sampai ke penginapan kelima, akhirnya ada juga kamar kosong. Tapi cuma satu.

Karena sudah hampir pukul 23.00 kami memutuskan mengambil kamar tersebut. Sampai di kamar, Rico langsung berbaring di kasur yang ukurannya bisa dibilang single bed. Aku sendiri karena merasa badna lengket, masuk ke kamar mandi untuk ganti baju. Selesai mandi, dalam hati dongkol juga.

Kalau tau nginap begini, satu kamar, aku kan bisa bawa baju dalamku yang seksi. Terus pake baju yang seksi juga. Soalnya aku cuma bawa tank top ma celana jeans panjang.

Hilang sudah harapanku bisa merasakan keindahan bersama Rico. Selesai mandi, aku segera keluar kamar. Tampak Rico sudah tidur. Sedih juga, liat dia udah tidur. Aku pun naik ke atas kasur dan membuat dia terbangun.

"Dah selesai mandi, ya.."
"Iya,, mas ga mandi??"
"Ga bawa baju ganti ma handuk"
"Di kamar mandi ada handuk, kok. Pake baju itu lagi aja, mas"

Rico mungkin merasa gerah juga, jadi dia pun mengikuti saranku. Gantian aku yang merasa mengantuk. Segera ku tarik selimut dan memejamkan mata tanpa berpikit apa-apa. Baru beberapa saat aku terlelap, ku rasakan ada sentuhan dingin di pipiku dan ciuman di mataku.

Saat aku membuka mata, tampak Rico telanjang dada. Hanya ada sehelai handuk membalut bagian bawah. Badannya yang atletis tampak begitu jelas dan penampilannya membuatku menahan nafas.

"Ngga dingin mas, ga pake baju. Cuma pake handuk" Kataku dengan senyum penuh hasrat.

Tidak ada jawaban dari Rico. Dengan lembut dan cepat di rengkuhnya kepalaku dan kami pun berciuman. Bukan ciuman lembut seperti biasanya. Tapi ciuman penuh gairah. Lebih dari yang tadi pagi kami lakukan. Lidah kami saling bermain, mengisap, "mmmm...mmm.."

Ku lingkarkan tanganku di punggungnya, ku belai punggungnya. Tangan kananku lalu membelau dadanya yang bidang, memainkan puting susu yang kecil.

Gerakanku ternyata merangsang Rico, di peluknya aku lebih erat, ku rasakan badannya tepat menindihku. Rico mengalihkan ciumannya, ke telingaku, "aaah,,mmm,,"

Tangannya menjelajahi badanku, menyentuh kedua gunung kembarku. Di belainya dengan lembut, membuatku mendesah tiada henti

"aaah,,mm,, masss,,,uhh,,," badanku sedikit menggeliat karena geli. Bisa ku rasakan vaginaku mulai basah karena tindakan tadi. Tangan Rico, kemudian masuk ke dalam tank topku, menjelajahi punggungku.

Seakan mengerti apa yang dicari Rico, ku miringkan sedikit badanku dan ku lumat bibirnya penuh nafsu. Rico pun membalas dengan penuh nafsu dan tidak ada 1 detik kait BH lepas. Ku rasakan tangan Nico langsung kembali ke badanku dan mmbelai langsung kedua payudaraku.

"aaah,,,uhhh,,,"
"Sayang,,, tank topny dilepas, ya" ujarnya dengan nafas tersengal karena penuh gairah. Tanpa persetujuan dariku, lepaslah tank top dan juga BHku. Bagian atasku sudah tak berbusana. Rico langsung menikmati kedua payudaraku. Di remasnya payudaraku,,, membuatku menggeliat, mendesah,

"aaah,,sss...maass,,uhhh,,,," Erangan dari mulutku tampaknya membuat Rico semakin bernafsu, dia kemudian mengulum dan mengisap pentil payudaraku, "aaaahh,,,,ohhh,,,,,mmmm,,," aku mengerang, mendesah, menggeliat sebagai reaksi dari setiap tindakannya.

Tangan kiri Rico membelai perutku dengan tangan kanan dan mulut yang masih sibuk menikmati payudaraku yang mengeras. Ku rasakan tanga kiri Rico cukup kesulitan membuka celana jeansku.

Ku naikkan pinggulku dan kedua tanganku berusaha membukan kaitan celana jeans dengan gemetar. Susah payah celana jeans itu akhrinya terlepas juga. Tanga kiri Rico tanpa membuang waktu langsung menyusup ke dalam celana dalamku, membelai vaginaku yang sudah basah, "aaahh,,,maass,,aah,,teruus,,ssshh,,mmmmm"

Kurasakan Rico menekan klitorisku, "aaahh,,,," membuatku semakin mendesah dan bergetar. Apalagi Rico masih mengisap puting payudaraku. Tidak lama kemudian ku rasakan seluruh badanku terasa kencang, vaginaku mengalami kontraksi dan aku menggeliat hebat, "AAAHHH,,,,,," sambil memegang pinggiran tempat tidur menyambut orgasme pertamaku.

Rico tampak puas dapat membuatku merasakan orgasme. Belum selesai aku mengatur nafas, Rico berada di antara kedua pahaku, dijilatinya kedua payudaraku, turun ke bawah, menjilat kedua perutku. Membuatku merasa geli penuh nikmat, "Oooh,,mass,," Seakan tau apa yang ku inginkan, kedua tangan Rico melepas celana dalamku.

Tampakalah vaginaku yang memerah dengan sedikit rambut halus di sekitarnya. Rico kemudian memainkan lidahnya di vaginaku. Rico menjilati, mengulum vaginaku, membuatku menggelinjang hebat dan ku rasakan kedua kalinya, adanya kontraksi, "aaaaahh,,,,". Aku orgasme untuk kedua kalinya. Sensasi yang sangat menyenangakan.

Rico belum puas dengan orgasmeku tadi. Setelah dia membersihkan vaginaku, bisa kurasakan lidah Rico menerobos masuk dan menyerbu klitorisku. Nafasku semakin memburu dan dari bibirku a terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.

"Aahh,, mas,,aah,,uuhh,,, eeenaakk,,mmm,,sss"

Aku sangat menikmati oral yang diberikan Rico. Kurasakan dorongan lidah Rico lebih dalam lagi ke dalam vaginaku, membuat cairan dari dalam vaginaku terus mengalir tanpa henti.

membuat Desahan yang keluar dari mulutku semakin kencang. Semakin lama Rico memberikan rangsangan di dalam vaginaku, membuatku menggeliat dan mengerang semakin kuat. Kurasakan lagi vaginaku berkontraksi, dan aku pun orgasme.

Setelah orgasmeku reda, Rico dengan wajahnya yang basah dan penuh gairah menindih badanku yang sudah telanjang bulat. Rico mengulum bibir dan lidahku. Tangan kiriku kemudian menarik handuk yang masih menutupi bagian bawahnya. Membuatku merasakan penisnya menusuk perutku, membuatku semakin bergairah. Ciuman kami semakin basah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu. Lidah Rico dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan daguku. aku pun membalas kelincahannya. Lidahku membasahi mulut dan dagunya.

Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar. Lidah kami akhirnya bertemu. Aku makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat.

Tanganku menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Rico membelai kepalaku dan tangan kirinya meremas-remas pantatku yang bulat.

"aaahh,, mass,,,"
Rico tiba-tiba menghentikan cumbuannya, "sayang... aku mencintaimu, aku ingin kamu seutuhnya" dan mencium lembut bibirku yang sudah basah. Aku sudah terlalu dipenuhi gairah karena segala tindakan Rico.

Hingga rasanya bicara aku sulit. Kulingkarkan kedua lengaku di leher Rico dan kuhisap kedua bibirnya dalam-dalam sebagai jawabanku. Aku ingin segera menanggalkan keperawananku dalam pelukan Rico.

Rico mengalihkan ciuman bibirnya keleherku yang putih, menciuminya, menjilatinya, membuatku semakin terangsang. Kurasakan penis Rico mengusap vaginaku, membuatku semakin bergairah, apalagi kedua payudaraku yang sudah sangat mengeras dimainkan oleh Rico.

Jilatan Rico dari leherku terus kebawah hingga lidahnya menyentuh ujung puting susuku yang makin membuat aku mengerang tak karuan, "aaahh,,,oohh,,,mmm,,aahh" .Sementara puting susuku yang satu lagi masih tetap dia pilin dengan sebelah tangannya.

Kemudian tangannya terus kebawah payudaraku dan terus hingga akhirnya menyentuh permukaan vaginaku. Tak lama kemudian kurasakan penis Rico tenggelam di dalam vaginaku setelah susah payah karena vaginaku yang sempit.

"Uuuh,,,aarggh,,,," ku rasakan nyeri yang sangat hingga menangis.
"Sakit ya, sayang... sabar, ya.. Ntar juga hilang kok" Rico menenangkanku, sambil mencium mataku yang mengeluarkan air mata.

Setelah kurasakan vaginaku mulai terbiasa dengan kehadiran penis Rico, Rico kemudian menggerakkan penisnya perlahan, keluar-masuk vaginaku. Semakin lama gerakannya semakin cepat dan membuatku mendesah nikmat. Makin lama makin cepat, kembali aku hilang dalam orgasmenya yang kuat dan panjang.

Tapi Rico yang tampaknya nyaris tidak dapat bertahan, semakin mempercepat gerakannya. Aku yang baru saja orgasme merasakan vaginaku yang sudah terlalu sensitif berkontraksi lagi..

"Sayaang,, aku sudah mau keluar, dikeluarin di mana?" tanya sambil terengah-engah.
"Di dalam saja, mass,," Toh, aku juga dalam masa tidak subur. jadi buat apa dikeluarin di luar, pikirku.

Tak lama kemudian aku segera mengalami orgasme bersamaan dengan Rico. Ku rasakan semburan di dalam liang vaginaku yang memberikan kenikmatan tiada tara.

Rico kemudian merebahkan diri di sampingku dan memeluk erat tubuhku. Tubuh mungilku segera tenggelam dalam pelukannya. Tangan Rico dengan lembut membelai rambut panjangku, "Anggi sayang... Selamanya kita bersama ya, sayang." dan ciuman lembut, romantis mendarat di bibirku.

"Iya, mas.." ku cium bibirnya lambat tapi sesaat. kemudian ku rapatkan badanku ke badannya. Ku lihat jam di kamar menunjukkan pukul 01.00, mataku pun sudah lelah dan kami pun tidur dengan pulas.

Pagi menjelang, sinar matahari masuk ke dalam kamar melalu jendela dan membangunkanku. Ada sedikit rasa terkejut melihat wajah Rico karena baru pertama aku tidur dengan laki-laki.

Tapi teringat kejadian semalam membuatku kembali terangsang. Perlahan, ku cium bibi Rico yang sedikit terbuka. Ternyata ciumanku membangunkan Rico yang kemudian membalas ciumanku dengan lebih bergairah dan menggigit telingaku.

"Selamat pagi sayangku, cintaku,," ucapnya.
"Pagi,,," ku cium lagi bibirnya dan tak lama kami pun saling mengulum bibir satu sama lai, dan memainkan lidah, menambah kenikmatan di pagi hari. Karena ingin sedikit iseng, ku lepas ciumanku

"Aku mandi dulu, ya..." belum sempat aku berdiri, baru duduk, Rico menarik perutku, menciuminya dengan lembut. Membuatku menahan keinginan untuk meninggalkan tempat tidur.
"Nanti saja sayang.." Perlahan ciuman Rico dari perut naik menuju leherku, menjilatinya, membuatku mendesah nikamat, "aahh..mmm.."

Rico menjilati leherku dari belakang. Tangan kanannya meremas-remas payudaraku dan tangan kirinya menekan vaginaku. Ku rasakan jarinya masuk menyusuri liang vaginaku, memainkan klitorisku. Tak lama badanku pun menggeliat, pinggulku terangkat, dan orgasme pertama pagi itu datang.

Dengan lembut Rico memangkuku. Diletakannya aku di atas kedua pahanya. Kakiku melingkar di punggungnya. Kami pun berciuman dan Rico perlahan memasukkan penisnya ke dalam vaginaku.

Rico kemudian memompa penisnya, membuatku menggelinjang penuh nikmat. Sambil memainkan penisnya, Rico menikmati kedua payudaraku yang mengeras.

"aaah,,aah,,aahh,," semakin lama, semakin cepat, dan aku merasakan vaginaku kembali berkontraksi. Ku peluk kepala Rico dengan erat dan aku mengerang karena orgasme "Aaaaaaahhhh...." yang disusul dengan Rico yang juga mencapai puncaknya.

Setelah itu kami bercumbu lagi beberapa saat kemudian baru mandi dan pulang ke kota meninggalkan seprei kamar yang basah karena cairanku dan Rico serta bercak darah pertanda hilangnya keperawananku.

Sebelum memulangkanku ke kos, kami mampir ke kos Rico untuk bercinta lagi. Sejak saat itu, setiap akhir minggu jika tidak ada kesibukan kami pasti check in di hotel untuk bercinta.

Kapan-kapan aku akan membagikan kisah cintaku yang lain bersama Rico tentunya.

Kalau ceritanya kurang merangsang maaf, ya.. maklum baru pertama...

Thursday, May 16, 2013

Perawan Ayu


Cewek ini namanya Ayu, dia temen dari Dian anak SMP sebelah rumah kost gue. Sore itu gue lagi nongkrong di depan kost
sambil maen gitar,hampir setengah jam gue di depan, Dian terlihat pulang tapi kali ini sama temen-temennya.
“eh, Dian baru pulang sekolah ya? kok ampe jam segini? maen dulu ya?” gue becandain si dian. “Enggak kok mas, tadi ada les
di sekolah.” oh gitu ya gue jawab dengan santai. “trus bawa temen banyak mau ada acara apa?” tanya gue lagi. “mau belajar
kelompok mas, eh kenalin dong mas temen-temen Dian!!” Dian nyuruh gue kenalan ma temen-temennya. ” ni mas Hendra namanya”
sahut Dian. salah satunya ya si Ayu itu, uh cakep juga si Ayu ini masih kecil tapi bodinya udah mantap beda ma temen lainnya,
dalam hati gue terpesona liat si Ayu. “mas, Dian kedalem dulu ya!”, “oh iya-iya….belajar yang akur ya!” sambil tersenyum
Dian masuk kerumahnya.
Malam harinya gue ke rumah Dian karena emang gue dah biasa main kesitu. Gue ngobrol dan becanda-becanda ma Dian,
“eh, temen Dian yang namanya Ayu tadi manis juga ya?” ,”kenapa mas? naksir ya?” dasar si Dian ga bisa jaim dikit,ceplas-ceplos
“Dian punya nomer telponnya ga? mas minta ya?” Dianpun masuk kekamar dan keluar membawa handphone, ” ni cari aja sendiri yang
dinamain Ayoe ya mas..”kata Dian.gue langsung catet nomornya si Ayu. “udah mas?” tanya Dian. “udah nih? makacih ya… besok
mas beliin coklat deh” ,”bener ya mas!” kata Dian bersemangat karena coklat emang kesukaan dia banget.

Tanpa berlama-lama gue coba sms si Ayu, “hei Ayu lagi ngapain? masih inget gue ga? tadi gue yang dikenalin Dian waktu kamu
maen dirumahnya”. eh si Ayu pun balas sms gue “oh iya ayu masih inget dong, kan baru tadi.. he he..”. sms pun berlanjut terus.
sehari, dua hari, tiga hari gue ma Ayu smsan,gue coba iseng ngajak dia keluar. Ga gue sangka dia mau gue ajak keluar. hari minggu
gue ma Ayu janjian ketemu dan kami pun jalan-jalan muter-muter kota pake motor, ga kerasa udah sore banget dah waktunya
pulangin si Ayu. tepat di jalan masuk gang dekat rumahnya,Ayu bilang “dah mas nyampe sini aja nganternya!”.
gue tanya “kenapa? mas ga boleh tau rumah Ayu ya?”, “ga pa pa kok mas lain waktu kan bisa…” ,
“oh ya udah, besok maen lagi ya?” ajak gue.
“iya mas…” jawab Ayu….

Selang beberapa hari Ayu maen kerumah Dian,gue kebetulan ada di depan rumah Dian, “eh mas Hendra, Dian ada dirumah ga mas?”
tanya Ayu.”oh tadi ada di belakang,masuk aja!” sekalian aja gue minta dia mampir ke kost gue “ntar mampir ke tempat mas ya!”
dia cuma senyum-senyum…
Gue masuk ke kamar kost dan tiduran sambil dengerin musik dari komputer gue, kebetulan waktu itu anak-anak kost pada pergi
entah kemana jadi kost sepi banget kaya kuburan. Sambil tiduran otak ngeres gue jalan, bayangin si Ayu ada di kamar gue dan
gue bisa have a fun ma dia berdua di kamar. ga nahan bodinya… masih kecil tapi dah montok semua, depan belakang mantap…

Saat setengah tertidur, terdengar ada suara dari luar memanggil nama gue. “mas…mas Hendra…” gue bangun dari kasur dan
keluar,gue kaget ternyata si Ayu yang ada di depan. “Ayu, ada apa? Dian ga ada ya?” tanya gue .”ada kok mas tadi cuma bentar
dirumah Diannya.sekarang Ayu boleh maen di sini ga mas?” , “oh, tentu boleh dong..masa ga boleh” dalam hati gue pun berkata
“pucuk di cinta Ayu pun tiba”,kami pun masuk ke dalam rumah kost. Rumah kost gue emang disediain tempat buat terima tamu tapi jarang
dipake karena biasanya anak-anak kalo terima tamu langsung di kamar masing-masing,lebih santai katanya.”mau di sini aja apa
di dalem Ayu?” gue coba tawarin ke Ayu. “dah disini aja mas..” jawabnya. kami pun ngobrol ini itu,saat asik ngobrol,becanda,
gue pun mulai nakal megang-megang tangan Ayu lalu gue beraniin cium pipinya. Ayu kaget, wajahnya berubah jadi kemerahan karena malu.
“ih mas kok nakal sih…” sambil mukul-mukul gue. gue pegang tangannya dan gue cium pipi yang satunya, wajah Ayu pun makin
memerah. gue elus pipinya dan mau gue cium bibirnya, “ga mau ah mas…” katanya. tapi gue tetep maksa cium dia dan akhirnya
bibir manisnya berhasil gue lumat perlahan, Ayu pun memejamkan mata menikmati ciuman dari gue.. gue tambah bernafsu menciumi
bibir Ayu dan mulai memainkan lidah gue. beberapa saat kami berciuman, gue lepas ciuman gue. “Ayu di kamar aja yuk! ajak gue.
“nti takut ada orang liat kalo disini..” Ayu cuma diam dengan wajah yang masih malu-malu, gue gandeng tangannya masuk ke
kamar kost gue dan pintu gue kunci. “kok dikunci pintunya mas?” tanya Ayu polos.”ga pa pa…!!” jawab gue.gue lanjutin ciumin
bibir Ayu sambil mendekap tubuhnya dan mulai meraba bodinya,meremas pantatnya. Saat gue coba meraba susunya,dia mencoba
menahan tangan gue tapi karena kalah kuat dengan gue, gue tetep aja berhasil meraba dan meremas-remas susunya sambil
terus berciuman, tangan Ayu masih coba menahan tangan gue meraba kedua susunya.lama berciuman gue rebahin tubuh Ayu di
kasur dan gue menindih tubuhnya. gue lepas ciuman di bibirnya,mulai menciumi lehernya, meremas lembut susunya kiri kanan,
gue coba buka kancing bajunya tapi Ayu mencegah “jangan mas..!” tapi tetep aja gue paksa buka kancing bajunya satu persatu
sehingga terlihat penyangga susunya yang berwarna putih lalu perlahan gue lepas bajunya.gue buka pengait branya
sambil menciumi bibir dan leher Ayu dan melepasnya dari tubuh Ayu. terlihat payudara Ayu masih sangat indah,kencang dengan
puting kecil berwarna kemerahan. Ayu hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya sendiri saat gue mulai menjilati
puting dan meremas susunya,terus bergantian kanan kiri dengan meninggalkan tanda merah bekas cupangan gue. Ayu pun semakin
menikmati cumbuan itu,susunya pun terasa mengeras tanda dia telah terangsang, terdengar desahan-desahan lirih dari bibirnya,
kedua tangannya menjambak rambut gue. “emhh…ukhh…masss…”.

gue lepas baju juga celana pendek gue, tinggal celana dalam aja yang keliatan ga muat menampung penis gue yang udah berdiri
dari tadi. “ih…mas kok dilepas semua..”, “udah sempit nih Ayu..” jawab gue. gue kembali menindih tubuh Ayu dan kali ini
gue cium lembut mulai dari kening berlanjut kedua matanya dan pipinya kembali melumat bibirnya,lehernya, susunya lalu turun
ke perut,desahan Ayu terdengar kembali “ehhh…. mass…mmmh…” lama gue bermain di daerah susu dan perutnya,gue coba buka
kancing dan resleting celana Ayu, ” mas jangan mas..Ayu ga mau..” cegah Ayu tegas.gue coba ngertiin Ayu dan kembali menciumi
bibirnya.setelah dua kali mencoba dan ga diijinin,sambil gue lumat bibirnya tangan kanan gue kembali mencoba membuka resletingnya,
ternyata kali ini Ayu hanya diam dan merelakan gue lepas celana panjangnya.sekarang kami berdua hampir bugil dengan hanya memakai
celana dalam.gue ciumin pahanya,perutnya,susunya,bibirnya dan menindih tubuh Ayu lagi,kali ini gue gesek-gesekkan penis gue ke
memek Ayu sambil bermain lidah di mulut Ayu. Ayu sedikit mengangkangkan kakinya sehingga gue gampang menggesekkan penis gue.
cukup dengan gesek-gesekan alat kelamin, gue kembali menciumi leher,susunya lalu perut dan akhirnya sampai ke memek Ayu yang masih
tertutup celana dalam. Ayu menggeliat keenakkan dan meremas rambut gue dengan keras waktu gue ciumin bagian memeknya..
“eehh…mhh…masss..ahhh….” beberapa saat gue sudahi ciumin di memek Ayu dan melepas celana dalam gue.Ayu masih terbaring di kasur.
“Ayu..mas pengen diciumin kaya mas ciumin punya ayu tadi dong..” minta gue merayu. Ayu menggelengkan kepalanya.”ayo dong sayang!!”
rayu gue. “Ayu belom pernah mainan itu..mas” jawabnya. “sekarang Ayu coba deh..!!”. gue deketin penis gue ke wajah Ayu,
“ayo sayang…!!” rayu gue lagi. dengan malu-malu Ayu pegang penis gue dan dengan ragu Ayu ciumin penis gue.
“uh.. enak sayang..sedot sayang..” Ayu pun mulai terbiasa dan tau apa yang harus diperbuat,Ayu mengocok penis gue di mulutnya.
beberapa saat Ayu mengulum penis gue,dia bilang “mas, udah ya mas….”. “iya sayang….” jawab gue. kini giliran gue lagi membuat
Ayu keenakkan, gue cium bibirnya dan menciumi memeknya lagi.Ayu mendesah keenakkan “ehhhmm..mmmhh….”. saat Ayu sedang
terbuai gue lepaskan celana dalamnya.tubuh Ayu yang tanpa penutup apa-apa itu benar-benar bikin gue ga tahan, putih,
bersih dan mulus.bagian memeknya baru mulai ditumbuhi rambut-rambut halus keliatan seksi banget.gue lumat lagi bibir Ayu sambil
tangan gue mengelus-elus memeknya,gue pijit lembut klitorisnya.gue beralih mencium dan memainkan lidah di memeknya, gue gigit
ringan klitorisnya,Ayu menggeliat dan menjambak rambut gue dengan keras,”masss….Ayu mau kee..luu..ar…”.
Ayu mendapatkan orgasme pertamanya,memeknya basah dengan cairan yang keluar.
“akhhh….ehhhmmm…” Ayu terus mendesah karena orgasmenya.

“Ayu mau yang lebih enak lagi?” tanya gue setengah merayu..,”gimana mas?..” tanya Ayu polos.
“caranya mas masukin punya mas ke memek Ayu…”, “ga mau ah mas…kan belom boleh..sakit katanya mas” jawabnya.
“ga kok ga sakit..enak banget malah…” rayu setan gue. Ayu hanya diam dan gue mulai mencumbunya lagi.
“mas masukin sekarang yah…”,bisik gue di telinganya. kakinya gue kangkangin,terlihat wajah ragu Ayu saat gue arahkan penis gue
ke memeknya,gue cium dulu kening dan bibir Ayu.. gue gesek-gesekkan penis gue ke memek Ayu yang masih basah oleh cairan orgasmenya
dan memulai penetrasikan penis gue sedikit demi sedikit,memeknya terasa sempit banget walau baru kepala penis gue yang masuk
ke lubang senggamanya,gue keluarin penis gue dan penetrasi lagi lebih dalam. ” mas….saakit mas…” rintih Ayu.
gue cabut penis gue yang belum ada setengahnya masuk ke lubang memek Ayu. gue cium lagi bibir Ayu…
“tahan ya sayang…!!” bisik gue. kembali gue penetrasikan penis gue perlahan lebih dalam dan lebih dalam lagi,
terlihat darah keluar dari memek Ayu. Ayu menjerit kesakitan “akhh…saakittt mas…” kini penis gue benar-benar ditelan dan
terasa terjepit lubang senggama Ayu.terlihat setitik air mata mengalir dari sudut matanya.wajah Ayu masih menahan sakit karena
keperawanannya robek oleh penis gue.gue diam beberapa saat agar Ayu mampu menguasai sakit di memeknya sambil menciuminya.
setelah dia agak tenang, gue mulai menarik dan mendorong penis gue,maju mundur perlahan. gue terus mengocokkan penis gue
di memeknya perlahan,terasa lubang senggama Ayu sudah bisa menerima penis gue,gue percepat gerakan penis gue. Ayu pun sudah
tidak lagi merintih kesakitan tapi berbalik mulai merasakan kenikmatan.. “akhhh…ukhh…mass..akhh..”desah Ayu keenakan.
gue ciumin bibir Ayu sambil terus mengocok penis gue di memeknya. “ukhhh…akhhh..ehhmm…” desahan nikmat kami berdua.
Ayu mendekap erat tubuh gue, “Ayu…mau ke..luar lagi…” bisiknya,terasa cairan hangat menyemprot kepala penis gue,
Ayu orgasme yang kedua kali.
penis gue terus keluar masuk di memek Ayu..beberapa saat setelah Ayu orgasme yang kedua, gue merasa sudah hampir mencapai orgasme.
gue mempercepat gerakan penis gue.. “mas udah mau keluar Ayu..” , “akhhh….uhhh.. Ayu ju..gaa…” ternyata Ayu orgasme duluan.
merasa sudah di pucuk,gue cabut penis gue dan menumpahkan sperma gue di perut Ayu. “akhh…mmmmhh…”
kami berdua terkulai berdampingan, gue menyeka keringat di kening Ayu dan mengecupnya. “makasih ya sayang…” bisik gue,
Ayu hanya tersenyum kecil.
gue bersihin sperma di tubuh Ayu yang terkulai lemas dan darah di memeknya dengan handuk kecil.
“bobo aja bentar sayang, nti mas bangunin..” kata gue. tak lama Ayu pun terlelap dan gue tutupi tubuhnya dengan selimut.
gue pandangi wajah Ayu, “memang manis banget anak ini,beruntung banget gue bisa dapetin dia” dalam hati gue berkata.

Waktu sudah menunjukkan jam lima sore, gue cium pipi Ayu buat bangunin dia. “bangun sayang dah sore..” kata gue.
Ayu pun bangun, saat akan berdiri Ayu masih merasa perih di memeknya..”akhh..” rintih Ayu sambil menggigit bibirnya.
Ayu perlahan mengenakan semua pakaiannya kembali. “kamar mandi mana mas?” tanya Ayu. “oh itu dibelakang..” kata gue,
sambil menunjuk kamar mandi. terlihat Ayu berjalan pelan menahan sakit di kemaluannya menuju kamar mandi.
setelah selesai dari kamar mandi Ayu pamit pulang. “mas Ayu pulang dulu ya, dah sore banget…” katanya.
“iya, Ayu jangan lewat depan rumah dian ya, lewat samping aja…” saran gue.
sebelum pulang gue cium lagi kening dan bibir Ayu…
“jangan bilang sapa-sapa ya sayang!!!”bisik gue.
Ayu hanya mengangguk… “hati-hati ya Ayu!!”…..

Tamat